Jakarta International Marathon 2024 Sukses, Warga Ketagihan Maraton di Jakarta

Kompas.com - 25/06/2024, 16:34 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-497 Jakarta masih terasa. Bagaimana tidak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengemas acara ini dengan meriah.

Salah satu acara yang paling dinanti warga adalah BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 yang start di Silang Barat Laut Monumen Nasional (Monas), Minggu (23/6/2024).

Jakim 2024 terdiri dari Marathon 42K yang diikuti 873 peserta, Half Marathon 21K sebanyak 3.852 peserta, dan 10K sebanyak 10.275 peserta. Total peserta yang mengikuti event ini adalah 15.000 orang.

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambut antusiasme masyarakat dalam mengikuti BTN Jakim 2024. Menurutnya, kegiatan Jakim 2024 amat spesial, karena digelar untuk memeriahkan HUT ke-497 Jakarta.

“Terlihat sangat banyak masyarakat yang turut mendukung maraton dengan membantu rute tetap steril. Peserta juga merasa puas karena bisa berlari dengan aman. Mudah-mudahan kualitas safety seperti ini bisa dijaga (pada pelaksanaan) tahun-tahun berikutnya,” kata Heru dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Senin (24/6/2024).

Selain itu, Pj. Gubernur Heru juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung gelaran BTN Jakim 2024. Ia menambahkan, sosialisasi yang masif sejak Februari 2024 sangat memengaruhi keberhasilan acara secara keseluruhan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Polda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh masyarakat yang telah mendukung rangkaian acara, sehingga bisa berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bertepuk tangan usai melepas peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 di Silang Barat Laut Monumen Nasional (Monas), Minggu (23/6/2024).

DOK. Pemprov DKI Jakarta Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bertepuk tangan usai melepas peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 di Silang Barat Laut Monumen Nasional (Monas), Minggu (23/6/2024).

Heru menilai, kesuksesan BTN Jakim 2024 berdampak positif pula bagi kebangkitan ekonomi Jakarta. Salah satunya sebagai langkah promosi Jakarta kepada dunia, karena mampu menggelar event maraton dengan sangat baik.

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jakarta pun menerima dampak yang baik. Sebab, menurut Heru, gelaran tersebut membuka kesempatan bagi pelaku UMKM, untuk menjajakan produk-produk terbaiknya di hadapan para peserta.

Direktur Utama PT Bank BTN Nixon L Napitupulu ikut mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta atas pelaksanaan BTN Jakim 2024. Menurutnya, Heru dan jajarannya telah berupaya keras dalam menjalankan event ini, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

Ia juga merasakan keseruan rangkaian acara. Sebab, tidak hanya maraton, tetapi masyarakat juga disuguhkan berbagai kegiatan menarik, seperti pagelaran seni Betawi serta konser musik.

“Saya ikut lari dan ini adalah pengalaman (lari) paling steril, clear, teratur, serta rapi. Acara ini sangat sukses. Mudah-mudahan (keberhasilan) Jakarta membuat kota ini disandingkan dengan negara-negara lain dalam pelaksanaan maraton bertaraf internasional,” tutur Nixon.

Baca juga: Ada Jakarta Maraton 2022 Minggu Pagi, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Selama pelaksanaan BTN Jakim 2024, dilakukan rekayasa lalu lintas untuk menjaga area maraton tetap steril dan aman. Penutupan jalan pun dilakukan, dari Jalan Medan Merdeka Utara, Medan Merdeka Barat, hingga Bundaran HI. Total ada 36 ruas jalan yang ditutup sebagai langkah antisipasi

Euforia maraton di Jakarta

Meski BTN Jakim 2024 sudah selesai, rasa senang dari para peserta masih terasa sampai sekarang. Salah satunya Raissa Alleyda, pelari yang mengikuti BTN Jakim 2024 Marathon 10K.

Ketika mengetahui event ini dari media sosial, Raissa langsung tertarik untuk berpartisipasi. Selain karena lari adalah hobinya, BTN Jakim 2024 juga disebut sebagai maraton berskala internasional yang membuatnya penasaran.

“Setahu saya, ini ada race pertama di Jakarta yang berskala internasional. Dan setelah saya ikuti, ternyata benar adanya,” ucapnya kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2024).

Setelah mengetahuinya, Raissa mantap mendaftar. Tiba di lokasi, ia lanjut dengan registrasi dan segera bersiap-siap.

“Meski hobi lari, saya tetap lakukan latihan dua hingga tiga kali seminggu sebelumnya. Kebetulan saya juga habis ikut maraton 21K. Jadi, saya memilih rute 10K saja, sekalian recovery,” papar Raissa.

Baca juga: Sebelum Lari Maraton, Perhatikan Asupan yang Dikonsumsi

Namun, ia sedikit menyesal mengambil rute 10K. Sebab, ternyata area yang disediakan penyelenggara sangat rapi dan aman.

“Saya sangat salut kepada penyelenggara, karena area maraton bisa sangat steril. Semua sangat terkendali, mulai dari crowd control, management, hingga sterilisasi jalan. Water station-nya banyak dan cheering point juga sangat meriah. Benar-benar keren!” beber Raissa.

Ketika sampai di garis finis, ia amat terharu karena disambut meriah. Menurut Raissa, memilih Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebagai finish line juga sangat sempurna.

“Saya senang sekali ketika sampai di GBK. Rasanya sangat terharu dan benar-benar merasakan momennya. Ikut serta dalam BTN Jakim 2024 benar-benar keputusan terbaik. Keren banget!,” kenangnya.

Salah satu peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 melintasi garis finis di Stadion Gelora Utama Bung Karno, di Jakarta, Minggu (23/6/2024).DOK. Pemprov DKI Jakarta Salah satu peserta BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 melintasi garis finis di Stadion Gelora Utama Bung Karno, di Jakarta, Minggu (23/6/2024).

Berdasarkan pengalaman itu, Raissa berharap, pemerintah Jakarta dapat kembali menggelar event serupa yang berskala internasional. Jakarta dinilainya sudah sangat siap untuk menggelar maraton layaknya di kota-kota negara lain.

“Secara keseluruhan, saya berani sebut event ini sempurna. Semuanya sangat keren dan membuat kagum. Ke depannya, mungkin dari sisi medis dapat lebih dilengkapi. Namun, untuk BTN Jakim 2024 kemarin sudah sangat baik,” urainya. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com