Sedekah Lewat Kebijakan, Dedi Mulyadi Diapresiasi Kiai Cipasung

Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Kompas.com - Selasa, 6 Juni 2017
KONTRIBUTOR TASIKMALAYA/IRWAN NUGRAHABupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, berbuka puasa bersama Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiyat, di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (4/6)

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung berpendapat kepala daerah berkesempatan untuk bersedekah melalui berbagai kebijakan. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dinilai mampu menerapkan sedekah lewat kebijakannya.

“Nah, Kang Dedi (Mulyadi) ini sudah bersedekah melalui kebijakannya," kata KH Abun Bunyamin Ruhiyat, Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung, usai buka puasa bersama di Pondok Pesantren Cipasung, di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya akhir pekan lalu.

Kewajiban sedekah berlaku bagi orang yang memiliki harta, kekuatan, ilmu, serta pemegang kebijakan. Dedi Mulyadi mewajibkan setiap siswa yang beragama Islam untuk belajar kitab kuning.

Selain itu, siswa dan pegawai diwajibkan memakai sarung seperti para santri Cipasung setiap Jumat. "Di Tasik(malaya) saja tidak ada yang seperti itu. Melihat programnya ini, ya Saya mendukung Kang Dedi menjadi Gubernur Jawa Barat,” ungkap Kiai Abun disambut tepuk tangan santri.

Jika kelak memimpin Jawa Barat, Kiai Abun berharap Dedi Mulyadi mampu menerapkan sedekah dalam setiap program kerja dan kebijakan pemerintah.

Amal baik dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Di antaranya,  bidang pendidikan, bidang irigasi, bidang penyediaan air bersih, bidang pertanian, pembangunan sarana keagamaan, dan bidang ilmu pengetahuan.

"Kang Dedi, dinas-dinas pemerintah punya kesempatan untuk melakukan amal jariyah, amal yang akan terus mengalir meski mereka sudah meninggal," imbuhnya.

Selama Kiai Abun menyampaikan amanatnya, Dedi Mulyadi tampak khusyuk mendengarkan dan sesekali terlihat menganggukkan kepala. Dedi yang saat itu mengenakan pakaian serba putih dan peci hitam itu duduk tepat di sebelah Kiai Jujun Junaedi, Pemimpin Pondok Pesantren Al Jauhari, Garut, Jawa Barat yang juga memberikan tausiah Ramadhan.

Kiai Abun menegaskan dalam setiap pemilihan kepala desa, kepala daerah, maupun pemilihan presiden tidak boleh mengabaikan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan kenegaraan), dan ukhuwah islamiyah (persaudaraan keislaman). Ketiga unsur tersebut wajib diperhatikan tidak terjadi gesekan di internal masyarakat Jawa Barat.

Setelah proses awal ini tercapai, Kiai Abun berharap Dedi Mulyadi piawai mengelola empat hal. Yakni, ilmu para cendekiawan, keadilan pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doa dari kaum fakir miskin.

"Pengelolaan empat hal inilah yang dapat mendorong kemakmuran masyarakat Jawa Barat," katanya.

Tidak hanya dititipi amanah, dalam silaturahmi itu Dedi Mulyadi didoakan oleh para kiai dan ribuan santri. (K74-12)

PenulisKontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
EditorKurniasih Budi
Komentar
Terkini Lainnya
Dalang Dadan: Pemimpin Jawa Barat Harus Cinta Budaya Sunda
purwakarta
Guru-guru di Purwakarta Akan Belajar ke Australia
purwakarta
Wow...di Purwakarta Tersebar “ATM Beras”
purwakarta
Listrik dan Gas di Pedesaan Hemat Berkat Biogas
purwakarta
TNI AL "Kepincut" Kawasan Jatiluhur
purwakarta
Dedi Mulyadi Ajak Preman Bersihkan Masjid
purwakarta
Sekolah di Purwakarta Diliburkan Selama Puasa, Fokus ke Kitab Kuning
purwakarta
Toleransi di Purwakarta Istimewa Jadi Contoh Negara Dunia
purwakarta
Kenapa Maaruf Amin Selalu Dukung Dedi Mulyadi? Ini Alasannya...
purwakarta
Hary Tanoe: Dedi Mulyadi Sudah Ikut Memakmurkan Jawa Barat
purwakarta
Dedi Mulyadi: Islam Kultur Terbukti Punya Kekuatan
purwakarta
Ini Air Mancur yang Bikin Presiden Jokowi Penasaran!
purwakarta
Mau Tahu Pengorbanan Seorang Ibu? Kunjungi Museum Bale Indung Rahayu!
purwakarta
Bupati Purwakarta Beberkan Resep Pengelolaan Keuangannya
purwakarta