Dukung Strategi Pengelolaan Sampah Nasional, Kota Semarang Siap Jadi Percontohan Proyek PSEL

Kompas.com - 10/10/2025, 10:32 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan kesiapan Kota Semarang menjadi pilot project atau percontohan proyek pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik ( PSEL).

Upaya ini dilakukan untuk mendukung strategi pengelolaan sampah nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi ramah lingkungan di wilayah Kendal–Demak–Ungaran–Salatiga–Semarang–Purwodadi (Kedungsepur).

"Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan siap mendukung program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Proyek ini merupakan solusi pengelolaan sampah modern sekaligus menjadikan sampah sebagai energi listrik bagi masyarakat," ucap Agustina.

Komitmen tersebut disampaikan Agustina saat menerima kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (9/10/2025).

Baca juga: Lewat Debat Mahasiswa, Pemkot Semarang Dorong Pemuda Kritis dan Peduli Kebijakan

Untuk mendukung program PSEL, ia menyampaikan bahwa Pemkot Semarang telah menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.

Saat ini, Kota Semarang tengah menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah perkotaan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Agustina mengatakan, timbulan sampah di TPA Jatibarang telah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Akibatnya, Pemkot Semarang perlu menambah armada pengangkutan sampah serta mengedukasi masyarakat melalui program Semarang Bersih dan Semarang Wegah Nyampah sebagai budaya baru.

Baca juga: Wali Kota Semarang Apresiasi Dukungan Warga dalam Gerakan Semarang Wegah Nyampah

Selain itu, Pemkot Semarang juga menggandeng corporate social responsibility (CSR) dari berbagai pihak dan mengalokasikan Rp 50 miliar untuk menambah area pembuangan sampah baru seluas 11 hektar (ha).

“Dengan adanya PSEL ini, maka akan memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Kota Semarang maupun kawasan Kedungsepur," kata Agustina.

Agustina mengungkapkan bahwa Pemkot Semarang juga telah menyiapkan sejumlah rencana pembenahan TPA Jatibarang sebagai program prioritas 2026 untuk mendukung proyek PSEL.

Pembenahan yang akan dilakukan, antara lain meningkatkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), memperkuat sanitary landfill, membangun instalasi gas metana, serta mitigasi bencana kebakaran.

"Oleh karena itu, dengan kedatangan dari tim pemerintah pusat, pembangunan proyek PSEL ini dapat segera dilaksanakan," ucap Agustina.

Baca juga: Mendagri Dorong Peran Aktif Pemda Sukseskan Program PSEL

Verifikasi TPA Jatibarang

Pada kunjungannya ke Semarang, Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (B3 KLH/BPLH ), Firdaus Alim Damopoli, mengatakan telah melakukan verifikasi lapangan ke lokasi pembangunan PSEL di TPA Jatibarang.

Verifikasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan yang digelar pada 2 Oktober 2025.

Proses verifikasi dilaksanakan oleh B3 KLH/BPLH bersama Kementerian Keuangan, Danantara, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

"Kami sudah melihat kesiapan lahannya. Dari sisi luasan memenuhi dan sesuai RTRW Kota Semarang, strategis untuk menampung dan mengelola sampah hingga ke sekitar Kota Semarang," jelas Firdaus.

Baca juga: Wali Kota Semarang Siapkan Skema Konektivitas Kawasan Heritage Semarang Lama

Berdasarkan hasil verifikasi, ia menilai Kota Semarang telah siap menjadi model pengelolaan kawasan yang terintegrasi berbasis energi.

Hal tersebut terlihat dari timbulan sampah yang telah mencukupi hingga 1.000 ton per hari, serta sumber air yang diperlukan untuk operasional PSEL juga tergolong dekat sekitar 660 meter dari titik lokasi.

Firdaus menyebut, hasil verifikasi lapangan ini akan menjadi dasar dalam pembahasan rapat terbatas tingkat nasional dan menargetkan tahun depan program ini bisa berjalan di Kota Semarang.

Harapannya, Kota Semarang dapat menjadi percontohan bagi kota-kota lain dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang modern, efisien, dan ramah lingkungan menuju zero emission 2050.

Baca juga: Realita di Balik Sorotan Baik Pengelolaan Sampah di Banyumas…

Firdaus menekankan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program PSEL di Kota Semarang, baik secara pendampingan teknis, penyusunan dokumen lingkungan, maupun fasilitasi koordinasi lintas sektor.

“Mari kita jadikan PSEL Kota Semarang sebagai bukti bahwa Indonesia mampu bertransformasi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial," tegasnya.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com