Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Kompas.com - 15/09/2022, 21:36 WIB
A P Sari

Penulis

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Pasar Peterongan. Selasa (5/7/2022)KOMPAS.com/Muchammad Dafi Yusuf Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Pasar Peterongan. Selasa (5/7/2022)

KOMPAS.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah (Jateng) Rahmat Dwi Saputra memastikan inflasi di Jateng masih terkendali.

Ia menyebutkan, inflasi year-to-date (YtD) atau tahun kalender Januari-Agustus 2022 adalah 3,87 persen. Angka ini merupakan terendah ketiga setelah DKI Jakarta dan Banten.

Rahmat menyebut, ada beberapa metode penghitungan inflasi. Pertama melalui metode YtD dan year-on-year (YoY) atau tahun ke tahun.

Ia menjelaskan, secara YoY, inflasi di Jateng mencapai 5,03 persen (Agustus 2021-Agustus 2022). Sementara metode hitungan tahun kalender, inflasi Jateng berada pada angka 3,87 persen.

"Kalau dihitung dari Januari sampai Agustus 2022 (inflasi) relatif kecil yakni 3,87 persen,” kata Rahmat, dikutip dari keterangan persnya, Kamis (12/9/2022).

Angka itu, sebut dia, masih dalam sasaran inflasi nasional atau 3 persen plus minus 1 persen.

Baca juga: Habis Gondol Medali Emas, Paduan Suara Pelajar Ende NTT Nyanyikan Garuda Pancasila di Rumah Ganjar Pranowo

“Artinya realisasi itu masih dalam range. Realisasi tersebut merupakan terendah ketiga setelah DKI dan Banten," jelasnya.

Ia menyebut, inflasi itu didorong karena naiknya sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan cabai hijau.

Salah satu alasan kenaikan barang pokok adalah kondisi cuaca yang memengaruhi pola tanam.

Namun, seiring panen hortikultura, pada Agustus 2022, Jateng justru mengalami deflasi atau penurunan harga.

Deflasi di Jateng kala itu cukup besar yakni -0,39 persen atau di atas deflasi nasional yang hanya -0,21 persen.

Rahmat pun memberikan jawabannya mengenai data yang ditulis Harian Kompas, Kamis (15/9/2022) mengenai inflasi Januari-Agustus 2022 Jateng yang berada pada angka 5,03 persen. Ia menggangap hal itu tidak sepenuhnya benar.

Baca juga: Cegah Kecolongan, Ganjar Minta Disnaker Buka Layanan Pengaduan untuk Penyaluran BSU

"Itu salah, harusnya itu YoY yang 5,03 persen. Kalau untuk tahun kalender Januari-Agustus YtD itu 3,87 persen. Kan itu tidak ada keterangan YoY ataupun YtD, kalau mau berimbang harus ada disertakan apakah itu YoY dan YtD," urainya.

Langkah atasi inflasi

Rahmat mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpeluang mengerek inflasi.

Ia pun mengusulkan empat langkah kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Langkah pertama adalah penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk subsidi harga transportasi.

Kedua mempercepat pembahasan dan penyaluran alokasi 2 persen dari Dana Alokasi Umum.

Ketiga, melakukan mekanisme operasi pasar yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan serta subsidi tarif angkutan umum.

Langkah terakhir adalah penyaluran bansos nontunai untuk penerima yang berhak.

Baca juga: Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Kantor Gubernur Jateng, Minta Kenaikan Tarif hingga Asuransi

"Insya Allah dilihat dari inflasi YtD yang cuma 3,87 persen, mudah-mudahan mentok batas atas 4 persen. Agustus juga terjadi deflasi, mudah-mudahan masih rendah untuk inflasinya," ujar Rahmat.

Ia menyebut, jika strategi untuk menekan inflasi tepat, Pemprov Jateng bisa menekan inflasi pada akhir tahun.

Rahmat pun berharap bahwa peran pemerintah dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di Jateng.

Dikatakan Rahmat, pada triwulan II-2022, ekonomi Jateng tumbuh 5,66 persen. Menurutnya, hal ini cukup impresif, karena pada triwulan I-2022, ekonomi Jateng mencatatkan angka 5,12 persen.

"Pertumbuhan didorong konsumsi rumah tangga dan ekspor. Jika daya beli masyarakat dijaga dengan pemberian bansos, subsidi transportasi dan ekspor meningkat, maka di triwulan ke 3 akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi," pungkas Rahmat.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Terjadi 58 Demo di Jateng, Libatkan 10.202 Orang

Terkini Lainnya
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau
Jateng Gayeng
Lepas 11.600 Pemudik Gratis, Pj Gubernur Jateng: Jumlahnya Terus Ditingkatkan
Lepas 11.600 Pemudik Gratis, Pj Gubernur Jateng: Jumlahnya Terus Ditingkatkan
Jateng Gayeng
Pj Gubernur Nana Sudjana: Jateng Siap Sambut Arus Mudik dan Balik Lebaran
Pj Gubernur Nana Sudjana: Jateng Siap Sambut Arus Mudik dan Balik Lebaran
Jateng Gayeng
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Sebut Kinerja Pemprov pada 2023 Meningkat, Berikut Indikator Capaiannya
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Sebut Kinerja Pemprov pada 2023 Meningkat, Berikut Indikator Capaiannya
Jateng Gayeng
Pekan Depan, Pemprov Jateng Bersama BNPB dan Kementerian PUPR Tentukan Langkah Rehabilitasi Usai Bencana Banjir
Pekan Depan, Pemprov Jateng Bersama BNPB dan Kementerian PUPR Tentukan Langkah Rehabilitasi Usai Bencana Banjir
Jateng Gayeng
Tinjau Banjir Bandang di Pekalongan, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp 160 Juta
Tinjau Banjir Bandang di Pekalongan, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Senilai Rp 160 Juta
Jateng Gayeng
Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan
Dapat Penghargaan dari Baznas, Pj Gubernur Jateng Ingin Fokus Entaskan Kemiskinan
Jateng Gayeng
Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Kurangi Beban Pengeluaran hingga Kolaborasi
Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov Jateng Kurangi Beban Pengeluaran hingga Kolaborasi
Jateng Gayeng
Tentukan Arah Pembangunan 20 Tahun ke Depan, Jateng Jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional
Tentukan Arah Pembangunan 20 Tahun ke Depan, Jateng Jadi Penumpu Pangan dan Industri Nasional
Jateng Gayeng
Tinjau Banjir Demak, Pj Gubernur Jateng: Dua Hari Lagi Tanggul Sudah Kuat
Tinjau Banjir Demak, Pj Gubernur Jateng: Dua Hari Lagi Tanggul Sudah Kuat
Jateng Gayeng
Hasil SPI KPK 2023, Jateng Raih Predikat Integritas Tertinggi untuk Provinsi
Hasil SPI KPK 2023, Jateng Raih Predikat Integritas Tertinggi untuk Provinsi
Jateng Gayeng
Kolaborasi dengan BPKP, Pemprov Jateng Akan Miliki Laboratorium Manajemen Risiko dan Kapabilitas
Kolaborasi dengan BPKP, Pemprov Jateng Akan Miliki Laboratorium Manajemen Risiko dan Kapabilitas
Jateng Gayeng
Membanggakan, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Badan Publik Informatif 6 Kali Berturut-turut
Membanggakan, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Badan Publik Informatif 6 Kali Berturut-turut
Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tetap Anggarkan Insentif Guru Keagamaan dan BOSDA di APBD 2024
Pemprov Jateng Tetap Anggarkan Insentif Guru Keagamaan dan BOSDA di APBD 2024
Jateng Gayeng
Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023
Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023
Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke