Kemendagri: Pasca 19 Tahun Pisah dari Jabar, Banten Berkembang Signifikan

Mikhael Gewati
Kompas.com - Jumat, 4 Oktober 2019
Gubernur Banten Wahidin Halim saat seminar Pembangunan Daerah Refleksi 19 Tahun Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (3/10/2019).DOK. Humas Pemerintah Provinsi Banten Gubernur Banten Wahidin Halim saat seminar Pembangunan Daerah Refleksi 19 Tahun Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (3/10/2019).

KOMPAS.com - Pasca 19 tahun memisahkan diri dari Jawa Barat, Provinsi Banten dinilai telah mengalami banyak perkembangan sigifikan.

Hal itu diakui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori dalam Seminar Pembangunan Daerah "Refleksi 19 Tahun Provinsi Banten" di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (3/10/2019).

“Kemendagri melihat beberapa indikator makro pembangunan di Banten mampu dicapai, seperti tingkat kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka menurun, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat,” kata Muhammad Hudori, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dia merinci, tingkat kemiskinan Banten pada 2018 mencapai 5,24 persen. Nilai ini berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 9,82 persen.

Baca juga: Program Bosda Pemprov Banten Mampu Dongkrak Angka Partisipasi Sekolah

Sedangkan tren tingkat kemiskinan Provinsi Banten tahun 2014-2018 cenderung terus mengalami penurunan dan selalu berada di bawah rata-rata nasional.

Meski begitu, Hudori mengatakan ada tiga kabupaten atau kota yang masih harus mendapatkan perhatian. Ini karena angka kemiskinannya di atas rata-rata Provinsi Banten, namun di bawah rata-rata nasional.

“Tiga kabupaten atau kota itu, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kota Serang,” ucap dia.

Sementara itu, lanjut dia, pembangunan manusia di Banten terus mengalami kemajuan. Pada 2018, IPM Banten telah mencapai 71,95 atau meningkat 0,53 poin dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar 71,42.

Dampaknya pertumbuhan IPM pun mengalami akselerasi atau percepatan, dari hanya 0,65 persen pada 2017 menjadi 0,74 persen pada 2018. Status IPM Banten pada 2018 ada pada level atau kategori tinggi.

Indikator makro Provinsi Banten DOK. Humas Pemerintah Provinsi Banten Indikator makro Provinsi Banten
Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Hudori menjelaskan, berdasarkan tren selama 2014-2018, TPT Provinsi Banten cenderung mengalami penurunan meski masih di atas rata-rata Nasional.

"TPT Provinsi Banten pada 2018 mencapai 8,52 persen, angka ini berada di atas rata-rata Nasional 5,34 persen dan paling tinggi se-Indonesia,” tutur Hudori.

Nah, untuk mengatasi angka pengangguran yang tinggi, Hudori mengatakan, perlu adanya percepatan pembangunan infrastruktur, penyiapan kapasitas produksi dan SDM, deregulasi dan debirokratisasi, serta menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Tak cuma itu, Banten juga perlu menyukseskan program bantuan sosial yang digagas pemerintah dengan baik. Caranya adalah dengan menerapkan sistem bantuan pangan nontunai dengan kartu sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.

"Dengan demikian, hasil pembangunan dan capaian indikator makro akan lebih optimal," tutur Muhammad Hudori.

Penerapan SIPD

Indikator lain keberhasilan Banten, lanjut dia,terlihat pula dari pencapaiannya, Wahidin Halim. Ia mendapatkan mendapatkan penghargaan dari Kemendagri karena telah melaksanaan integrasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

SIPD merupakan integrasi sistem yang dibangun Kemendagri bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sebagai portal terpadu 4 sektor tata kelola pemerintahan, yaitu e-Planning, e-Budgeting, e-Reporting dan e-Sakip.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Pak Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy karena juga meringankan tugas kami di Pemerintah Pusat," ucapnya.

Muhammad Hudori melanjutkan Gubernur Banten dianggap Kemendagri telah mendukung penuh pemanfaatan teknologi informasi.

Baca juga: Begini Cara Gubernur Banten Wujudkan Komitmennya dalam Pelayanan Kesehatan

Hal ini dilakukan Wahidin untuk membuat Pemerintah Provinsi Banten menjadi transparan, akuntabil, dan tepat serta cepat dalam pengambilan keputusan perencanaan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Sampai saat ini, penerapan SIPD pada Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan(SIMRAL) Banten telah menjangkau seluruh komponen Sistem Akuntabilitas Kinerja Internal Pemerintah (SAKIP).

Jadi sejak perencanaan, penganggaran, tata kelola keuangan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan SAKIP telah terintegrasi ke SIMRAL.

"Banten dan BPPT telah bekerjasama sejak 2017 untuk membangun dan menggunakan SIMRAL versi Provinsi. Hal ini sebagai amanat Rencana Aksi Pencegahan Korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),"tuturnya

Optimisme Gubernur Banten

Adapun terkait pembangunan infrastukrur dan kawasan, Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku optimis pada 2020 mendatang, semua misi pembangunan akan selesai dan dapat dirasakan secara seluruh masyarakat.

“Salah satunya adalah revitalisasi pembangunan Kawasan Kesultanan Banten. Revitalisasi ini dilakukan akrena kawasan tersebut telah mengalami degradasi,” ujar Wahidin yang juga hadir di Seminar Pembangunan Daerah "Refleksi 19 Tahun Provinsi Banten" tersebut.

Menurutnya, Kesultanan Banten merupakan bukti bahwa daerah ini memiliki peradaban yang terkenal. Pasalnya ketika Kesultanan Banten masih Berjaya, kesultanan ini sudah mencetak uang sendiri untuk alat transaksi perdagangan.

Perlu diketahui, Kesultanan Banten termasuk kerajaan Islam terbesar di Indonesia dengan Keraton Surosowannya.

Baca juga: Program Bosda Pemprov Banten Mampu Dongkrak Angka Partisipasi Sekolah

"Masjid Agung Banten juga dicontoh di daerah lain. Orang Banten juga terkenal pintar salah satunya Syech Nawawi Al Bantani. Banyak orang yang berziarah ke Kesultanan Banten dan Tanara untuk mendapatkan jejaknya," papar Gubernur.

Oleh karenanya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Banten untuk berperan aktif dalam memberikan pendapat dan pemikiran sesuai hati nurani untuk membangun masyarakat Banten.

"Banten hari ini dan Banten masa depan, dapat memberikan masukan aspirasi yang diharapkan oleh masyarakat Banten. Kemudian masyarakat juga lebih aktif dalam memberikan pendapat untuk Gubernur Banten," ajak Gubernur

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Muhtarom menjelaskan, Seminar Pembangunan Provinsi Banten digelar untuk menjalin komunikasi yang efektif terhadap seluruh pihak di Provinsi Banten terkait pembangunan yang aktual.

"Seminar ini diadakan dalam rangka Hari Jadi Provinsi Banten yang ke-19. Diharapkan seminar ini bisa pemetaan infrastruktur dan permasalahan pembangunan yang aktual di Provinsi Banten," paparnya.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Bantu Gerakkan Perekonomian Nasional, Pemprov Banten Berikan Bansos Jamsosratu
Bantu Gerakkan Perekonomian Nasional, Pemprov Banten Berikan Bansos Jamsosratu
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Program Pengendalian HIV/AIDS dan IMS Banten Raih Penghargaan dari Kemenkes
Program Pengendalian HIV/AIDS dan IMS Banten Raih Penghargaan dari Kemenkes
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Gerakkan Perekonomian Banten Pada 2021, Gubernur WH Targetkan Serapan APBN dan APBD Capai 85 Persen
Gerakkan Perekonomian Banten Pada 2021, Gubernur WH Targetkan Serapan APBN dan APBD Capai 85 Persen
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Wagub Banten Nilai Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pilkada Serentak 2020 Berjalan Baik
Wagub Banten Nilai Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pilkada Serentak 2020 Berjalan Baik
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Terus Perbaiki Keterbukaan Informasi Publik, Pemprov Banten Berhasil Raih Penghargaan
Terus Perbaiki Keterbukaan Informasi Publik, Pemprov Banten Berhasil Raih Penghargaan
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Capaian MCP Banten Tuai Pujian dari Pimpinan KPK
Capaian MCP Banten Tuai Pujian dari Pimpinan KPK
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Pemprov Banten Minta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan sampai Vaksin Diberikan
Pemprov Banten Minta Masyarakat Taat Protokol Kesehatan sampai Vaksin Diberikan
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Kirim 122 Kafilah ke MTQ XXVII, Provinsi Banten Berharap Raih Juara Umum
Kirim 122 Kafilah ke MTQ XXVII, Provinsi Banten Berharap Raih Juara Umum
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Kemenkominfo Ganjar Pemprov Banten dengan E-Government Award
Kemenkominfo Ganjar Pemprov Banten dengan E-Government Award
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Terus Berbenah, Ini Pembangunan Negeri di Atas Awan Gunung Luhur
Terus Berbenah, Ini Pembangunan Negeri di Atas Awan Gunung Luhur
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Wahidin Bangun Masjid untuk Wisatawan Negeri di Atas Awan
Wahidin Bangun Masjid untuk Wisatawan Negeri di Atas Awan
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Kemendagri: Pasca 19 Tahun Pisah dari Jabar, Banten Berkembang Signifikan
Kemendagri: Pasca 19 Tahun Pisah dari Jabar, Banten Berkembang Signifikan
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Ke Wamena, Tim Kemanusiaan Pemprov Banten Evakuasi Warga
Ke Wamena, Tim Kemanusiaan Pemprov Banten Evakuasi Warga
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Program Bosda Pemprov Banten Mampu Dongkrak Angka Partisipasi Sekolah
Program Bosda Pemprov Banten Mampu Dongkrak Angka Partisipasi Sekolah
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa
Begini Cara Gubernur Banten Wujudkan Komitmennya dalam Pelayanan Kesehatan
Begini Cara Gubernur Banten Wujudkan Komitmennya dalam Pelayanan Kesehatan
Banten Maju, Beriman dan Bertaqwa