KOMPAS.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Provinsi Bali resmi menutup acara Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Session 1 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (7/11/2025).
Dalam penutupan tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster menegaskan komitmennya untuk terus membina dan memperkuat kapasitas para desainer, perajin, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal agar siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Ia menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan Dekranas Bali akan melahirkan desainer dan perajin yang mampu menjadi trend centre mode dunia jika dijalankan dengan tekun dan konsisten.
“Kami terus berupaya tekun dan konsisten agar kreativitas lokal bisa menginspirasi dunia,” ujar Putri dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025).
Baca juga: Kreativitas Daerah Menyatu di Surabaya City Expo 2025
Ia pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming yang hadir dalam acara penutupan tersebut.
Dalam sambutannya, Selvi mendorong para pelaku UMKM dan desainer lokal untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada jati diri budaya Bali sebagai kekuatan utama dalam bersaing di pasar global.
Ia juga menegaskan bahwa kreativitas para desainer dan perajin Bali telah menjadi inspirasi nasional. Namun, inovasi harus selalu dibarengi dengan pelestarian nilai budaya agar setiap karya memiliki karakter dan identitas yang kuat.
“UMKM dan desainer Bali memiliki potensi luar biasa. Teruslah berinovasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tapi jangan pernah meninggalkan jati diri budaya yang menjadi kekuatan kita,” ucap Selvi.
Baca juga: Kunjungi Pabrik Inovasi Teknologi, Gibran Ingatkan soal Hak Paten
Pada kesempatan tersebut, ia mengapresiasi Dekranas Bali yang telah sukses menyelenggarakan DBFW 2025.
Selvi menilai, DBFW 2025 merupakan wadah strategis untuk menampilkan karya-karya terbaik dari Dekranasda sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Menurutnya, ajang ini dinilai mampu memperkuat sinergi Dekranas pusat, provinsi, dan daerah dalam mengangkat wastra serta kriya lokal agar semakin dikenal luas.
Pasalnya, acara penutupan tersebut menampilkan peragaan busana karya Taksu Design yang dipadukan dengan alunan musik khas Bali oleh Gus Teja, menghadirkan perpaduan harmonis antara modernitas dan tradisi.
Baca juga: InJourney Hospitality Peringati Hari Batik dengan Peragaan Busana
Koleksi dari Darmawan Silver, Bara Silver, Puspa Mega, dan Geocraft turut ditampilkan selama penutupan DBFW 2025 Session 1.
“Dekranasda Bali Fashion Week ini luar biasa. Ajang seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan diri para pelaku UMKM agar siap tampil di tingkat nasional dan internasional. Inilah bentuk kolaborasi nyata antara pusat dan daerah,” ungkap Selvi.
Selain menyaksikan peragaan busana, ia beserta rombongan juga berkesempatan mengunjungi stan-stan di pameran industri kecil dan menengah (IKM) Bali Bangkit, tempat beragam produk kriya dan busana lokal dipamerkan.
Selvi mengaku terkesan dengan kualitas dan kreativitas para perajin yang dinilai telah memenuhi standar ekspor tanpa kehilangan sentuhan khas Bali.
Baca juga: Cerita Kolektor Wayang yang Jadi Perajin Berbekal Ilmu dari Youtube
“Saya melihat langsung karya para perajin Bali. Produknya sangat bagus, halus, modern, tapi tetap memancarkan nuansa Bali. Ini menjadi bukti bahwa UMKM kita sangat siap bersaing,” katanya.
Lebih lanjut, Selvi mengingatkan pentingnya menjadikan wastra dan kebaya bukan hanya sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kebanggaan perempuan Indonesia.
“Setiap kali kita mengenakan wastra, itu bukan sekadar kain, tapi jati diri kita sebagai perempuan Indonesia. Mari kita lestarikan dan kenalkan di panggung dunia,” ujarnya penuh semangat.
Sebagai informasi, acara penutupan DBFW 2025 Session 1 juga dihadiri anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih.
Baca juga: Pertamina dan Seruni Bangun Sarana Air Bersih di Sragen, Sasar 1.280 KK
Setelah penutupan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan DBFW Session 2 pada 2–8 Desember 2025.
Ajang lanjutan ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk semakin memperkuat ekosistem kriya dan fesyen berbasis budaya menuju Bali dan Indonesia yang kreatif, berdaya, dan berkelas dunia.