Kolaborasi Merawat Iklim Investasi Berkelanjutan di Banten 

Kompas.com - 07/11/2024, 16:39 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang baik dengan dunia usaha dan sektor lainnya guna memastikan iklim investasi di wilayahnya tetap sehat dan kondusif.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti meminta masyarakat Banten agar lebih terbuka terhadap peluang investasi.

Menurutnya, hal tersebut penting agar Banten dapat menjadi tujuan investasi yang lebih menarik, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Jika ada permasalahan, kami bertanggung jawab untuk memfasilitasi hambatan yang dirasakan oleh investor. Kami juga mengingatkan pelaku usaha agar memperhatikan masyarakat sekitar, agar manfaat kehadiran investor dapat dirasakan bersama,” ujar Virgojanti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (7/11/2024).

Baca juga: Menteri dan Wamen Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Kabinet Prabowo-Gibran

Pernyataan tersebut disampaikan Virgojanti sebagai respons terhadap instruksi dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam acara Banten Investment Forum (BIF) 2024 di Hotel JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, Selasa (29/10/2024).

Dalam forum tersebut, Kementerian Investasi/BKPM memberikan arahan kepada Pemkot Banten untuk senantiasa menjaga iklim investasi yang kondusif dan aman. Hal ini guna memastikan investor merasa nyaman dan tidak membatalkan rencana investasi mereka.

Arahan tersebut diberikan menyusul adanya keluhan dari para investor mengenai gangguan yang sering mereka hadapi, seperti permintaan sumbangan atau tindakan lain yang menghambat kelancaran proses investasi.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan menegaskan bahwa ketidaknyamanan investor bisa berdampak serius pada iklim bisnis dan bahkan berpotensi meningkatkan angka pengangguran.

Kehadiran investasi, kata dia, harusnya dapat membuka lapangan pekerjaan yang luas, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

"Masyarakat perlu memahami bahwa bisnis adalah bisnis. Kita harus memiliki empati terhadap mereka yang bekerja di sektor bisnis, karena keberadaan perusahaan dapat memberikan sumber pendapatan dan pendidikan bagi keluarga mereka," ucap Ichwan.

Baca juga: Banten Peringkat 2 Pengangguran Tertinggi, Didominasi Lulusan SMK

Ichwan juga mengingatkan bahwa komitmen bersama dari semua pihak sangat penting untuk menjaga agar iklim investasi di Banten tetap terjaga.

"Jika iklim investasi tercemar karena gangguan tersebut, investor bisa saja hengkang, yang pada akhirnya akan berdampak pada masalah penyerapan tenaga kerja," ucapnya.

Ajang pertemuan pelaku usaha hingga investor

Pada kesempatan tersebut, Virgojanti berharap agar BIF 2024 menjadi ajang yang mempertemukan pelaku usaha, calon investor, sektor perbankan, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Forum tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi semua pihak untuk saling berbagi informasi dan masukan terkait peluang dan tantangan investasi di Banten, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan layanan investasi.

Selain membahas peluang investasi, Banten Investment Forum 2024 juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah bekerja keras untuk mendorong pertumbuhan dan kemudahan investasi di daerah mereka.

Pemprov Banten turut memberikan penghargaan kepada dunia usaha yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam hal pelaporan kemitraan usaha dan kerja sama dengan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM).

Acara tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara pengusaha besar dengan beberapa UMKM yang ada di Provinsi Banten, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan usaha.

Brand investasi baru “Banten Gold”

Tidak hanya itu, BIF 2024 pun menjadi momentum penting untuk memperkenalkan brand investasi baru di Provinsi Banten, yaitu “Banten Gold”.

Virgojanti menjelaskan bahwa Banten Gold dirancang sebagai identitas investasi daerah, yang didasarkan pada berbagai masukan dari berbagai pihak. 

Meskipun Banten memiliki potensi yang sangat besar, menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya dikenal atau dieksplorasi oleh banyak kalangan.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Banten juga menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM.

Baca juga: Dharma Pongrekun Akan Bentuk Tim Ekonomi Adab untuk Bantu UMKM di Jakarta

Selain itu, para investor diajak pula untuk berdiskusi lebih mendalam mengenai berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan di Banten, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK 2, dan pengembangan KEK Terpadu Bumi Serpong Damai (BSD) City.

"Potensi investasi di Banten masih sangat terbuka luas. Selain sektor industri pengolahan, sektor properti, pariwisata, dan jasa juga menawarkan peluang besar bagi investor,” tutur Virgojanti.

Terkini Lainnya
Laba Rp 41,9 Miliar dan KUB Efektif, Bank Banten Percepat Transformasi

Laba Rp 41,9 Miliar dan KUB Efektif, Bank Banten Percepat Transformasi

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pemprov Banten Kucurkan Rp 15 Miliar untuk Perbaikan Ruas Jalan Provinsi

Pemprov Banten Kucurkan Rp 15 Miliar untuk Perbaikan Ruas Jalan Provinsi

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Tokoh Masyarakat Banten Dukung Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Tambang

Tokoh Masyarakat Banten Dukung Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Tambang

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Iklim Investasi Semakin Baik, Realisasi Investasi di Banten Hingga Triwulan III-2025 Capai Rp 91,5 Triliun

Iklim Investasi Semakin Baik, Realisasi Investasi di Banten Hingga Triwulan III-2025 Capai Rp 91,5 Triliun

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
DPMPTSP Banten Percepat Pelayanan Perizinan Usaha lewat OSS Berbasis Risiko

DPMPTSP Banten Percepat Pelayanan Perizinan Usaha lewat OSS Berbasis Risiko

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Realisasi Investasi Banten Semester I-2025 Rp 60,7 Triliun, Kepala DPMPTSP Banten Paparkan Capaiannya

Realisasi Investasi Banten Semester I-2025 Rp 60,7 Triliun, Kepala DPMPTSP Banten Paparkan Capaiannya

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pemprov Banten Bebaskan Pajak Mutasi Kendaraan dari Luar Daerah

Pemprov Banten Bebaskan Pajak Mutasi Kendaraan dari Luar Daerah

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pj Gubernur A Damenta Luncurkan Manajemen Talenta ASN Provinsi Banten

Pj Gubernur A Damenta Luncurkan Manajemen Talenta ASN Provinsi Banten

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pj Sekda Provinsi Banten Sebut Sinergi Pemungutan Opsen Merupakan Langkah Strategis untuk Tingkatkan Fiskal Daerah

Pj Sekda Provinsi Banten Sebut Sinergi Pemungutan Opsen Merupakan Langkah Strategis untuk Tingkatkan Fiskal Daerah

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pj Gubernur Banten Tinjau Sejumlah TPS di Kota Serang

Pj Gubernur Banten Tinjau Sejumlah TPS di Kota Serang

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Dampingi Komisi II DPR RI Tinjau Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Dampingi Komisi II DPR RI Tinjau Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Jelang Pilkada Serentak 2024, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Stabilitas Keamanan Terjaga Baik

Jelang Pilkada Serentak 2024, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Stabilitas Keamanan Terjaga Baik

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Kolaborasi Merawat Iklim Investasi Berkelanjutan di Banten 

Kolaborasi Merawat Iklim Investasi Berkelanjutan di Banten 

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Lewat e-Katalog, Pj Al Muktabar Implementasikan Asas Akuntabilitas, Efisien, Efektif, dan Transparan dalam Pengadaan Barang/Jasa

Lewat e-Katalog, Pj Al Muktabar Implementasikan Asas Akuntabilitas, Efisien, Efektif, dan Transparan dalam Pengadaan Barang/Jasa

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pj Gubernur Banten Hadiri Pembukaan ISEF 2024 di JCC Senayan

Pj Gubernur Banten Hadiri Pembukaan ISEF 2024 di JCC Senayan

Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com