Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Kompas.com - 23/02/2026, 21:13 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wakil Wali Kota (Walkot) Semarang Iswar Aminuddin meninjau langsung kemunculan lubang sedalam tiga meter di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, sesaat setelah menerima laporan warga, Minggu (22/2/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Kota Semarang tersebut bertujuan untuk memastikan mitigasi dan penanganan infrastruktur dilakukan secara cepat guna menjamin keselamatan warga sekaligus mengamankan akses menuju kawasan permukiman.

Di lokasi kejadian, Iswar melakukan analisis bersama tim teknis untuk memetakan penyebab munculnya lubang besar tersebut. Berdasarkan peninjauan, kerusakan diduga terjadi pada saluran air di bawah permukaan yang tidak terdeteksi dari atas jalan.

“Kebetulan tadi dapat informasi bahwa ada jalan yang ambles. Saya tadi pikirnya laporan itu ada di depan Disdik. Setelah kita analisis, ada saluran di sana yang tidak tembus ke sini,” ujar Iswar.

Baca juga: Risiko Tersembunyi di Jalan Basah: Penutup Saluran Air

Menurutnya, tutup saluran diduga mengalami ambles dan patah, sehingga timbunan tanah di atasnya ikut turun akibat gerusan air.

Lebih lanjut, Iswar menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk segera menyelesaikan perbaikan agar akses warga tidak terputus.

“Jadi, teman-teman PU besok (Senin) akan menyelesaikan karena ini memang ada jalan kampung dari atas sana, kalau putus kan kasihan,” ucapnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan alat berat untuk membongkar badan jalan dan memeriksa struktur di bawahnya pada Senin (23/2/2026).

Baca juga: Di Tengah Guyuran Hujan, DPU Kota Semarang Bersihkan Saluran Drainase di Berbagai Titik

Berdasarkan hasil pengecekan, ia mengungkapkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara konstruksi box culvert dan buis beton yang memicu munculnya rongga rembesan air.

“Kemungkinan di bawah ini ada crossing saluran, yang satu bentuknya box culvert, yang satunya buis beton. Perbedaan bentuk itu bisa menimbulkan rongga. Dari situ diduga terjadi rembesan yang mengikis tanah. Tapi, ini masih dugaan awal, nanti kami pastikan setelah pembongkaran,” jelas Suwarto.

Ia menambahkan, perbedaan struktur tersebut memungkinkan terbentuknya ruang kosong yang memicu gogosan tanah, terlebih saat hujan deras mengguyur.

Suwarto menyatakan bahwa DPU akan memperkuat konstruksi crossing saluran dan menggantinya menjadi seragam jika diperlukan agar tidak terjadi rembesan di kemudian hari.

Baca juga: Rembesan Air Laut yang Bermunculan di Tanggul Pantai Mutiara...

Selain itu, DPU juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengalihkan arus kendaraan sementara melalui area Kantor Disdik agar mobilitas warga tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung.

Melalui kerja sama berbagai pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dan secepat mungkin agar akses kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang.

Terkini Lainnya
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com