KOMPAS.com – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Semarang pada Rabu (4/3/2026) sore dan menyebabkan puluhan pohon tumbang di berbagai wilayah.
Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak cepat melakukan penanganan dan berhasil membersihkan 86 titik pohon tumbang hanya dalam waktu satu malam.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan penanganan dilakukan secara cepat untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas maupun potensi bahaya bagi masyarakat.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan agar akses jalan bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Baca juga: Penghuni Lapas Perempuan Semarang Sibuk Bikin Kue Lebaran, Senang Bisa Kirim Uang ke Keluarga
Agustina mengatakan, penanganan dilakukan bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), relawan, serta warga setempat.
Petugas melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan ranting, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.
Pohon tumbang tidak hanya terjadi di jalan protokol, tetapi juga di sejumlah kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga area perkantoran.
Beberapa lokasi terdampak antara lain di sekitar Balaikota Semarang, kawasan rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, serta beberapa taman kota.
Kemudian, wilayah yang terdampak angin kencang di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr Cipto, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, kawasan Kota Lama, hingga wilayah Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.
Di sejumlah titik seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjen Sutoyo, bahkan dilaporkan terdapat lebih dari satu pohon tumbang akibat kuatnya terpaan angin.
Baca juga: Tanggul Sungai Plumbon Semarang Jebol, Wali Kota Agustina Harap Anggaran Segera Turun
Hingga saat ini, proses penanganan masih terus dilakukan di beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan.
Terkait hal itu, Agustina mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Kami minta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas,” katanya.
Agustina menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Kami mengajak warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” tambahnya.
Baca juga: Ketika Tanah Bergerak di Semarang Geser Rumah Warga, Antara Bertahan dan Mengungsi
Selain melakukan penanganan darurat, Pemkot Semarang juga akan melakukan monitoring terhadap kondisi pohon peneduh di ruang publik sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan potensi kejadian serupa di kemudian hari.
Untuk diketahui, hujan angin yang melanda Kota Semarang juga menyebabkan sejumlah papan reklame roboh serta menerbangkan atap baja ringan dari beberapa warung di sejumlah ruas jalan.
Tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Disperkim Kota Semarang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta relawan (masyarakat setempat) terus melakukan pembersihan dan penanganan di lokasi terdampak.
Baca juga: Longsor Kalongan Dekati Permukiman, Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Huntara