KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berkomtimen memperkuat peran pesantren dalam pembangunan karakter masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pondok Pesantren.
Hal itu disampaikan Agustina saat menghadiri Pengajian Majelis Dzikir dan Waosan Burdah Jagagawang Aswaja Semarang di Pondok Pesantren Al Ishlah, Mangkang Kulon, Sabtu (4/10/2025).
Baca juga: Dukung Pelestarian Budaya, Agustina Wilujeng Ikut Pentas Wayang Orang di Semarang
Agustina menilai, eksistensi pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Karena itu, lembaga pendidikan ini membutuhkan dukungan kebijakan daerah agar pembinaan dan pengembangannya dapat berjalan lebih optimal.
“Undang-Undang Pesantren disahkan sudah cukup lama pada periode pertama saya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini mengajukan Raperda Pesantren,” tegas Agustina dalam siaran pers yang diterima Komaps.com, Minggu (5/10/2025).
Agustina melanjutkan, pengajuan Raperda akan melalui mekanisme resmi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Semarang dan melibatkan proses uji publik selama enam bulan.
Baca juga: Profil Agustina Wilujeng Pramestuti, Wali Kota Semarang 2025-2030
Dalam tahap tersebut, masyarakat, ulama, dan pengasuh pondok pesantren akan dilibatkan untuk memberikan masukan terhadap pasal-pasal yang sedang dibahas.
“Kalau sudah ada Perda Pesantren, pemkot akan punya keleluasaan untuk membantu dan memajukan pesantren. Terutama, bagi pesantren kecil dan belum memiliki sumber daya memadai,” tambahnya.
Pesantren, kata Agustina, telah berperan sebagai “kawah candradimuka” yang merupakan tempat utama pembentukan karakter, kedisiplinan, dan intelektualitas para santri.
Ia mencontohkan banyaknya tokoh nasional yang lahir dari pesantren. Ini menunjukkan lembaga pendidikan tradisional ini memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.
Baca juga: Banjir Semarang dan Langkah Agustina Wilujeng untuk Menanganinya...
"Kalau nanti Perda Pesantren dibuat, berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan bisa lebih terintegrasi. Pemerintah juga bisa mengadopsi nilai-nilai luhur pesantren untuk memperkuat norma dan budaya masyarakat,” ungkap Agustina.
Dalam acara tersebut, Agustina disambut hangat para kiai, santri, serta jamaah Jaga Gawang Aswaja. Selain bersilaturahmi, Agustina juga mengapresiasi kiprah Jagagawang Aswaja yang selama satu dekade aktif menjaga nilai-nilai moderasi dan persatuan umat di Semarang.
“Saya berharap, semangat kebersamaan yang diusung Jagagawang Aswaja bisa terus tumbuh di masyarakat. Pemerintah dan pesantren harus berjalan beriringan dalam membangun karakter bangsa,” pungkasnya.