KOMPAS.com - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendorong para pendidik untuk meningkatkan kompetensi digital dan memperkuat infrastruktur pendidikan.
“Pada zaman sekarang yang serba cepat dan instan melalui dunia digital, para pendidik perlu meningkatkan sarana prasarana serta wawasan dalam mendidik anak-anak di sekolah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (13/11/2025).
Hal tersebut dikatakan I Nyoman Giri Prasta saat memberikan sambutan pada acara Sinergi dan Apresiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali Tahun 2025 di Aula Universitas Terbuka Denpasar, Rabu (12/11/2025).
Untuk membantu mendorong guru, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menaikkan anggaran corporate social responsibility ( CSR) dari PT Bank BPD Bali yang sebelumnya Rp 100 juta menjadi Rp 200 juta.
Baca juga: Itinerary Wisata Sehari di Sekitar Kawasan GWK Bali, Ada Tanjung Benoa
Giri mengatakan, kenaikan anggaran itu menjadi bentuk perhatian Pemprov Bali terhadap para pendidik sekaligus untuk menunjang sarana dan prasarana pendidikan.
Langkah itu juga dimaksudkan untuk mendukung tunjangan profesi guru agar mereka tidak tertinggal dari anak didiknya yang semakin melek teknologi.
Lebih rinci, CSR tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran ( Porsenijar) agar dapat berjalan dengan baik.
“Saat ini kita berada di era kecerdasan buatan (AI), yakni 4.0, dan menuju era 5.0 yang lebih mengandalkan tenaga robot. Namun, satu-satunya yang tidak akan tergantikan adalah tenaga guru,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kata dia, sangat penting bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan, karakter, dan budaya yang adi luhung.
Baca juga: KMP Cemerlang 55 Kandas di Selat Bali, 55 Penumpang Dievakuasi
“Kode etik yang dimiliki seorang pengajar harus tetap dijunjung tinggi agar menjadi pondasi yang kuat dalam melahirkan generasi yang mumpuni,” tegasnya.
Lebih lanjut, Giri menegaskan pentingnya peran guru dalam melahirkan generasi unggul. Sebab, keberhasilan guru yang bermutu pasti akan menjadi kebaikan bersama.
“Orang hebat hanya bisa menghasilkan beberapa karya bermutu, sedangkan guru yang bermutu akan menghasilkan ribuan orang hebat,” ungkapnya.
Oleh karenanya, dia menegaskan, guru wajib mampu berinteraksi dan beradaptasi secara digital karena di era sekarang setiap informasi dapat diakses dengan sangat cepat.
Pada kesempatan itu, Giri turut menyampaikan rasa bangga atas kesiapan sejumlah atlet yang akan mewakili Provinsi Bali dalam ajang Porsenijar yang akan dilaksanakan pada 26–27 November mendatang.
Baca juga: Tak Hanya Lift Kaca, Bungee Jumping di Nusa Penida Bali Juga Ditutup
Ia menyebutkan, berbagai prestasi para atlet tentu tidak lepas dari peran pelatih yang memiliki mutu, kualitas, dan karakter yang baik.
Pada 2025, sebanyak 31 atlet yang merupakan guru akan bertanding di cabang olahraga bulu tangkis dan catur.
“Berkaitan dengan Porsenijar, atas nama Pemprov Bali, kami menyampaikan apresiasi setulus-tulusnya,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan, para pendidik saat ini menghadapi dunia pendidikan yang memiliki dinamika dan tantangan tersendiri.
“Pendidikan saat ini penuh dengan warna dan isu yang kurang mengenakkan bagi para pendidik,” katanya.
Gusti menyebutkan, risiko dalam menjalankan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas, menuntut guru agar senantiasa berpegang pada kode etik profesi.
Baca juga: 10 Pulau Terbaik di Asia 2025 Versi Conde Nast Traveller, Bali dan Lombok Teratas
“Dengan demikian, marwah guru sebagai penyelenggara satuan pendidikan akan sejalan dengan kode etik guru dan organisasi PGRI dalam memandu perkembangan menuju Indonesia Emas,” ujarnya.