Pemprov Jateng Lakukan Langkah Antsipasi Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 03/03/2020, 11:47 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng telah menyiapkan beberapa langah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Sebagai langkah praktis, Pemprov Jateng memperketat bandara dan pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Jateng.

“Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengawasi pelaku perjalanan dari negara atau daerah terjangkit," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2020).

Ia melanjutkan, pengawasan itu antara lain dilakukan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Boyolali, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Di semua tempat tersebut, lanjut Ganjar, dilakukan pengoptimalan fungsi alat deteksi suhu tubuh dan pemberian Health Alert Card (HAC) bagi penumpang dari negara atau daerah terjangkit.

Baca juga: 2 WNI Positif Virus Corona, Ganjar Pranowo: Warga Jateng Jangan Panik

“Kami juga mengoptimalkan pemeriksaan, observasi, isolasi, dan rujukan bila ditemukan penumpang dengan ciri-ciri penderita,” kata Ganjar.

Gubernur Jateng juga meningkatkan pengawasan terhadap tenaga kerja asing yang berada di Jateng.

Kemudian untuk meningkatkan kepekaan lapisan pemerintah terhadap perkembangan Virus Corona, Ganjar menerbitkan surat edaran kepada bupati, wali kota, dan pimpinan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Bila mendeteksi adanya suspect dan positif Covid-19, rujuk ke rumah sakit yang sudah disiapkan, yaitu RSUP Dr Karyadi Semarang, RSUD Tugurejo Semarang, RSUD Dr Moewardi Surakarta, dan RSUD Dr Margono Soekarjo Purwokerto,” kata Ganjar.

Baca juga: Antisipasi Dampak Corona, Ganjar Pranowo Siapkan Strategi Ekonomi dan Kesehatan

Langkah terakhir yang disiapkan Pemprov Jateng adalah menyiapkan satu rumah sakit khusus di Jateng. Namun menurut Ganjar, saat ini langkah terakhir tersebut belum diperlukan.

“Itu dilakukan jika terjadi ledakan jumlah pasien suspect dan positif Covid-19. Tapi secara prinsip, disiapkan satu rumah sakit khusus milik Pemprov Jateng,” kata Ganjar.

Di luar seluruh upaya antisipati yang telah disiapkan Pemprov Jateng, Ganjar meminta masyarakat melakukan pertahanan pribadi.

Caranya antara lain dengan rutin mencuci tangan, serta membawa dan membasuh tangan dengan antiseptik setiap kali menyentuh barang di area public space seperti tangga, pegangan bus, dan uang.

Baca juga: Akademisi Kedokteran UGM: Cegah Virus Corona dengan Pola Hidup Sehat dan Bersih

“Ini cara paling mendasar yang mesti dipahami dan dilakukan masyarakat. Jaga kebersihan, olahraga, dan perbanyak konsumsi buah serta sayuran,” kata Ganjar.

Ia juga berharap agar masyarakat aktif melapor melalui kantor-kantor pemerintahan terdekat jika mengalami gejala terjangkit Virus Corona seperti batuk, pilek, dan demam.

“Ini pentingnya meningkatkan sosialisasi promotif dan preventif kepada masyarakat melalui berbagai media, serta mengintensifkan koordinasi, sistem informasi, dan jejaring, dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Ganjar.

Terkini Lainnya
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com