Warga Semarang Kian Bahagia

Kompas.com - Sabtu, 15 Juli 2017
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan seorang warga Semarang terkait proses layanan publik di kota itu. Berdasarkan data BPS, indeks pembangunan manusia Kota Semarang meningkat hingga 81,19 persen pada 2016.NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan seorang warga Semarang terkait proses layanan publik di kota itu. Berdasarkan data BPS, indeks pembangunan manusia Kota Semarang meningkat hingga 81,19 persen pada 2016.

SEMARANG, KOMPAS.com - Indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Semarang, Jawa Tengah terus meningkat setiap tahun. Jika pada 2011, IPM di Kota itu tercatat 77,58 persen, maka pada 2016, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, IPM Kota Semarang meningkat menjadi 81,19 persen.

Pemerintah Kota Semarang sendiri berfokus untuk meningkatkan IPM karena menjadi tolok ukur pembangunan suatu wilayah.

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat. Untuk meningkatkan layanan itu, sejumlah inovasi dalam pemerintahan diterapkan.

Meningkatnya IPM juga sejalan dengan meningkatnya indeks kebahagiaan warganya. Pada 2016, indeks kebahagiaan warga Kota Semarang sebesar 71,55 persen dari skala 0-100 persen. Dengan capaian itu, warga Semarang pun tercatat kian bahagia.

Dari 10 variabel yang digunakan untuk merefleksikan kebahagiaan individu, meliputi : (1) kesehatan, (2) pendidikan, (3) pendapatan rumah tangga, (4) lingkungan dan kemanan, (5) keharmonisan keluarga, (6) hubungan sosial, (7) ketersediaan waktu luang, (8) rumah dan aset, (9) afeksi, dan (10) kebahagiaan hidup, rata-rata berada diatas 70 persen. Variabel persepsi keharmonisan keluarga memiliki kontribusi terbesar dengan nilai 77,35 persen.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan inovasi program yang tepat pada tujuannya menjadi kunci pembangunan masyarakat. Program berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hendrar mengatakan, kebahagiaan warga terlihat misalnya dari hubungan yang baik antara pemerintah dan warga dalam menciptakan kampung tematik. Hubungan partisipatif itu menghasilkan sejumlah kampung yang menarik, seperti Kampung Jamu, Kampung Batik, Kampung Seni, Kampung Pelangi, hingga Kampung Jawi.

"Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mendorong perputaran ekonomi dari lingkup terkecil itu salah satu kuncinya," kata Hendrar, akhir pekan ini (15/7/2017).

Salah satu program kampung tematik bahkan telah mencuri panggung dunia internasional. Kampung Pelangi di Gunung Brintik, Kelurahan Wonosari menjadi sorotan media internasional karena berhasil mengubah kawasan kampung kumuh menjadi destinasi wisata populer.

Warga setempat pun mendapat imbal positif karena perekonomian setempat yang berputar. Alhasil, kesejahteraan dan kebahagiaan warganya meningkat.

Selain penciptaan kampung tematik, inovasi berupa kredit berbunga rendah tiga persen per tahun menggerakkan dunia usaha dan usaha kecil dan menengah di Kota Semarang.

Hendrar menambahkan, apresiasi dari berbagai pihak menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota Jawa Tengah berada di koridor yang tepat. "Semoga apa yang dilakukan di Kota Semarang dapat menginspirasi daerah lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya," tambahnya.

Capaian-capaian itu antara lain penghargaan Pastika Parama dari Kementrian Kesehatan RI, penghargaan sebagai Tokoh Utama Penggerak Koperasi, pengakuan atas pelayanan publik terbaik bertajuk WOW public Service Excellence Award Jawa Tengah 2017 dan penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Penghargaan Manggala Karya Kencana diberikan karena Pemerintah setempat dinilai sukses meningkatkan kesejahteraan kependudukan melalui pembangunan keluarga. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan pemerintah Kota Semarang. (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)


EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021
semarang
Bersama “Gercep”, Walkot dan Ketua TP-PKK Semarang Aktif Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
Bersama “Gercep”, Walkot dan Ketua TP-PKK Semarang Aktif Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus
semarang
Walkot Hendi: Covid-19 Munculkan Persoalan Sosial Baru bagi Anak yang Kehilangan Orangtua
Walkot Hendi: Covid-19 Munculkan Persoalan Sosial Baru bagi Anak yang Kehilangan Orangtua
semarang
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan
semarang
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini
semarang
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya
semarang
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya
semarang
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling
semarang
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan
semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
BIN Donasikan Mobile Lab dan Vaksin untuk Kota Semarang
semarang
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
Pemkot Semarang Dapat Alokasi 2.000 Dosis Vaksin Per Hari dari TNI
semarang
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
Tingkatkan Target Penurunan Mobilitas Warga, Kota Semarang Akan Perbanyak Titik Penyekatan
semarang
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
Tegur Satpol PP yang Semprot Tempat Usaha, Walkot Hendi: Sampaikan dengan Santun
semarang
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
Dukung PPKM Darurat, Walkot Hendi Buka Kuota 20 Persen Vaksinasi Tanpa Pendaftaran
semarang
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
Hari Pertama PPKM Darurat di Semarang, Walkot Hendi: Restoran Boleh Buka, Tapi Malnya Harus Tutup
semarang