Terima Penghargaan karena Aktif Cegah Stunting, Mbak Ita Terangkan Konsep Bergerak Bersama

Kompas.com - 17/07/2023, 21:25 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) memberikan penghargaan kepada Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sebagai tokoh perempuan yang berjasa sebagai inspirator dan penggerak pencegahan stunting.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut mengatakan, konsep Bergerak Bersama menjadi kunci dalam pelaksanaan program pembangunan di Kota Semarang, termasuk dalam penanganan stunting

"Jadi bagaimana semua stakeholder, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, BKKBN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ini semua bergerak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) semua melakukan kegiatan yang bersama-sama," terangnya lewat keterangan persnya, Senin (17/7/2023).

Hal tersebut disampaikan Mbak Ita saat menghadiri acara pemberian penghargaan yang diselenggarakan di Studio 1 Kompas TV, Jakarta, Senin.

Dia juga mengakui besarnya peran generasi muda dalam mendukung program pengentasan persoalan stunting

Baca juga: Menteri PPPA dan Wali Kota Semarang Serap Aspirasi Anak-anak

"Di Kota Semarang ada yang namanya Genre. Beberapa waktu yang lalu mereka dikumpulkan Pak Hasto (Kepala BKKBN) agar generasi muda mengajak teman-temannya supaya tidak menikah muda seperti yang disampaikan Ibu Megawati," katanya dalam siaran pers.

Mbak Ita juga membeberkan beberapa inovasi Pemkot Semarang dalam menurunkan tingkat stunting, seperti program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang terinspirasi dari Megawati. 

"Beliau membimbing kami untuk membuat resep-resep makanan bergizi yang tidak menggunakan produk luar negeri," terangnya.

Adapun Megawati bersama Mbak Ita menjadi penerima penghargaan inspirator dan penggerak cegah stunting

Keduanya dinilai berhasil menggerakkan seluruh kepala daerah di Indonesia serta para kader perempuan untuk bergotong royong dan bersama-sama mencegah stunting

Baca juga: Di Hadapan Pejabat Negara Asean, Walkot Ita Paparkan Progres Pengembangan Smart City Kota Semarang

“Bu Mega telah membuat resep masakan menu stunting yang dibantu Bu Ita (Walkot Semarang). Bu Bintang (Menteri PPPA) membuat resep masakan yang sederhana dan bahan lokal di seluruh Indonesia,” terang Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Hasto mengatakan, perempuan memiliki peran luar biasa, mulai dari Megawati hingga Mbak Ita. Dia bahkan menyanjung Mba Ita karena telah menjadi walkot perempuan pertama yang turut menciptakan buku menu cegah stunting. 

“Ibu Walkot kita ini pinter masak. Beliau terkenal membuat masakan enak dan mengandung gizi yang seimbang. Dalam membuat buku bersama Bu Bintang saya kira perannya sangat luar biasa,”ujarnya. 

Hasto menambahkan, peran perempuan sangat krusial karena memanfaatkan penganan lokal sebagai bagian penting dalam percepatan penanganan stunting.

Baca juga: Mbak Ita Berencana Ubah Taman Tegalsari dan Wonderia Jadi Taman Pasif untuk Publik

BKKBN juga memberikan penghargaan kepada tokoh lain sebagai penggerak cegah stunting di Indonesia, yakni Istri Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-21 Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati atau akrab disapa Hetty Andika Perkasa dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi.

BKKBN juga menyelenggarakan gerakan donasi untuk mencegah stunting dengan slogan #cukupduatelur di 34 provinsi seluruh Indonesia. 

Slogan #cukupduatelur dimaksudkan untuk memberi asupan telur sebagai makanan yang bergizi dan kaya nutrisi pada anak risiko stunting. 

Sasarannya adalah anak-anak dengan risiko stunting usia 6-24 bulan akan mendapat satu telur setiap hari selama enam bulan. 

Sementara itu, para ibu yang menyusui juga mendapat asupan telur sebanyak satu telur setiap hari selama satu bulan.

Baca juga: Inflasi Kota Semarang pada Idul Adha Terendah Se-Nasional, Walkot Ita: Ini Peristiwa Langka

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com