Video Pacu Jalur Kuansing Viral, Gubernur Riau: Bukti Nilai Budaya Tertanam di Generasi Muda

Kompas.com - 05/07/2025, 18:15 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Video pacu jalur atau perlombaan mendayung tradisional khas Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) belakangan ini viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersyukur dan bangga karena budaya pacu jalur semakin digemari masyarakat, termasuk generasi muda.

“Dengan begitu, ketika anak-anak ini sudah besar, mereka tidak akan tercabut dari akar dan nilai-nilai budayanya, dari roh serta jiwa yang terkait dengan pengetahuan budaya dan adat,” ujarnya di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jalan Diponegoro Pekanbaru, Sabtu (5/7/2025).

Baca juga: Kisah Rayyan, Bocah Penari di Ujung Sampan yang Bikin Pacu Jalur Kuansing Mendunia

Terkait video yang viral, Abdul Wahid menilai fenomena tersebut bukan sekadar tren, melainkan pertanda baik bahwa nilai-nilai budaya mulai mengakar hingga ke generasi muda.

"Viralnya video tersebut berarti kita telah menanamkan nilai-nilai budaya itu sampai semua level. Jadi bukan hanya level dewasa, tetapi anak-anak," katanya. 

Abdul Wahid menjelaskan, budaya bukan hanya milik orang dewasa, tetapi menjadi warisan hidup yang secara tidak langsung telah melekat pada anak-anak dan remaja.

Dia menambahkan, salah satu kunci penting dalam pelestarian budaya adalah pewarisan lintas generasi. 

Baca juga: Sejarah dan Keunikan Pacu Jalur Riau yang Kini Go Internasional

"Budaya tidak boleh berhenti di satu titik usia, tetapi harus terus diwariskan kepada anak-anak sejak dini," imbuh Abdul Wahid.

Menurutnya, transformasi budaya perlu dilakukan agar nilai-nilai budaya dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Tentu saja, saya merasa terbantu sebagai Gubri untuk mengembangkan adat dan budaya Riau," jelas Abdul Wahid.

Identitas budaya

Adapun pacu jalur tidak hanya menjadi ajang olahraga lokal, tetapi juga identitas budaya yang mempersatukan masyarakat Riau lintas generasi. Pada 2025, pacu jalur akan dilaksanakan pada 20-24 Agustus mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat menerangkan, pacu jalur adalah perlombaan mendayung perahu panjang yang menjadi puncak acara kebudayaan tahunan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). 

Baca juga: Pacu Jalur Mendunia, Jumlah Wisatawan ke Kuansing Riau Meningkat Tajam

Sebuah jalur bisa mencapai panjang 25-40 meter (m) dan diawaki 40 hingga 60 orang yang disebut “anak pacu”.

" Pacu jalur adalah simbol kekuatan, kekompakan, dan kebanggaan masyarakat Kuansing," terang Roni.

Ia juga mengaku bahagia dan bangga karena pacu jalur semakin mendunia setelah viral di berbagai platform media sosial.

Menurut Roni, hal tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal Riau punya daya pikat yang bersifat universal dan mampu bersaing di tingkat internasional.

"Fenomena ini juga menjadi momentum emas untuk semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Riau dan Kuantan Singingi, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat lokal terhadap budayanya sendiri," jelasnya.

Baca juga: Kapan dan di Mana Lokasi Pacu Jalur? Berikut Info dan Keunikannya

Viralnya video "Aura Farming" yang meniru gerakan Anak Coki dalam perlombaan pacu jalur di media sosial diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya Riau ke level nasional hingga mancanegara.

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com