2 Tahun Dipimpin Heru Budi, Pemprov DKI Raih 269 Penghargaan

Kompas.com - 15/10/2024, 12:43 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta berhasil meraih 269 penghargaan selama dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono dalam dua tahun.

Penghargaan itu diberikan untuk bidang pemerintahan, pembangunan ekonomi, hingga lingkungan hidup. 

Heru mengatakan, raihan penghargaan itu adalah wujud nyata dari sinergi para perangkat daerah, stakeholder, dan masyarakat. 

Dia menyebutkan, capaian itu akan menjadi pemantik semangat untuk capaian prestasi mendatang.

“Penghargaan ini sepatutnya menjadi pemantik semangat untuk kinerja yang lebih baik lagi ke depan,” katanya di Balai Kota Jakarta, pada Senin (14/10/2024), melansir beritajakarta.id. 

Heru pun mengapresiasi seluruh jajaran Pemprov DKJ, para stakeholder terkait, dan masyarakat Jakarta yang sudah bersama-sama melakukan yang terbaik untuk Kota Jakarta.

Baca juga: Siap-siap, KTP DKI Jakarta Akan Diganti Menjadi DKJ, Ini Syarat dan Caranya

“Semoga kepemimpinan selanjutnya dapat meneruskan apa yang sudah dikerjakan selama ini dan mewujudkan Jakarta sebagai kota global,” ujarnya.

Adapun, ke-269 penghargan tersebut diraih sejak Heru menjabat pada pertengahan Oktober 2022 sampai dengan 1 Oktober 2024.

Dari 269 raihan penghargaan tersebut, bidang pemerintahan memperoleh 63 penghargaan, bidang perekonomian dan keuangan meraih 83 penghargaan, bidang pembangunan dan lingkungan hidup mendapat 18 penghargaan, bidang kesejahteraan rakyat menyabet 45 penghargaan, dan badan usaha milik daerah (BUMD) sebanyak 60 penghargaan.

Bidang perekonomian meraih penghargaan terbanyak berkat beragam upaya yang dilakukan Pemprov DKJ dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang turut berdampak terhadap perekonomian nasional. 

Hal ini sejalan dengan slogan Sukses Jakarta untuk Indonesia yang diusung Heru.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKIJ menyebutkan, tingkat inflasi di Jakarta pada Agustus 2024 sebesar 1,98 persen. 

Baca juga: Menghitung Bulan Pemindahan Ibu Kota Negara, DKI Berubah Jadi DKJ Saat HUT Ke-79 RI

Jumlah itu lebih rendah 2,12 persen dibanding inflasi nasional pada Agustus 2023 secara year on year (yoy). 

Laju inflasi yang terkendali mengantarkan Heru meraih penghargaan Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah untuk tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kategori Apresiasi Khusus Fiskal Sangat Tinggi pada Agustus 2024.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKJ juga meraih penghargaan TPID Terbaik Kategori Provinsi di Jawa dan Bali dalam TPID Awards. 

Penghargaan tersebut diberikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Heru pada 31 Agustus 2023.

Penghargaan prestisius lainnya di bidang ekonomi yang diraih Pemprov DKJ adalah peningkatan digitalisasi transaksi daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Pada 2023, Pemprov DKIJ meraih penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik I Tingkat Provinsi Wilayah Jawa. 

Baca juga: UU DKJ Sah, Heru Budi Harap Bisa Tumbuhkan Ekonomi Jakarta Lewat Kegiatan Skala Internasional

Kemudian, pada 2024, Pemprov DKJ meraih penghargaan TP2DD Terbaik II Tingkat Provinsi Jawa-Bali. 

Penghargaan itu merupakan hasil sinergi serta inovasi dari 45 instansi anggota TP2DD.

Di bidang pemerintahan, Pemprov DKJ mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. 

Predikat itu dicapai berkat optimalisasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pencapaian prestisius lainnya di bidang pemerintahan, yaitu Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan beberapa penghargaan terkait inovasi digital. 

Hal itu menunjukkan komitmen Pemprov DKJ dalam memperkuat ekosistem digital dan keberlanjutan.

Sementara itu, di bidang pembangunan dan lingkungan hidup, Pemprov DKJ meraih penghargaan Green Leadership hingga Piala Adipura. 

Sebagai bentuk apresiasi atas penghijauan dan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan, Pemprov DKJ menerima Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia atas 6.560.396 penanaman yang dilakukan, meliputi 246.651 pohon pelindung dan produktif, 6.158.518 tanaman hias, dan 155.227 pohon mangrove. 

Baca juga: Heru Budi: Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Lebih Cepat dari Target

Berbagai penghargaan itu membuktikan DKJ menjadi salah satu provinsi terbaik dalam mengelola lingkungan hidup.

Adapun di bidang kesejahteraan rakyat, penghargaan terbanyak berasal dari sektor kesehatan. 

DKI Jakarta berhasil melakukan pelaporan indikator kesehatan nasional dan mengeliminasi malaria.

Terkini Lainnya
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com