Pj Gubernur Heru Dinobatkan Jadi Tokoh Percepatan Infrastruktur, Begini Tanggapan Pengamat Perkotaan

Kompas.com - 14/09/2023, 15:25 WIB
A P Sari

Editor

KOMPAS.com – Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartanto dinobatkan sebagai Tokoh Indonesia Kategori Percepatan Infrastruktur oleh Group Tempo Media, di Hotel The Westin, pada 29 Agustus 2023 lalu. Penghargaan tersebut berkat keberhasilan Heru dalam menyediakan infrastruktur yang memadai untuk mendukung mobilitas orang dan barang serta mengatasi banjir.

Pj Gubernur Heru mengucapkan terima kasih kepada grup media bergengsi yang menerbitkan Majalah Tempo sejak 1971, disusul Koran Tempo dan Tempo.co itu.

"Penghargaan ini menjadi semangat dan motivasi bagi jajaran terkait, untuk melakukan akselerasi percepatan infrastruktur di Jakarta, sebagai solusi bagi warga dan berimplikasi positif pada sektor-sektor lain. Semoga dapat mengantarkan Jakarta sebagai Kota Global," katanya. 

Percepatan infrastruktur transportasi, misalnya, berupa pembangunan MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI-Kota), Fase 2B (Kota-Ancol), Fase 3 East-West (Cikarang-Jakarta-Balaraja), dan LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome-Manggarai).

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Dorong Pelaku Usaha untuk Lunasi Tagihan PBB dan Manfaatkan Insentif

Selain itu, pembangunan Skywalk Kebayoran yang menghubungkan Halte Transjakarta Pasar Kebayoran Lama Koridor 8, Halte Transjakarta Velbak Koridor 13, serta Stasiun KRL Kebayoran.

Begitu pula Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas, Stasiun Kereta Commuter Line Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta, serta Halte Bus Transjakarta 

"Kesuksesan pembangunan transportasi publik massal diharapkan dapat mendorong kemajuan Jakarta dan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam mewujudkan Sukses Jakarta untuk Indonesia", imbuh Heru.  

Tidak hanya pembangunan transportasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Heru juga telah mempercepat pembangunan Sodetan Ciliwung yang rampung pada Juli 2023.

Menurutnya, sodetan yang dibangun bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut harus segera dirampungkan untuk mengatasi banjir.

Baca juga: Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Program Jakpreneur

"Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus segera diselesaikan," ujar Heru.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tempo Intimedia Arif Zulkifli menyatakan, pemerintah daerah berperan penting, karena menjadi garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Oleh karena itu, penghargaan tersebut diharapkan dapat membuat peran pemerintah daerah terasa untuk warganya. 

"Para kepala daerah harus bisa memberikan pelayanan publik terbaik dan mengetahui apa saja yang dibutuhkan rakyat, baik di perkotaan, perdesaan, sampai wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T)," ucap Arif.

Apresiasi Tokoh Indonesia terdiri dari delapan kategori, yakni Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan, Percepatan Infrastruktur, Pariwisata Berkarakter, Pengembangan Digitalisasi, Pendorong Ekonomi Kerakyatan, Pembangunan Daerah 3T, Penjabat Kepala Daerah Inovatif, dan Penggerak Kemajuan Daerah Berciri Kepulauan.

Baca juga: Berikan Keringanan, Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Program Pengurangan PBB untuk Masyarakat  

Sodetan Ciliwung atasi masalah banjir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berada di Sedotan Ciliwung.DOK. Pemprov DKI Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berada di Sedotan Ciliwung.

Terkait percepatan pembangunan Sodetan Ciliwung, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Hendri mengungkapkan, proyek tersebut merupakan langkah pemerintah untuk mengatasi banjir di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. 

"Sodetan Ciliwung diprediksi bisa menangani banjir Jakarta sekitar 62 persen, khususnya di Bidara Cina, Kampung Melayu, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Baru, dan Kebon Manggis," tuturnya.

Hendri menambahkan, Sodetan Ciliwung dibangun untuk mengalihkan debit air Sungai Ciliwung sebanyak 60 meter kubik per detik ke Kanal Banjir Timur. 

"Sodetan Ciliwung telah rampung sebelum musim hujan. Ini merupakan salah satu langkah untuk mengatasi banjir dengan melakukan sinergi bersama berbagai pihak," paparnya.

Sodetan Ciliwung pun menjadi harapan bagi warga yang langganan terkena banjir. Urip Yanto, misalnya, mengapresiasi kehadiran Sodetan Ciliwung.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Pastikan Tidak Terapkan Ganjil Genap 24 Jam

Warga yang tinggal di Bidara Cina, Jakarta Timur, itu berharap, Sodetan Ciliwung dapat mengurangi banjir di wilayahnya yang selalu terjadi setiap tahun.

"Setiap tahun, Bidara Cina selalu banjir. Dengan adanya sodetan ini, mudah-mudahan bisa mengurangi banjir," beber Urip.

Selain Kementerian PUPR lewat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta membangun Sodetan Ciliwung bersama PT Wijaya Karya dan PT Jaya Konstruksi sejak 2013.

Sodetan Ciliwung dibuat dalam bentuk terowongan sepanjang 1.268 meter dengan dua jalur pipa. Masing-masing pipa berdiameter 3,5 meter, terowongan ganda, serta bangunan permanen inlet dan outlet. 

Sodetan Ciliwung juga dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung, seperti kafetaria, plaza air mancur, panggung kreasi, gym terbuka, toilet, dan jembatan inspeksi.

Baca juga: Pulihkan Ekonomi lewat Pajak Daerah, Pemprov DKI Jakarta Beri Diskon PBB hingga September 2023

Banjir dan macet masalah prioritas

BBWS Ciliwung Cisadane.DOK. Pemprov DKI Jakarta BBWS Ciliwung Cisadane.

Setelah tak lagi menjadi ibu kota pada 2024, Jakarta akan menjadi kota bisnis berskala dunia (global) yang mensyarakat infrastruktur tersedia. Pembangunan yang tepat dan terarah dapat membantu menyelesaikan masalah klasik di Jakarta, yaitu macet dan banjir.

Pengamat perkotaan Nirwono Joga mengutarakan, percepatan infrastruktur sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta. Ia menilai, fokus Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat infrastruktur guna menanggulangi macet dan banjir sudah tepat, sehingga kedua masalah tersebut harus jadi prioritas.

Menurutnya, mengatasi banjir dapat berdampak pada pencegahan permukaan tanah yang kian turun, menjamin akses air bersih, dan menyediakan hunian bebas banjir bagi masyarakat Jakarta.

"Untuk mengatasi banjir, pemerintah dapat membenahi badan sungai, seperti membuat sodetan dan merevitalisasi situ atau danau. Seperti yang telah dilakukan di Taman Waduk Pluit untuk mengatasi banjir kiriman," urai Nirwono kepada Kompas.com, Selasa (12/9/2023).

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Terapkan Kebijakan Hapus Sanksi Administrasi Kendaraan Bermotor, Ini Penjelasannya 

Ia menambahkan, percepatan pembangunan Sodetan Ciliwung juga langkah yang tepat, setelah bendungan kering Ciawi dan Sukamahi beroperasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Normalisasi atau naturalisasi badan sungai pun penting, selain pembangunan tanggul laut di pesisir Jakarta Utara untuk mencegah banjir rob. 

Nirwono memuji pula upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan. Percepatan infrastruktur yang telah dibangun sudah cukup baik, bahkan lebih baik dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.

Percepatan infrastruktur di bidang transportasi, lanjutnya, dapat mempermudah upaya Jakarta untuk menjadi kawasan bebas macet dan mengurangi polusi udara. Selain itu, penataan kawasan di simpul transportasi publik juga sangat mungkin dilakukan.

"Pemprov DKI Jakarta harus terus melakukan percepatan penyediaan transportasi massal terpadu, mengembangkan kawasan terpadu, melakukan peremajaan di sekitar simpul transportasi, dan penyediaan fasilitas lainnya. Hal ini harus menjadi prioritas, jika ingin bersaing dengan Singapura, Tokyo, Hong Kong, London, dan New York," pungkas Nirwono. (Rindu Pradipta Hestya)

Baca juga: Pilihan Mobil Listrik Premium untuk Pejabat Pemprov DKI Jakarta

Terkini Lainnya
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Segera Dibuka, Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Siap Jadi Magnet Wisata Baru

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Pemprov DKI Genjot Pembangunan Rusunawa, Pengamat: Langkah Strategis yang Realistis

Jakarta Maju Bersama
Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Dipadati Pengunjung, Kebun Binatang Ragunan Jadi Magnet Baru Wisata Malam Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Berjuang Masuk Top 50 Kota Global lewat Pintu Budaya

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Pemprov DKI Jakarta Hadirkan Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung, Ruang Publik Baru Ikon Jaksel

Jakarta Maju Bersama
Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Warga Sambut Baik Pemekaran Kapuk, Harap Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

Jakarta Maju Bersama
Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Taman Bugar Diresmikan, Jakarta Perkuat Paru-Paru Kota 

Jakarta Maju Bersama
Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Relaksasi Pajak DKI Dongkrak Perekonomian Masyarakat 

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Sekolah Lansia di Jakarta Dukung Kehidupan Lebih Bermakna di Usia Senja

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com