Ini Siasat Semarang Mengurai Kemacetan Lebaran

Kompas.com - 27/06/2017, 12:32 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com -Kepadatan lalu lintas di Kota Semarang, Jawa Tengah saat arus mudik tak terhindarkan. Pengaturan lalu lintas khusus disiapkan untuk mengatasi kemacetan selama libur Lebaran.

Kota Semarang merupakan satu-satunya pintu akses bagi pemudik yang hendak ke Solo, ataupun ke Surabaya. Di wilayah perbatasan Kabupaten Kendal-Kota Semarang, tidak ada jalur alternatif seperti halnya jalan arteri.

Jalan di sisi pantai itu atau jalan lingkar luas baru ada ketika hendak masuk wilayah kota. Wilayah perbatasan kerap mengalami antrean kendaraan yang amat padat.

Sistem rekayasa lalu lintas contra flow atau lawan arus dengan perbandingan 3:1 diterapkan. Selain itu, Semarang punya cara jitu dengan memaksimalkan tolo-tolo.

Tolo-tolo merupakan bambu dan tali tambang yang dirangkai, sebagai penutup jalur perlintasan putar arah, belok kanan dan belok kiri.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, tolo-tolo digunakan untuk menyiasati kekurangan traffic cone atau kerucut jalan. Tolo-tolo diletakkan di sepanjang jalur mudik, di wilayah perbatasan Kendal-Kota Semarang. Mulai dari Terminal Mangkang  sampai wilayah Bundaran Kalibanteng Semarang.

Tolo-tolo dinilai berhasil menjadi alat pengaturan contra flow di jalur tersebut. Arus mudik dari Jakarta menuju ke Solo atau Jawa Timur tidak mengalami kemacetan. Penumpukan kendaraan pun tidak terjadi.

"Kami menutup semua titik crossing median jalan. Meski perlengkapan terbatas, akhirnya tolo-tolo dari bambu, semen cor-coran dan tali sangat bermanfaat mengurai kemacetan," kata Hendrar.

Para pengendara yang ingin memutar harus menempuh jalur lebih jauh. Pasalnya, dari Mangkang hingga Jrakah harus berputar di tempat yang lebih jauh.

Selain mengandalkan tolo-tolo, Pemerintah Kota Semarang juga memantau arus lalu lintas melalui pos ATCS Lalu Lintas Semarang, di ruang audio visual Pusat Informasi Publik Kota Semarang. Di pusat kontrol, terlihat titik mana yang mengalami kepadatan. Pengambilan keputusan pun bisa dilakukan dengan cepat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Khadik mengatakan, seluruh sumber daya dikerahkan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas saat musim mudik.

Flyover Jatingaleh menjadi jalan fungsional saat arus mudik 2017. Pembukaan dan penggunaan flyover itu ternyata membantu memperlancar arus di Kawasan Gombel Semarang.

"Sebelum Lebaran, flyover Jatingaleh ternyata sudah bisa digunakan dan itu sangat membantu. Flyover dibuka hingga H+10 dan H+11 saat arus balik," ujarnya.

Namun flyover yang digunakan hanya dari depan kantor PLN. Jalan di depan Pasar Jatingaleh masih belum tuntas pengerjaannya.

"Bulan Agustus akan selesai secara menyeluruh," ujar Khadik.

Bebas rob

NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Jalan Pantura Kaligawe Semarang bebas banjir rob pada H-2 Lebaran

Selain macet, masalah mudik di Kota Semarang yaitu adanya banjir rob di jalan nasional Kaligawe, Semarang. Berdasarkan pantauan pada H-2 hingga H+1 Lebaran, banjir rob sudah tidak lagi mengggenangi jalur itu.

Pemudik pun bebas melaju kendaraannya tanpa takut terkena limpasan air bah. Para petugas pompa yang berjaga sepanjang waktu memastikan jalanan bebas dari air rob.

Air laut sengaja dibendung agar tidak masuk ke darat. Salah satunya, dengan membangun tanggul di Kali Sringin Baru. Tanggul juga dibuat di belakang Terminal Terboyo, tepatnya di belakang Rumah Sakit Islam Sultan Agung

"Alhamdulillah selama seminggu kering (dari air rob). Yang pasti ini kerja keras semua pihak," ujar Hendrar.

Jalan bebas rob, sambung dia, juga bentuk komitmen menjamin pemudik pulang dengan lancar. Tidak ada gangguan lalu lintas, tidak ada gangguan rob banjir, tidak ada gangguan apapun selama di jalanan kota Semarang.

Kepolisian mengatur lalu lintas

NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Kondisi lalu lintas H-4 di jalur Pantura Semarang padat namun lancar

Wali Kota Semarang mengapresiasi kerja kepolisian dan instansi terkait mengatur sistem lalu lintas saat arus mudik. Polisi berperan penting dalam menekan kepadatan kendaraan.

Polisi bekerja dengan memasang traffic cone untuk mengatur contra flow, hingga menurunkan anggotanya di sejumlah titik penting.

Pada H-2 Lebaran, atau pada Jumat (23/6/2017) siang, polisi memberlakukan sistem lawan arus 3:1. Contra flow berlaku di wilayah Mangkang, Semarang, karena arus lalu lintas jalur pantura Semarang padat merayap.

Kendaraan pemudik diarahkan melawan arus hingga berakhir di gerbang Kota Semarang di wilayah Mangkang. Di titik itu, lajur kembali normal 2:2 baik dari arah Kendal ke Semarang atau sebaliknya. Di Mangkang, volume kendaraan yang masuk sangat tinggi.

Kendaraan terpantau ramai lancar, hingga tersendat di beberapa titik. Polisi juga memperlakukan sistem contra flow di Jalan Walisongo, Semarang.

"Sejak Kamis malam, volume kendaraan meningkat sekitar 50 persen," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, Ajun Komisaris Besar Catur Gatot Efendi. (KONTRIBUTOR SEMARANG/ NAZAR NURDIN)

Terkini Lainnya
Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Angin Kencang Tumbangkan 86 Pohon, Pemkot Semarang Lakukan Evakuasi Semalam Suntuk

Semarang
Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Pemkot Semarang Rombak Sistem Musrenbang, Perkuat Aspirasi dan Lindungi Aparatur

Semarang
Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Antisipasi Lonjakan Harga Lebaran, Wali Kota Semarang Siapkan Pasar Murah Keliling

Semarang
Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Bidik Masa Depan Hijau, Pemkot Semarang Masifkan Bus Listrik dan Benahi Banjir Pusat Kota

Semarang
Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Pemkot Semarang Revisi Perwal Musrenbang, Pendekatan Alokatif Diganti Aspiratif

Semarang
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com