Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Kompas.com - 31/10/2025, 20:53 WIB
I Jalaludin S,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng mengunjungi kediaman Mega Gita Safitri, korban rumah roboh di Jalan Pedamaran, Gang Buntu Nomor 10 RT 04 RW 05, Kauman Semarang Tengah, Jumat (31/10/2025).

Peristiwa tersebut merenggut nyawa Mega, sementara anak-anaknya mengalami luka-luka.

"Ini ada korban meninggal, kami pastikan anak-anak korban mendapatkan perhatian termasuk dari segi pendidikan," kata Agustina.

Agustina menjelaskan, dari keterangan pemangku wilayah setempat, rumah yang ditempati korban bukan milik pribadi. Kondisi ini menyulitkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk memberikan bantuan pembangunan rumah.

ProyekBaca juga: Ribuan Warga Semarang Terdampak Banjir, Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Namun, Agustina menambahkan, relawan bersama warga sekitar telah berinisiatif membantu agar keluarga yang selamat dapat menempati rumah sementara, mengingat adik korban bekerja di kawasan Pedamaran.

"Kami pastikan makan dan minum (mereka) terjamin. Nanti dari relawan akan beres-beres, dan memaksimalkan tempat tinggal ada. Terakhir kami juga pastikan pendidikan," tuturnya.

Agustina juga meminta pejabat kecamatan melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah-rumah serupa di wilayah tersebut, mengingat rumah korban tertimpa tembok bangunan tua di belakangnya.

"Saya minta anak-anak dibawa ke puskesmas karena mereka masih memar-memar. Pendidikan anak kami tanggung karena mereka termasuk masyarakat miskin," imbuhnya.

Baca juga: Rakit Tong Bekas Jadi Solusi RSI Sultan Agung Menghadapi Banjir Rob Semarang

Diketahui, Mega meninggal dunia dalam peristiwa robohnya rumah pada Kamis (30/10/2025) malam akibat hujan deras.

Rumah korban menempel dengan tembok bangunan tua yang rapuh, hingga akhirnya roboh dan menimpa bangunan yang dihuni Mega bersama dua anaknya, Yuanita Atia Eka (7) dan Ikwan Setiawan (4), serta adiknya, Syahrul Adji Pramuda (20).

Beruntung, dua anak dan adik korban selamat dalam kejadian tersebut.

Agustina menambahkan, Pemkot Semarang akan memperbarui data warga kurang mampu yang belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar dapat difasilitasi secara optimal.

Selain itu, ia juga berencana meningkatkan perekonomian warga sekitar dengan menghidupkan kembali kawasan wisata dan ekonomi lokal seperti Kampung Semawis dan area sekitar Klenteng Tay Kak Sie.

Baca juga: Aurel, Anak yang Hanyut di Selokan Saat Banjir Semarang Ditemukan Meninggal, Terseret 5 Kilometer

"Nanti akan ditata, yang kami bisa adalah meningkatkan pendapatan mereka. Makanya, sore hari akan ada pusat keramaian, penataan, warga bisa jualan, atau bikin kerajinan, atau jadi tour guide," terang Agustina.

Terkini Lainnya
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

Semarang
Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Pijar Semar, Wujud Komitmen Pemkot Semarang Lindungi Pekerja Rentan

Semarang
Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Kurangi Pencemaran Udara, Wali Kota Agustina Uji Coba Bus Listrik Trans Semarang

Semarang
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

Semarang
Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per Detik

Semarang
Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM

Semarang
Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Pemkot Semarang Tegaskan Aksi di RS Wongsonegoro Murni Masalah Internal Rekanan Swasta

Semarang
Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Tangani Banjir, Walkot Semarang Fokus pada Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga

Semarang
Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Tangani Kesehatan Warga Terdampak Banjir, Wali Kota Agustina Kerahkan Nakes Tambahan

Semarang
Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Sinergi Atasi Banjir Kaligawe, Pemkot Semarang Bangun Sodetan Baru dari Hibah Tanah Unissula

Semarang
Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Tanggap Darurat Banjir, Pemkot Semarang Dirikan Dapur Umum di Tiga Kecamatan

Semarang
Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Walkot Semarang Tanggung Pendidikan Anak Korban Rumah Roboh di Kauman

Semarang
Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Semarang
Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Rakor Penanganan Banjir, Walkot Agustina Dorong Peningkatan Kapasitas Pompa dan Percepatan Pengerukan

Semarang
Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Pastikan Jaringan Dipulihkan, Walkot Semarang Agustina Perintahkan Diskominfo Cabut Surat Penonaktifan Internet Monitoring CCTV

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com