Ratusan Peserta Ikuti Sarasehan Pemuda, Wadah Konsolidasi dan Kolaborasi Anak Muda Kota Semarang

Kompas.com - 31/10/2025, 06:30 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com — Di tengah hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak pagi, tampak ratusan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas dengan penuh semangat mengukuti kegiatan Sarasehan Pemuda bertema “Co-Creation Semarang: Challenge Pemuda".

Diselenggaarkan di Hall Balaikota Semarang, Selasa (28/10/2025),  kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu menjadi ruang pertemuan yang hangat dan reflektif bagi pemuda-pemudi Kota Semarang untuk berbagi ide, harapan, dan komitmen dalam membangun kota.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan “Surat Cinta dari Pemuda untuk Wali Kota Semarang”, sebuah pesan simbolik yang mewakili suara generasi muda tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemuda.

Baca juga: Di Tengah Guyuran Hujan, DPU Kota Semarang Bersihkan Saluran Drainase di Berbagai Titik

 

Dalam surat tersebut tersirat ajakan agar ruang partisipasi anak muda semakin terbuka lebar, terutama dalam proses pembangunan dan kebijakan publik.

Suasana hangat terasa ketika perwakilan pemuda membacakan surat dengan nada tulus dan reflektif, menandai awal dari diskusi yang lebih mendalam tentang peran pemuda di masa kini.

Usai pembacaan surat, kegiatan dilanjutkan dengan forum santai yang dihadiri berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan komunitas di Kota Semarang.

Hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Angkatan Muda Ka'bah, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Katolik, Srikandi Pemuda Pancasila, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repem), serta Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Semarang.

Acara tersebut sekaligus menjadi wadah silaturahmi, refleksi, sekaligus konsolidasi semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut komunitas muda, Generasi Berencana (GenRe) Kota Semarang, Forum Komunikasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Denok Kenang Kota Semarang, serta Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang.

Dalam suasana akrab, para peserta saling berbagi pandangan dan gagasan tentang arah gerak pemuda ke depan.

Baca juga: Ribuan Warga Tumpah di Jalan Pemuda Semarang, Rela Menunggu Berjam-jam demi Acara Dugderan

Banyak ide segar pun lahir, mulai dari penguatan ekosistem kolaborasi lintas organisasi, pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis komunitas, hingga pentingnya menjaga nilai gotong royong di era digital.

Dalam sambutannya, Ketua DPD KNPI Kota Semarang, Yohana Citra Mahardika menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi seluruh anak muda untuk terus berkolaborasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum historis, tetapi pengingat bagi kita semua bahwa persatuan dan kolaborasi adalah kunci kemajuan bangsa. Dari Semarang, kita buktikan bahwa pemuda mampu berinovasi, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.” ujar Ketua DPD KNPI Kota Semarang.

Melalui sarasehan ini, peserta diajak untuk berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai peran strategis pemuda di era digital, tantangan kepemimpinan masa kini, hingga upaya menjaga nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh inspirasi, ditandai dengan berbagai sesi dialog, penampilan kreatif, serta deklarasi komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi antarorganisasi kepemudaan di Kota Semarang.

Baca juga: Rayakan Sumpah Pemuda, Wakil Menteri Kehutanan Ajak Anak Muda Jaga Mangrove

Sebagai penutup acara, Ketua DPD KNPI Kota Semarang menyampaikan Pernyataan Sikap Pemuda Kota Semarang. Citra menegaskan bahwa pemuda hari ini harus berani bersatu dan siap menghadirkan dampak nyata di masyarakat.

“Persatuan pemuda adalah modal utama pembangunan kota. Kita harus siap berkolaborasi, berinovasi, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Pemuda Semarang bukan hanya pengamat, tapi pelaku perubahan yang berdampak,” tegas Citra.

Dalam Pernyataan Sikap Pemuda Kota Semarang yang dibacakan, terdapat lima poin utama komitmen pemuda:

1. Persatuan adalah modal utama pembangunan kota.

2. Siap berkolaborasi dan menghadirkan inovasi.

3. Kontribusi berbasis kompetensi.

4. Menghidupkan kembali semangat gotong royong.

5. Pemuda sebagai agen perubahan berdampak.

6. Usai pembacaan, seluruh peserta berdiri dan bersama-sama menyerukan yel-yel penuh semangat: “Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat! Pemuda Bergerak!”

Terkini Lainnya
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com