Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Kompas.com - 09/03/2026, 10:37 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meraih penghargaan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah atas keberhasilannya meningkatkan daya tampung penerimaan siswa baru hingga 15 persen.

Peningkatan kapasitas tersebut dicapai melalui kolaborasi Pemkot Semarang dengan sekolah swasta untuk mengatasi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri yang selama ini kerap menjadi persoalan saat masa pendaftaran siswa baru.

Selain menambah daya tampung, Pemkot Semarang juga memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan sesuai aturan tanpa pelanggaran kuota rombongan belajar (rombel).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pelibatan sekolah swasta merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan.

“Melalui skema ini, kami berhasil meningkatkan daya tampung hingga 15 persen sehingga distribusi calon peserta didik menjadi lebih merata dan tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri,” ujarnya.

Baca juga: 7 Wisata Sejarah di Kota Semarang, Sudah Ada yang dari Abad ke-17

Apresiasi dari BBPMP Jawa Tengah (Jateng) diberikan atas capaian kinerja terbaik Pemkot Semarang dalam melibatkan sekolah swasta serta kepatuhan terhadap sistem rombel pada Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB).

Penghargaan tersebut diterima Agustina yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan dari Kepala BBPMP Jateng Nugraheni Triastuti, Kamis (5/3/2026).

Agustina menegaskan kepatuhan terhadap jumlah rombel dalam SPMB menjadi kunci untuk menjaga kualitas layanan pendidikan yang adil dan tanpa diskriminasi.

Dengan tidak adanya pemaksaan jumlah siswa di luar kuota resmi, proses belajar-mengajar di kelas dapat berlangsung lebih efektif dan kondusif.

Baca juga: Hadiri Peringatan Nuzulul Quran, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Selain penghargaan tersebut, Pemkot Semarang juga menerima penghargaan Sinergi dan Kolaborasi Program Prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kecepatan Pemkot Semarang dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat di tingkat daerah, mulai dari peningkatan mutu pembelajaran hingga perluasan akses pendidikan.

Agustina menegaskan Pemkot Semarang berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.

“Sinergi dengan program-program prioritas Kemendikdasmen terus kami pertajam agar kualitas pengajaran di Semarang selaras dengan standar nasional, bahkan melampauinya melalui berbagai inovasi lokal,” imbuhnya.

Baca juga: Longsor Kalongan Ungaran Meluas, Bupati Semarang Siapkan Skenario Rusunawa dan Huntara

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas tata kelola pendidikan di ibu kota Jateng yang dinilai semakin inklusif dan transparan.

Agustina menambahkan, dua penghargaan dari BBPMP Jateng merupakan hasil kerja keras berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi “Semarang Cerdas” melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.

Baca juga: Pemkot Semarang Gelar Operasi Pasar Murah Mobile di 240 Titik selama Ramadhan

Terkini Lainnya
Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Tambah Daya Tampung Siswa 15 Persen, Pemkot Semarang Raih Penghargaan BBPMP Jateng

Semarang
Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an, Wali Kota Semarang Serukan Aksi Peduli Lingkungan

Semarang
Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Dibuka di Semarang, Gerakan Pangan Murah Serentak Diikuti 35 Kabupaten/Kota Se-Jateng

Semarang
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Semarang
Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Semarang
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com