KOMPAS.com - Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa Pawai Budaya dalam perayaan Hari Jadi ke-65 Kabupaten Bulungan dan ke-235 Kota Tanjung Selor bukan sekadar pesta rakyat, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi seniman dan generasi muda untuk berkarya.
“Pemerintah punya kewajiban memberikan fasilitas dan ruang bagi penggiat seni dan kreativitas di Bulungan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin (20/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Syarwani saat membuka Pawai Budaya di Tanjung Selor, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan tersebut dibuka bersama Wakil Bupati Bulungan Kilat dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan Risdianto, yang diawali dengan pekikan penuh semangat, “Bulungan bisa-bisa-bisa!”
Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan utama kota untuk menyaksikan kemeriahan pawai yang diikuti lebih dari 11.000 peserta dari berbagai suku dan agama.
Setiap kelompok menampilkan ragam tarian, musik, dan kostum tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Bumi Tenguyun.
Baca juga: Wakil Dubes Australia Bangun Kolaborasi Budaya dan Pendidikan di Yogyakarta
Menurut Syarwani, kegiatan budaya seperti ini juga menjadi wadah penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri daerah.
Ia menyoroti peran Kebun Raya Bunda Hayati yang kini menjadi simbol kebangkitan seni lokal — tempat di mana bakat-bakat muda dapat berkreasi, sekaligus wadah untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal generasi masa kini.
“Sejak Senin (13/10/2025) malam hingga malam tadi, Sabtu (18/10/2025), yang tampil di Kebun Raya Bunda Hayati adalah anak-anak muda Bulungan dengan potensi luar biasa,” katanya.
Selain sebagai ajang kreativitas, pawai budaya juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman.
Syarwani menekankan bahwa perbedaan suku dan agama di Bulungan justru menjadi kekuatan yang memperkokoh persaudaraan masyarakat.
Baca juga: Sopir di Yahukimo Diduga Dibunuh KKB, Kepala Suku Sempat Berteriak
“Hari ini kami buktikan, seluruh suku dan agama hadir menyukseskan pawai budaya tanpa melihat latar belakang. Inilah Bulungan yang sesungguhnya — kuat dalam keberagaman,” tegasnya.