Pemprov Riau Jajaki Peluang Kerja Sama Kredit Karbon dengan ART TREES, Siap Masuki Pasar Karbon Dunia

Kompas.com - 25/06/2025, 15:37 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjajaki peluang kerja sama dengan ART TREES, sebuah perusahaan yang memiliki lisensi dan metodologi penghitungan karbon kredit terkemuka di dunia.

Architecture for REDD+ Transactions (ART) adalah organisasi yang menyediakan standar dan kerangka kerja untuk Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) di tingkat yurisdiksi.

Sementara itu, The Environmental Excellence Standard for REDD+ (TREES) merupakan standar yang dikembangkan oleh ART untuk mengukur, memantau, melaporkan, dan memverifikasi hasil pengurangan dan penyerapan emisi dari kegiatan REDD+.

Inisiasi kerja sama tersebut bermula dari pertemuan antara Pemprov Riau dan ART TREES pada hari kedua rangkaian kegiatan London Climate Action Week 2025.

Baca juga: Riau for Green Melesat ke London, Pengamat Apresiasi Langkah Gubernur Abdul Wahid

Pertemuan itu dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan Haruni Krisnawati, selaku perwakilan dari Indonesia.

Pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah metodologi yang akan digunakan untuk menghitung kredit karbon di wilayah Riau.

Selain metode penghitungan, pertemuan tersebut juga membahas program, persyaratan, dan peluang kerja sama antara pemerintah Indonesia, Pemprov Riau, dan ART TREES ke depan.

Dalam sesi tersebut, Managing Director ART TREES, Cristina Magerkurth mengapresiasi langkah Pemprov Riau dalam penerapan skema kredit karbon di wilayahnya.

Baca juga: Gubernur Riau Unjuk Kepemimpinan Hijau di London, Dilirik Investor Pasar Karbon Dunia

“Dua jam pertemuan dengan pemerintah Indonesia, khususnya Pemprov Riau, merupakan pertemuan yang berharga. Kami berharap Pemprov Riau bisa membuat keputusan terbaik untuk bergerak maju dalam menghadapi perubahan iklim," ungkapnya melalui siaran pers, Rabu (25/6/2025).

Cristina juga menyebut bahwa pendampingan dari United Nations Environment Programme (UNEP) merupakan langkah baik sekaligus fondasi penting dalam menentukan metode penghitungan karbon yang tepat.

Ia menyampaikan harapan besar untuk dapat menjalin kerja sama dengan Pemprov Riau ke depan.

Baca juga: Sempat Jadi Tanah yang Terbakar, Kini Riau Jadi Agen Diplomasi Hijau

Kondisi karbon di Riau

Terkait tingkat emisi karbon di wilayah Riau, data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau 2024 mencatatkan baseline karbon sebesar 174 juta ton karbon dioksida (CO²).

Informasi tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Purnama Irawansyah.

Ia menjelaskan bahwa sesuai target nasional, Pemprov Riau berkewajiban menurunkan emisi sebesar 39 persen secara mandiri dan hingga 43 persen dengan dukungan internasional.

"Jika Riau berhasil menurunkan emisi sebesar 43 persen dengan bantuan internasional, maka keuntungan yang akan diterima sebanding dengan angka itu” jelas Purnama.

Baca juga: Dirjen TKPR Kaji Ulang Rencana Pinjaman ADB untuk Sejuta Rumah Rendah Emisi

Targetkan pasar wajib karbon dunia

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Gubernur Riau Abdul Wahid membuat terobosan dengan membuka jaringan investasi karbon melalui pasar wajib karbon internasional.

Pasar wajib (compliance market) adalah pasar yang diatur pemerintah dan berlaku bagi entitas yang diwajibkan menurunkan emisi sesuai regulasi dan perjanjian internasional, seperti yang diatur dalam Pasal 6 Paris Agreement.

Untuk mengakses pasar wajib ini, pemerintah daerah perlu berkolaborasi dengan pemerintah pusat guna memperkenalkan yurisdiksi yang potensial.

Langkah tersebut diambil Abdul Wahid sebagai solusi inovatif menghadapi keterbatasan fiskal.

Pendapatan dari penjualan kredit karbon dapat digunakan untuk mendukung berbagai program lingkungan, termasuk pembangunan sektor kehutanan, pertanian, lahan, transportasi, dan lingkungan hidup.

Baca juga: Eropa Dapat Peringatan, Diminta Pertahankan Target Iklim, Hindari Kredit Karbon Murah

Terkini Lainnya
Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Ketika Riau Berdoa Bersama Lintas Agama untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Riau
Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Pemprov Riau Salurkan Bantuan Uang Tunai Rp 3 Miliar untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Riau
Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Antisipasi Potensi Bencana Alam dan Nataru, Pemprov Riau Siapkan Langkah Strategis

Riau
Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Plt Gubernur Riau Beri Semangat 7 Pasien Rujukan ke Jakarta, Pastikan Biaya Ditanggung Pemprov

Riau
Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Pemprov Riau Tepis Isu “Bersih-bersih” Pejabat Warisan Eks Gubernur: Itu Hoaks dan Fitnah

Riau
Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Peringati Hari Guru Nasional, Plt Gubernur Riau Dorong Inovasi dan Kesejahteraan Guru

Riau
Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Plt Gubri Tegaskan Birokrasi Riau Stabil meski Ada Kekosongan Jabatan

Riau
Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Pemprov Riau Luncurkan Operasi P4GN, Targetkan Generasi Muda Terlindungi

Riau
Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Plt Gubernur Riau Pastikan Asesmen Pejabat Jalan Terus, Pengisian Jabatan Kosong Dipercepat

Riau
Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Peringati Hari Pahlawan, Plt Gubernur Riau: Momentum Bangkitkan Semangat untuk Membangun

Riau
Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Plt Gubernur Riau Hadiri Rakorendal BNPP

Riau
Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Pemprov Riau Apresiasi 9 Kabupaten/Kota yang Sukses Raih Penghargaan UHC

Riau
Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Peringati HKN Ke-61, Pemprov Riau Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Masa Depan

Riau
Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Dukung Percepatan Proyek Roro Dumai–Melaka, Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan IMT-GT

Riau
Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Konferensi Wakaf Internasional Dorong Kebangkitan Wakaf di Riau

Riau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com