Harga Diri Bangsa, BMKG Pastikan Asap Karhutla Riau Tak Lintasi Negara Tetangga

Kompas.com - 22/07/2025, 18:08 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Tri Handoko Seto menegaskan, hingga saat ini, tidak ada sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Indonesia yang melintasi batas negara menuju wilayah negara tetangga. 

“Terkait asap, pagi tadi saya mengecek seluruh data di BMKG. Tidak ada asap-asap di wilayah Indonesia yang sampai ke negara tetangga,” katanya dalam sebuah rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di Gedung Daerah Balai Serindit Pekanbaru, Riau, Selasa (22/7/2025).

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Riau mengalami kebakaran lahan gambut yang menimbulkan asap tebal. Berdasarkan citra satelit BMKG Pekanbaru, asap tersebut sempat bergerak ke arah Malaysia, tetapi tidak bertahan lama di wilayah negara tetangga itu.

Tri menambahkan, data lain terkait karhutla akan dikoordinasikan dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Dia menjelaskan, BMKG secara rutin memantau pergerakan awan dan melakukan pengawasan ketat untuk mencegah asap lintas batas. Upaya tersebut juga didukung dengan penerapan teknologi modifikasi cuaca.

Baca juga: Kebakaran Hutan Makin Meningkat, Riau Tetapkan Status Tanggap Darurat

“Tentu BMKG dengan kemampuan teknologinya, modifikasi cuaca akan terus kami lakukan,” ungkap Tri. 

Tri mengatakan, pemantauan dilakukan tidak hanya di Riau, tetapi juga di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

“Semua akan kami lakukan supaya asap di Indonesia ini tidak terekspor keluar. Ya, ini harga diri bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tri menerangkan, BMKG memiliki sistem pemantauan dan prediksi cuaca yang terintegrasi, mencakup proyeksi hingga jam per jam. 

Pemantauan itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran dan mengarahkan operasi penyemaian awan secara tepat sasaran.

Di sisi lain, hasil dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini menunjukkan hasil positif. 

Baca juga: Negara Tetangga Protes Asap Riau, BNPB: Kadang Kita Jadi Kambing Hitam

Hujan mulai turun di beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan dan kebakaran.

“Hari ini, setelah kemarin kami melakukan operasi modifikasi cuaca bersama dengan BNPB, maka hujannya sudah lumayan,” kata Tri. 

Dia menyebutkan, meski saat ini menuju puncak musim kemarau, BMKG memberikan perlakuan khusus pada awan agar hujan yang turun cukup deras.

Menurut Tri, langkah itu akan terus dilanjutkan dan disesuaikan dengan perkembangan cuaca serta kebutuhan daerah terdampak. Setiap operasi TMC dirancang untuk mendukung pemadaman karhutla dan mengurangi polusi udara secara signifikan.

Tri menyebutkan, BMKG akan terus melakukan pemantauan dan prediksi cuaca, baik untuk periode tiga bulan ke depan, satu bulan ke depan, hingga jam per jam.

Baca juga: Cerita Warga Terdampak Asap Karhutla di Riau: Sesak Napas hingga Tak Boleh Buka Pintu

“Ya, hasilnya sudah lumayan, akan terus kami lanjutkan dan nanti akan kami pantau terus," ujarnya.

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com