Tim PKK Semarang Siap Bertarung dalam Lomba Tingkat Nasional

Kompas.com - 03/08/2017, 15:30 WIB

 

KOMPAS.com - Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK) Kota Semarang terpilih mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK tingkat nasional. PKK Kelurahan Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah mewakili PKK Jawa Tengah untuk bersaing dalam lomba UP2K PKK tingkat nasional.

Ketua Tim Penilai lomba UP2K, Budi Lestari Sulaiman, mengatakan penilaian dilakukan sebagai bentuk evaluasi. Lomba itu untuk memotivasi peningkatan pencapaian pelaksanaan program PKK. Sehingga, gerakan PKK dapat lebih berguna untuk kesejateraan keluarga.

“Nantinya setelah ditetapkan menjadi juara 1,2 dan 3 (tim) akan memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan dan piagam. Penghargaan berupa uang pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dan dapat mendukung pelaksana kegiatan,” kata Budi Lestari Sulaiman seperti rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (3/8/2017).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, menerima tim penilai lomba UP2K dari PKK pusat yang melakukan uji lapangan dan menilai peserta lomba. Tim yang dipimpin Budi Lestari Sulaiman dan Irena Rosalinda itu berjumlah tujuh orang.

Wakil Walikota, Hevearita G. Rahayu, berharap upaya tim PKK Keluarahan Pendrikan Lor memenuhi standar penilaian.

“Kami ucapkan, sugeng rawuh kepada Tim Penilai Pusat. Silakan melihat langsung kondisi (tim PKK) Kelurahan Pendrikan Lor, terkait lomba UP2K PKK ini. Semoga apa yang dilihat tim penilai sesuai harapan,” ujarnya Rabu (2/8/2017) lalu di Gedung PKK Kota Semarang.

Hevearita meminta tim penilai untuk menggali potensi dan kemampuan para kader UP2K PKK secara optimal. Sehingga, penilaian berlangsung secara obyektif.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, mengatakan Kota Semarang memiliki demografi yang unik. Wilayah Semarang berupa laut, daratan dan perbukitan.

Oleh karena itu, PKK Kota Semarang berupaya selalu menyesuaikan program dengan keadaan lingkungan.

"Di wilayah perairan, kami akan mengangkat potensi laut. Sedangkan, di wilayah Gunungpati yang masih memiliki lahan luas, kami angkat buah dan sayur” katanya.

Pada 2016, dia menambahkan, tim penggerak PKK Kota Semarang meraih Upakarti Utama untuk tertib administrasi. Kota Semarang diakui sebagai kota yang memiliki inovasi dalam dalam komputerisasi surat masuk dan surat keluar.

Terkini Lainnya
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Semarang
Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Semarang
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com