KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meraih penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah atas keberhasilannya meningkatkan daya tampung penerimaan siswa baru hingga 15 persen.
Peningkatan kapasitas tersebut dicapai melalui kolaborasi Pemkot Semarang dengan sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri yang selama ini kerap menjadi persoalan saat masa pendaftaran siswa baru.
Selain menambah daya tampung, Pemkot Semarang juga memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan tanpa pelanggaran kuota rombongan belajar (rombel).
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pelibatan sekolah swasta merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan.
“Melalui skema ini, kami berhasil meningkatkan daya tampung hingga 15 persen sehingga distribusi calon peserta didik menjadi lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri,” ujarnya.
Baca juga: 7 Wisata Sejarah di Kota Semarang, Sudah Ada yang dari Abad ke-17
Apresiasi dari BBPMP Jawa Tengah (Jateng) diberikan atas capaian kinerja terbaik Pemkot Semarang dalam melibatkan sekolah swasta serta kepatuhan terhadap sistem rombel pada Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB).
Penghargaan tersebut diterima Agustina yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan dari Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti, Kamis (5/3/2026).
Agustina menegaskan kepatuhan terhadap jumlah rombel dalam SPMB menjadi kunci untuk menjaga kualitas layanan pendidikan yang adil dan tanpa diskriminasi.
Dengan tidak adanya pemaksaan jumlah siswa di luar kuota resmi, proses belajar-mengajar di kelas dapat berlangsung lebih efektif dan kondusif.
Baca juga: Hadiri Peringatan Nuzulul Quran, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan
Selain penghargaan tersebut, Pemkot Semarang juga menerima penghargaan Sinergi dan Kolaborasi Program Prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kecepatan Pemkot Semarang dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat di tingkat daerah, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga perluasan akses pendidikan.
Agustina menegaskan Pemkot Semarang berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.
“Sinergi dengan program-program prioritas Kemendikdasmen terus kami pertajam agar kualitas pengajaran di Semarang selaras dengan standar nasional, bahkan melampauinya melalui berbagai inovasi lokal,” imbuhnya.
Baca juga: Longsor Kalongan Ungaran Meluas, Bupati Semarang Siapkan Skenario Rusunawa dan Huntara
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas tata kelola pendidikan di ibu kota Jateng yang dinilai semakin inklusif dan transparan.
Agustina menambahkan, dua penghargaan dari BBPMP Jateng merupakan hasil kerja keras berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi “Semarang Cerdas” melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Baca juga: Pemkot Semarang Gelar Operasi Pasar Murah Mobile di 240 Titik selama Ramadhan