Pemkab Bandung Bersama BGN Gelar Panen Perdana Gertaman

Kompas.com - 19/03/2026, 17:21 WIB
Hotria Mariana,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.comBupati Bandung Dadang Supriatna bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menggelar panen perdana program Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) di areal Rumah Dinas Bupati, Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Soreang, Kamis (19/3/2026).

Berbagai komoditas sayuran berhasil dipanen dalam kesempatan tersebut, mulai dari pakcoi, seledri, bayam, kangkung, hingga ubi jalar.

Gertaman sendiri resmi diluncurkan pada 23 Desember 2025 di Kantor Kecamatan Soreang. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah dan kantor yang selama ini tidak produktif dengan ditanami komoditas bernilai ekonomi dan berumur panen singkat.

Komoditas yang ditanam mencakup cabai merah, cabai rawit, wortel, kol, pakcoi, bayam, dan terong. Pemilihan komoditas tersebut didasarkan pada kebutuhan pasar sekaligus kemampuan adaptasi tanaman di lingkungan pekarangan.

Baca juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Bupati Bandung Instruksikan ASN Belanja Produk IKM dan Pasar Rakyat

Dadang menjelaskan, Gertaman merupakan upaya nyata Pemkab Bandung dalam mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto sekaligus memperkuat suplai Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah, setelah diluncurkan pada Desember tahun lalu (2025), hari ini kami bisa melaksanakan panen perdana bersama Bapak Wakil Kepala BGN. Hasil panennya luar biasa," ujar bupati yang akrab disapa Kang DS itu dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/3/2026).

Peluang ekonomi dari surplus panen

Hasil panen Gertaman yang melebihi kebutuhan keluarga dapat langsung disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari rantai pasok program MBG.

Dengan begitu, warga tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berpotensi memperoleh penghasilan tambahan.

Baca juga: Satu Tahun Jabatan, Bupati Bandung Pangkas Anggaran Dinas demi Amankan Janji Politik

Kang DS menyebut, perputaran uang dari program MBG di Kabupaten Bandung mencapai Rp 5,4 triliun per tahun. Menurutnya, angka ini menjadi peluang besar bagi masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam Gertaman.

"Saya optimistis nanti hasil panen masyarakat juga akan memenuhi kebutuhan MBG karena kebutuhannya sangat besar," kata Kang DS.

Apresiasi BGN dan potensi replikasi nasional

Sony mengapresiasi Gertaman sebagai inovasi yang layak dicontoh daerah lain. Menurutnya, program ini merupakan langkah cerdas karena secara bersamaan memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Sony juga menyoroti dampak ekonomi ganda dari program ini. Selain membantu memasok kebutuhan SPPG, Gertaman memberi penghasilan tambahan bagi warga yang menjual surplus hasil panennya.

Baca juga: Belajar dari Bali dan Yogyakarta, Kabupaten Bandung Targetkan Tradisi Lokal ke Panggung Global

"Inovasi ini layak dicontoh dan dikembangkan oleh daerah lain, karena hasil panen Gertaman dapat disalurkan ke SPPG sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Inovasi Pak Bupati luar biasa," ujar Sony.

Kang DS pun mengajak seluruh warga Kabupaten Bandung untuk ikut bergerak.

"Mari bersama-sama memanfaatkan halaman rumah untuk ditanami tanaman dan sayuran yang produktif. Dengan begitu, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah," ucapnya.

Terkini Lainnya
Pemkab Bandung Bersama BGN Gelar Panen Perdana Gertaman

Pemkab Bandung Bersama BGN Gelar Panen Perdana Gertaman

Kabupaten Bandung
Transformasi Ekonomi Desa, Pemkab Bandung Tekankan Pentingnya Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Transformasi Ekonomi Desa, Pemkab Bandung Tekankan Pentingnya Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Kabupaten Bandung
Tindaklanjuti Kebijakan Pengelolaan Sampah, Pemkab Bandung Tinjau TPS di Pasar Baleendah

Tindaklanjuti Kebijakan Pengelolaan Sampah, Pemkab Bandung Tinjau TPS di Pasar Baleendah

Kabupaten Bandung
Di PRB 2024, Pemkab Bandung Terima Hibah dari BNPB untuk Pascabencana dan Penanganan Gempa

Di PRB 2024, Pemkab Bandung Terima Hibah dari BNPB untuk Pascabencana dan Penanganan Gempa

Kabupaten Bandung
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Komitmen Pemkab Bandung untuk Lingkungan

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Komitmen Pemkab Bandung untuk Lingkungan

Kabupaten Bandung
Pusat Pelatihan Atletik Diresmikan di Pangalengan, Ada Fasilitas Gym, Air Panas, hingga Asrama

Pusat Pelatihan Atletik Diresmikan di Pangalengan, Ada Fasilitas Gym, Air Panas, hingga Asrama

Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Raih Juara 1 The Asset Manager 2024, Prestasi dalam Pengelolaan Aset

Pemkab Bandung Raih Juara 1 The Asset Manager 2024, Prestasi dalam Pengelolaan Aset

Kabupaten Bandung
BRIS 2024 Resmi Dibuka, Upaya Pemkab Bandung Dorong Investasi Berkelanjutan

BRIS 2024 Resmi Dibuka, Upaya Pemkab Bandung Dorong Investasi Berkelanjutan

Kabupaten Bandung
Waspada Gempa Megathrust dan Musim Hujan, Pemkab Bandung Minta Warga Siap Mitigasi

Waspada Gempa Megathrust dan Musim Hujan, Pemkab Bandung Minta Warga Siap Mitigasi

Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Tekankan Pengurangan Sampah dari Sumber, Inisiatif Berbasis Rumah Tangga

Pemkab Bandung Tekankan Pengurangan Sampah dari Sumber, Inisiatif Berbasis Rumah Tangga

Kabupaten Bandung
Kondisi Terkini Gempa Kertasari, BPBD Ganti Dapur Dengan Dapur Mandiri hingga Pengungsi Kembali ke Rumah

Kondisi Terkini Gempa Kertasari, BPBD Ganti Dapur Dengan Dapur Mandiri hingga Pengungsi Kembali ke Rumah

Kabupaten Bandung
Evaluasi Tanggap Darurat Gempa Kertasari, Pjs Bupati Bandung: Pelayanan Dasar Jadi Prioritas

Evaluasi Tanggap Darurat Gempa Kertasari, Pjs Bupati Bandung: Pelayanan Dasar Jadi Prioritas

Kabupaten Bandung
Sejak Kang DS Menjabat Bupati, IPM Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif

Sejak Kang DS Menjabat Bupati, IPM Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif

Kabupaten Bandung
Berduka bersama Korban Gempa Kertasari, Kang DS Ikut Takziah Bocah Berusia 4 Tahun

Berduka bersama Korban Gempa Kertasari, Kang DS Ikut Takziah Bocah Berusia 4 Tahun

Kabupaten Bandung
Haji Cucun Apresiasi Langkah Cepat Bupati Bandung Tangani Gempa Kertasari 

Haji Cucun Apresiasi Langkah Cepat Bupati Bandung Tangani Gempa Kertasari 

Kabupaten Bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com