Pemprov DKI Jakarta Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Penjaringan, 2.000 Jiwa Terdampak

Kompas.com - 07/06/2025, 20:44 WIB
Anissa Dea,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/6/2025) dini hari.

Kebakaran tersebut terjadi di lahan kosong milik PT DHI di Kelurahan Kapuk Muara. Musibah ini pun berdampak luas menyebabkan sekitar 500 rumah terbakar yang mencakup 480 kepala keluarga (KK), dan sekitar 2.000 jiwa terdampak.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengambil langkah responsif guna memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi serta penanganan darurat berjalan dengan lancar.

Menindaklanjuti arahan gubernur, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat.

Baca juga: Nelangsanya Solihin, Rumah di Kapuk Muara Ludes Terbakar Usai Kehilangan Istri

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak. Prioritas utama kami adalah keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas,” ujar Hendra dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/6/2025).

Untuk menampung para korban kebakaran, sejumlah tenda pengungsian telah didirikan di lokasi.

Rinciannya adalah tiga tenda (dua untuk pengungsi dan satu untuk logistik) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lima tenda dari Dinas Sosial DKI Jakarta, dua tenda dari Kementerian Sosial, serta satu tenda dari PMI Jakarta Utara.

Selain itu, tenda posko lapangan turut didirikan untuk kebutuhan koordinasi penanganan bencana. Dengan rincian, satu unit tenda dari BPBD, satu unit dari Pusat Krisis Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) DKI Jakarta untuk layanan kesehatan, serta satu unit dari Baznas Bazis DKI Jakarta sebagai dapur air.

Baca juga: Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Berasal dari Rumah Orang Membuat Kue

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Iqbal Akbaruddin mengatakan, bantuan terus disalurkan sejak Jumat malam berupa 500 boks makanan siap saji langsung didistribusikan kepada para korban.

"Selain itu, bantuan berupa sabun, sampo, pakaian dalam, kaus, daster, pasta dan sikat gigi, bra, handuk, pakaian bayi, popok anak dan dewasa, air mineral, serta biskuit juga telah diberikan melalui Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Utara,” jelas Iqbal.

Penyaluran bantuan berlanjut pada Sabtu (7/6/2025) pagi, berupa tambahan 2.500 boks makanan siap saji dan 2.500 botol air mineral untuk sarapan para pengungsi.

Untuk mendukung operasional posko pengungsi, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan berbagai perlengkapan darurat ke lokasi, termasuk empat unit tenda pengungsi, dua lampu tahan air, kabel colokan panjang dan pendek, serta 90 unit palet (20 biru dan 70 hitam).

Baca juga: Anak Korban Kebakaran di Penjaringan Akan Mendapatkan Bantuan Psikologi

BPBD Jakarta Utara juga menambahkan lima bangku plastik, satu tenda posko lapangan, papan tulis, meja cokelat, senter jinjing, dan dua velbed guna mendukung operasional posko.

Pemprov DKI Jakarta pun menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan instansi pusat, lembaga sosial, dan elemen masyarakat guna memastikan seluruh kebutuhan para korban kebakaran dapat terpenuhi dan proses pemulihan berjalan secepatnya.

Terkini Lainnya
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com