KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi kepedulian anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mochamad Herviano Widyatama yang telah menghadirkan program Sanitasi Masyarakat (Sanimas) di Kota Semarang.
“Atas nama warga Kota Semarang, saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Vino (panggilan akrab Herviano) yang telah menyalurkan aspirasinya bagi masyarakat. Ini bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar warga. Sanitasi yang baik berpengaruh besar terhadap kesehatan, termasuk dalam menekan angka stunting,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Agustina saat mendampingi Herviano meninjau program Sanimas di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (7/10/2025).
Sanimas merupakan program yang digagas Herviano sebagai salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman warga, khususnya di kawasan padat penduduk.
Menurut Agustina, keberadaan sarana sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi menurunkan angka stunting di Kota Semarang.
Baca juga: Beras Khusus Diluncurkan untuk Tekan Stunting, 648 Keluarga Jadi Sasaran Perdana
Program Sanimas, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menumbuhkan budaya hidup bersih di masyarakat.
"Senang rasanya punya DPR RI yang peduli dan tahu kebutuhan rakyat secara langsung. Mudah-mudahan dari sini muncul kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, karena lingkungan yang sehat dimulai dari rumah yang bersih,” ungkap Agustina.
Dengan hadirnya Sanimas, Agustina menyebut bahwa tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selanjutnya adalah memastikan fasilitas tersebut terawat dengan baik.
Baca juga: Respons Cepat Pemkot Semarang Tangani Bencana akibat Hujan Lebat
“Sanimas ini kan sudah diserahkan ke warga, jadi tanggung jawab kita bersama untuk merawat dan memastikan tetap berfungsi dengan baik. Dengan begitu, masyarakat bisa terus menikmati manfaatnya,” tegasnya.
Agustina menekankan, wilayah Semarang Utara menjadi salah satu fokus Pemkot Semarang karena masih terdapat sejumlah titik rawan sanitasi dan stunting.
Oleh karena itu, ia mengajak jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk meninjau langsung potensi perbaikan lingkungan di wilayah tersebut.
“Kami tidak hanya melihat program Sanimas ini sebagai pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari gerakan sosial membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi. Karena kebersihan adalah fondasi kesehatan,” kata Agustina.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, Pemprov DKI Kembangkan Sanitasi Sehat
Melalui program Sanimas yang terus dikembangkan bersama pemerintah pusat, Pemkot Semarang berharap seluruh warga di kawasan padat penduduk dapat menikmati akses sanitasi yang layak, lingkungan yang bersih, dan kualitas hidup yang semakin baik.
Sementara itu, Mochamad Herviano Widyatama menegaskan bahwa program Sanimas menjadi bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang sanitasi.
"Kota Semarang mendapat puluhan titik bantuan, menyesuaikan kebutuhan pemerintah kota. Ke depan, kami akan terus bersinergi agar program ini bisa diperluas dan memberi manfaat lebih banyak,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Herviano dan Agustina beserta rombongan meninjau beberapa lokasi di Kelurahan Purwosari yang menerima total bantuan 31 titik sanitasi. Adapun lokasi sampel kunjungan kali ini hanya di tiga hingga empat titik.
Baca juga: Sanitasi Indonesia: Mengapa Belum Ada Kota yang Capai 100 Persen?
Sebagai informasi, kunjungan ini diikuti oleh sejumlah pejabat dan mitra kerja Komisi V DPR RI, antara lain Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, camat Semarang Utara, serta lurah Purwosari.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, Balai Jalan Nasional, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanimas Jawa Tengah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Emas, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas.