Pascarevitalisasi, TIM Diharapkan Menjadi Pusat Seni Budaya Nasional dan Global

Kompas.com - 30/08/2024, 16:01 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta terus mengupayakan penataan kota untuk mendorong pembangunan Kota Global. Salah satunya dengan penataan wajah kota yang sesuai dengan standar kota-kota dunia di negara-negara lain.

Penataan kota memang tengah dilakukan untuk menghadirkan wajah baru Jakarta. Mulai dari penambahan ruang terbuka hijau, mempercantik trotoar dan fasilitas jalan, hingga revitalisasi sejumlah bangunan agar lebih modern, seperti Taman Ismail Marzuki (TIM).

Revitalisasi TIM dilakukan sejak 2019 yang ditandai dengan peletakan batu pertama. Pembaruan mencakup penambahan bangunan dan pembaruan infrastruktur yang sudah tua serta kurang memadai.

Vice President Corporate Secretary PT Jakpro (Perseroda) Melissa Sjach menyatakan, perjalanan TIM sebagai pusat seni budaya melintasi sejarah yang panjang. Bahkan, sejaank 1968 hingga 2022, revitalisasi TIM telah ditangani sembilan gubernur untuk menghadirkan sarana kesenian dan kebudaya yang laik di Kota Jakarta.

“Pada 2019, Pemprov DKI Jakarta menugaskan Jakpro untuk melaksanakan revitalisasi TIM. Hal ini sesuai dengan Keputusan Pergub Nomor 63 Tahun 2019, Pergub Nomor 16 Tahun 2022, dan Kepgub Nomor 1034 Tahun 2022,” kata Melissa dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (29/8/2024).

Baca juga: Sejarah Taman Ismail Marzuki, Pusat Kesenian yang Dulunya Ternyata Area Kebun Binatang

TIM disulap menjadi lebih modern dengan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya Plaza TIM, Gedung Ali Sadikin, Galeri Oesman Effendi, Gedung Trisno Soemardjo, Gedung Graha Bhakti Budaya, Teater Tuti Indra Malaon, serta Masjid Amir Hamzah.

Revitalisasi TIM berlangsung dalam tiga tahap selama 3,5 tahun, sejak 2019 hingga 2022, dengan menggandeng arsitek ternama Andra Matin.

“Kami memilih Andra Matin karena beliau memiliki filosofi yang dibangun dengan gaya arsitektur kekinian atau vernakular, dengan desain yang cenderung minimalis dan naturalis. Sesuai dengan konsep perencanaan TIM untuk mengembalikan fungsi taman, sehingga kawasan hijau dan ruang terbuka publik diperluas,” ujar Melissa.

Beberapa detail juga dirancang sedemikian rupa, agar konsep TIM dan gaya Andra Matin mbisa selaras. Misalnya, desain gedung parkir yang dibuat miring, supaya tidak menghalangi pandangan utama ke Kubah Planetarium.

FSRD IKJ kembali menggelar pameran karya tugas akhir mahasiswa yang digelar selama enam hari di Taman Ismail Marzuki (22-27/8/ 2024).
DOK. IKJ FSRD IKJ kembali menggelar pameran karya tugas akhir mahasiswa yang digelar selama enam hari di Taman Ismail Marzuki (22-27/8/ 2024).

Sedangkan arsitektur perpustakaan dan wisma seni berbentuk bentuk kapal pinisi. Area ini juga dibuat seperti taman bertingkat atau berundak. Sementara fasadnya terinspirasi melodi lagu “Rayuan Pulau Kelapa”.

“Banyak elemen tradisional yang disisipkan dalam desain TIM, seperti beberapa bangunan yang memiliki second skin dari motif tumpal Betawi. Total ruang terbuka hijau saat ini mencapai 267 persen, setelah ditambahkan 12 persen dari revitalisasi. Ada pula tangga atau ramp yang ramah disabilitas di Gedung Ali Sadikin,” tutur Melissa.

Setelah tiga tahun lebih direvitalisasi, TIM resmi kembali beroperasi pada Juni 2022. Dengan berbagai fasilitas tersedia, Melissa optimis, TIM akan meningkatkan seni pertunjukan, seni rupa, dan pertemuan.

“TIM mengagendakan berbagai event. Pada Agustus hingga Desember 2024, TIM menggelar Pertunjukan Teater Interaksi Tulus, Pesta Literasi 2024, Tanda Mata Glenn Fredly, Teater Musikal Polarisasi, dan Teater Musikal Kukejar Kau Kusayang,” papar Melissa.

Revitalisasi yang dinantikan

Sebelum dibuka kembali pada Juni 2022, banyak pengunjung yang sempat kecewa karena TIM cukup lama ditutup. Pasalnya, sebelum revitalisasi, TIM merupakan kawasan yang selalu ramai pengunjung untuk sekadar bermain di taman, menonton film, mengunjungi Planetarium, atau membaca di perpustakaan daerah yang berada di sana.

Usai direvitalisasi, wajah baru TIM mendapat banyak apresiasi dan decak kagum dari pengunjung. Salah satunya Raras. Kerap datang ke TIM untuk berkunjung ke perpustakaan, ia mengaku senang dengan tampilan TIM yang lebih modern dan nyaman.

“Senang sekali TIM yang sekarang lebih rapi dan modern dibanding yang dulu. Fasilitasnya juga sudah lengkap, bahkan ada vending machine di berbagai lokasi yang tidak cuma menjual makanan, tapi juga buku. Keren banget!” urai Raras kepada Kompas.com, Kamis.

Baca juga: The Addams Family Musical Comedy Siap Digelar di Taman Ismail Marzuki Tahun Ini

Raras mengaku sering mengunjungi TIM untuk datang ke perpustakaan. Namun, ia juga kerap mendatangi TIM ketika ada event atau pertunjukan yang digelar rutin di TIM.

“Sekitar dua minggu lalu saya datang ke TIM untuk menyaksikan Teater Musikal Interaksi. Saya memang suka teater, dtiambah musikal. Ya, pasti harus datang, dong. Acaranya keren sekali!” jelas Raras.

Pementasan Teater Musikal Interaksi oleh JKT Movin di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat 916/8/2024) www.IndonesiaKaya.com Pementasan Teater Musikal Interaksi oleh JKT Movin di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat 916/8/2024)

Namun, sebagai penikmat event, ia menyayangkan keterbatasan tempat ketika ada event musik yang diselenggarakan di area perpustakaan. Apalagi, saat itu pengunjung yang datang sangat banyak, demi menyaksikan penampilan Hivi!, sehingga menjadi semrawut.

“Saran saya, sebaiknya diperbaiki alur pendaftaran, dengan diberi kuota yang pas (sesuai kapasitas). Jadi, meskipun yang datang banyak, tetap kondusif dan nyaman. Jadi, esensi perpustakaan yang tenang dan kalem tetap terasa,” terang Raras.

Di samping penyelenggaraan event yang lebih baik, ia pun berharap agar TIM dapat menyediakan fasilitas yang lebih banyak dan lengkap. Misalnya, dengan menambah toilet dan fasilitas ramah disabilitas.

“Semoga lebih banyak event seni dan budaya yang diselenggarakan lebih bervariatif,. Misalnya, membaca dongeng buat anak-anak dan mengundang komunitas atau pameran secara berkala. Perbanyak juga tempat sampah dan toilet serta fasilitas disabilitas, karena menurut saya masih kurang,” pungkas Raras. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com