Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Kompas.com - 13/03/2026, 16:11 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga kondusivitas Kota Semarang menjelang perayaan Idul Fitri 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Agustina usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026” di Lapangan Pratisarawirya Polrestabes Semarang, Kamis (12/3/2026).

Menurut Agustina, kesiapan jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Komando Daerah Militer (Kodim) 0733 Semarang, serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) menjadi kunci dalam memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.

Ia menilai upaya aparat keamanan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan hasil positif, terutama dalam menekan peredaran narkoba dan minuman keras (miras) di Kota Semarang.

“Kami melihat hasil luar biasa dari Kapolrestabes dan jajaran yang sukses mengungkap transaksi narkoba serta operasi miras bersama Kodim 0733. Dengan pengamanan yang solid ini, kami optimistis stabilitas Kota Semarang tetap terjaga sepanjang perayaan Lebaran nanti,” ujar Agustina.

Baca juga: Wali Kota Serang Tiadakan Open House, Pilih Blusukan Temui Warga Saat Lebaran

Selain penguatan pengamanan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga melakukan langkah koordinatif melalui high level meeting (HLM) bersama instansi terkait.

Pertemuan tersebut menghasilkan tiga fokus utama, yakni memastikan kenyamanan pemudik pada seluruh fase perjalanan—mulai dari arus mudik, hari raya, hingga arus balik—mengendalikan harga barang guna menjaga inflasi, serta membentuk posko bersama untuk memperkuat koordinasi di lapangan.

“Kami sepakat membentuk posko bersama guna menyinkronkan berbagai tindakan dan informasi. Bahkan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kota Semarang memastikan masjid-masjid di jalur mudik dalam kondisi bersih, layak digunakan, dan informasinya terhubung dengan sistem Info Lebaran milik Pemkot Semarang,” jelas Agustina.

Dalam pengamanan Lebaran 2026, Pemkot Semarang juga melakukan integrasi data antara sistem milik pemerintah kota dengan aplikasi Polisi Hebat Semarang (Libas) milik Polrestabes Semarang.

Melalui integrasi tersebut, pemudik dapat mengakses berbagai informasi secara real-time, mulai dari lokasi masjid terdekat hingga pemantauan closed-circuit television (CCTV) di sejumlah titik strategis di kota.

Baca juga: Perbaikan Jalan Pasca Banjir Grobogan Selesai, Jalur Semarang-Godong Beroperasi Lagi Jelang Lebaran

“Kami integrasikan aplikasi Pemkot Semarang dengan Libas. Jadi jika ada pemudik yang kehilangan anaknya di rest area, mereka bisa langsung memantau CCTV saat itu juga. Informasi park and ride milik Polrestabes juga akan terintegrasi dalam satu sistem,” kata Agustina.

Ia berharap sinergi lintas instansi tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun pemudik yang melintasi Kota Semarang selama periode Lebaran.

“Ini sinergi yang sangat baik untuk menyiapkan gawe (pekerjaan) besar Idul Fitri di Kota Semarang. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang datang, tinggal, maupun melintas dapat merayakan Lebaran dengan lebih nyaman dan bahagia,” pungkas Agustina.

Terkini Lainnya
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com