Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Semarang Kukuhkan FPRB 2025–2028

Kompas.com - 12/09/2025, 07:29 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar apel gladi lapang kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan sekaligus mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang periode 2025–2028.

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (11/9/2025).

Apel diikuti ratusan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta perwakilan organisasi masyarakat. Sejumlah sarana prasarana penanggulangan bencana turut disiagakan, mulai dari armada penyelamatan, perahu karet, hingga tim medis dan logistik.

Dalam sambutannya, Agustina menekankan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan strategis.

Pertama, melalui gladi lapang, kesiapsiagaan teknis personel diuji secara langsung di lapangan.

Kedua, pengukuhan FPRB menjadi tonggak penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Baca juga: 10 Negara Paling Aman untuk Ditinggali karena Minim Risiko Bencana Alam, Mana Saja?

“Kebersamaan yang kami wujudkan pagi ini adalah modal besar. Apalagi, BMKG memprediksi puncak musim penghujan terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026, dengan potensi anomali cuaca yang sulit diprediksi. Kita tidak boleh lengah, karena bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung bisa datang kapan saja,” tegas Agustina melalui siaran persnya, Jumat (12/9/2025).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin apel gladi lapang kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan sekaligus mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang periode 2025?2028. Kegiatan itu berlangsung di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (11/9/2025).DOK. Pemkot Semarang Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin apel gladi lapang kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan sekaligus mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang periode 2025?2028. Kegiatan itu berlangsung di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (11/9/2025).

Agustina berharap kehadiran FPRB mampu melahirkan inovasi baru dalam memperkuat program penanggulangan bencana di masyarakat, seperti Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

“Langkah ini adalah fondasi untuk menjadikan Semarang semakin tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Apel kesiapsiagaan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Semarang, Kepala BPBD Jawa Tengah, pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan organisasi sosial.

Ratusan relawan antusias mengikuti simulasi penanganan banjir, tanah longsor, hingga evakuasi korban bencana.

“Simulasi ini bukan hanya seremoni. Kami ingin memastikan armada, personel, dan seluruh sarana prasarana benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat. Latihan semacam ini penting untuk melatih koordinasi lintas instansi, sehingga saat bencana terjadi, kami bisa bergerak cepat, tepat, dan terukur,” jelas Agustina.

Baca juga: Cakruk Baca di Semarang: Perjuangan Relawan Buka Akses Buku Anak Desa, Meski 500 Koleksi Dimakan Rayap

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen bersama.

“Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat, Semarang Semakin Tangguh. Semua Terlibat, Semua Selamat,” pungkasnya.

Dengan kesiapsiagaan terpadu, Pemkot Semarang optimistis mampu meminimalkan risiko sekaligus mempercepat pemulihan jika bencana terjadi. Tujuannya agar masyarakat tetap terlindungi dan kota semakin tangguh menghadapi tantangan alam.

Sebagai informasi, apel gladi lapang ini melibatkan ratusan personel lintas instansi. BPBD Kota Semarang menurunkan 75 anggota dengan peralatan lengkap, termasuk truk, mobil ATV, perahu karet, hingga peralatan selam. TNI dan Polri turut mengerahkan pasukan, armada SAR, truk rescue, serta unit Brimob.

Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran menyiagakan armada pemadam, Dinas Kesehatan menghadirkan ambulans dan tenaga medis. Sementara itu, PMI Kota Semarang melengkapi dukungan dengan tim dan perahu karet.

Berbagai organisasi relawan kebencanaan juga ambil bagian, di antaranya Tagana, MDMC, LPBI, hingga komunitas pemuda peduli bencana.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com