Sukses Integrasikan Pembangunan dan Lingkungan, Program Take Bulungan Hijau Raih Pengakuan Bank Dunia

Kompas.com - 21/08/2024, 10:40 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (Take) yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan kini mendapatkan perhatian dari Bank Dunia.

Dikenal sebagai model yang berhasil dalam integrasi pembangunan dengan kelestarian lingkungan, Take menarik minat Bank Dunia untuk mempelajari penerapannya lebih mendalam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan Risdianto menyambut kunjungan resmi dari tim Bank Dunia yang dipimpin oleh Ahli Pembangunan Sosial, Hannah Duncan, di Ruang Rapat Bupati Bulungan, Senin (19/8/2024).

Mewakili Bupati Bulungan Syarwani, Risdianto menjelaskan bahwa keberhasilan Program Take Bulungan Hijau berakar dari komitmen kuat Pemkab Bulungan untuk memprioritaskan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek pembangunan.

Baca juga: Marsh Indonesia: Isu Lingkungan Jadi Catatan Penting Risiko Global 2024

“Pemkab Bulungan berkomitmen untuk mengintegrasikan kelestarian lingkungan dalam proses pembangunan, sembari tetap memberikan akses ekonomi kepada masyarakat. Dengan program Take, aspek lingkungan dan ekonomi dapat berjalan beriringan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (19/8/2024).

Lebih lanjut, Risdianto menekankan tanggung jawab kita untuk menjaga lingkungan demi masa depan anak cucu.

“Kita harus memastikan bahwa peningkatan pendapatan tidak mengorbankan kesehatan lingkungan kita,” tuturnya.

Selain Take, Pemkab Bulungan juga mengelola kawasan Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial yang meliputi 18 desa di empat kecamatan, dengan luas total 568.182 hektare (ha) dari Desa Antutan hingga Long Pelban.

Baca juga: Kota Semarang Raih Juara I Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi

Setelah pertemuan resmi di Ruang Rapat Kantor Bupati, tim Bank Dunia melanjutkan kegiatan focus group discussion (FGD) bersama perangkat daerah, pemerintahan desa, dan organisasi non-pemerintah (NGO) lingkungan di Hotel Luminor yang dibuka oleh Sekda Kabupaten Bulungan Risdianto.

Desa di Indonesia hadapi tantangan signifikan

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Bank Dunia Hannah Duncan menjelaskan bahwa beberapa desa di Indonesia menghadapi tantangan terkait pembangunan yang seringkali mengabaikan aspek lingkungan, serta masalah ketidakadilan sosial dan perubahan iklim.

“Solusi diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya terbatas secara optimal untuk menghadapi tantangan jangka pendek sekaligus berinvestasi dalam masyarakat yang lebih tangguh untuk jangka panjang,” ucapnya.

Tim Bank Dunia selanjutnya akan segera melakukan kunjungan lapangan ke desa-desa yang terlibat langsung dengan program Take. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai secara langsung pelaksanaan dan dampak dari program tersebut.

Baca juga: Punya Dampak Buruk buat Mesin Motor, Kenali Ciri-ciri Oli Palsu

Hannah mengungkapkan bahwa banyak desa di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk pembangunan yang sering mengabaikan aspek lingkungan, ketimpangan dalam layanan dasar publik, degradasi sumber daya alam (SDA), ketidakadilan sosial, dan ancaman perubahan iklim.

"Kita memerlukan solusi yang efektif untuk memanfaatkan sumber daya terbatas dengan optimal, guna mengatasi tantangan jangka pendek sambil berinvestasi dalam masyarakat yang lebih tangguh untuk jangka panjang," jelasnya.

Menanggapi tantangan tersebut, beberapa kabupaten di Indonesia, termasuk Bulungan telah secara sukarela mengadopsi skema fiskal ekologis - Take, yang memanfaatkan anggaran daerah untuk mendukung tujuan kelestarian lingkungan.

Duncan menambahkan bahwa Kabupaten Bulungan telah menjadi contoh unggul dalam hal ini, berambisi untuk memimpin dalam pemanfaatan mekanisme fiskal yang efektif untuk menangani masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat lokal.

Baca juga: Perbaikan Jalan Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi di PLBN Motamasin

Ia juga menjelaskan bahwa melalui pendekatan proaktif, Kabupaten Bulungan terpilih sebagai studi kasus utama oleh Bank Dunia, untuk memberikan wawasan dan pelajaran penting bagi implementasi skema Take di seluruh Indonesia.

Kegiatan FGD diadakan sebagai platform untuk belajar langsung dari para pelaku di lapangan, baik masyarakat maupun perangkat pemerintahan, termasuk menilai dampak program Take Bulungan Hijau di tingkat desa.

“Informasi yang kami peroleh dari FGD akan menjadi input berharga untuk pengembangan kebijakan dana desa (DD) oleh pemerintah pusat, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), dengan dukungan teknis dari Bank Dunia,” tuturnya.

Baca juga: Kemendesa PDTT: Teknologi Tepat Guna Bawa Status Desa Maju hingga Mandiri 

FGD bertujuan untuk mengidentifikasi dampak skema Take, serta menganalisis praktik terbaik, pelajaran, dan tantangan dalam perancangan dan pelaksanaan program tersebut.

Take merupakan salah satu dari 15 program prioritas Kabupaten Bulungan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Program tersebut bertujuan untuk mempercepat kemandirian desa dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan pemberdayaan desa.

Terkini Lainnya
Lewat Kebijakan Pembangunan Hijau, Pemkab Bulungan Raih Sustainable Governance and Eco Impact

Lewat Kebijakan Pembangunan Hijau, Pemkab Bulungan Raih Sustainable Governance and Eco Impact

Bulungan
Percepatan Penurunan Stunting di Bulungan, Wabup Kilat Tekankan Deteksi Dini dan Laporan Berbasis Data

Percepatan Penurunan Stunting di Bulungan, Wabup Kilat Tekankan Deteksi Dini dan Laporan Berbasis Data

Bulungan
Porwakab Bulungan 2025, Bupati Syarwani Ajak Wartawan Perkuat Sinergi dan Sportivitas

Porwakab Bulungan 2025, Bupati Syarwani Ajak Wartawan Perkuat Sinergi dan Sportivitas

Bulungan
Lewat Sosialisasi Pendidikan Politik, Pemkab Bulungan Ajak Masyarakat Berpolitik Cerdas dan Etis

Lewat Sosialisasi Pendidikan Politik, Pemkab Bulungan Ajak Masyarakat Berpolitik Cerdas dan Etis

Bulungan
5.000 ASN Bulungan Wajib Serap Beras Petani Lokal, Bupati Syarwani Pastikan Pasar Aman bagi Petani

5.000 ASN Bulungan Wajib Serap Beras Petani Lokal, Bupati Syarwani Pastikan Pasar Aman bagi Petani

Bulungan
Wujudkan Kakao Berkualitas, Wabup Bulungan Dampingi Petani Praktik Budi Daya Langsung

Wujudkan Kakao Berkualitas, Wabup Bulungan Dampingi Petani Praktik Budi Daya Langsung

Bulungan
Tutup Hari Jadi Bulungan Ke-65, Bupati Syarwani Dorong Penguatan UMKM dan Generasi Muda Berkarya

Tutup Hari Jadi Bulungan Ke-65, Bupati Syarwani Dorong Penguatan UMKM dan Generasi Muda Berkarya

Bulungan
Pawai Budaya Semarakkan HUT Ke-65 Bulungan, Bupati Syarwani: Ruang Generasi Muda untuk Berkarya

Pawai Budaya Semarakkan HUT Ke-65 Bulungan, Bupati Syarwani: Ruang Generasi Muda untuk Berkarya

Bulungan
Jaga Kelestarian Hutan, Masyarakat Adat Punan Batu Benau Raih Kalpataru 2024

Jaga Kelestarian Hutan, Masyarakat Adat Punan Batu Benau Raih Kalpataru 2024

Bulungan
Pimpin Upacara Hari Jadi Bulungan Ke-65, Bupati Syarwani Ajak Warga Perkuat Semangat Bangun Daerah

Pimpin Upacara Hari Jadi Bulungan Ke-65, Bupati Syarwani Ajak Warga Perkuat Semangat Bangun Daerah

Bulungan
Luncurkan BIRD, Pemkab Bulungan Dorong Pelaku UMKM Ciptakan Ruang Usaha yang Ramah Disabilitas

Luncurkan BIRD, Pemkab Bulungan Dorong Pelaku UMKM Ciptakan Ruang Usaha yang Ramah Disabilitas

Bulungan
Peringati HUT Ke-65, Pemkab Bulungan Gelar Tradisi Biduk Bebandung dan Ziarah Makam Sultan

Peringati HUT Ke-65, Pemkab Bulungan Gelar Tradisi Biduk Bebandung dan Ziarah Makam Sultan

Bulungan
Kabupaten Bulungan Raih Juara Umum di Ajang Peda III KTNA 2025 Kaltara

Kabupaten Bulungan Raih Juara Umum di Ajang Peda III KTNA 2025 Kaltara

Bulungan
Lestarikan Kearifan Lokal, Pemkab Bulungan Rayakan HUT Ke-65 lewat Gelaran Festival Sungai Kayan

Lestarikan Kearifan Lokal, Pemkab Bulungan Rayakan HUT Ke-65 lewat Gelaran Festival Sungai Kayan

Bulungan
Tenguyun Fest Bulungan, Panggung Kreativitas Anak Muda dan Kebangkitan UMKM

Tenguyun Fest Bulungan, Panggung Kreativitas Anak Muda dan Kebangkitan UMKM

Bulungan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com