Atasi Banjir, Wali Kota Semarang Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

Kompas.com - 05/09/2025, 19:14 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comWali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat komitmen dalam mengatasi persoalan banjir dan genangan dengan membangun rumah pompa baru di Jalan Petudungan, Kecamatan Semarang Tengah.

Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan sistem drainase kota.

“Pembangunan rumah pompa sejauh ini terbukti efektif mengurangi banjir dan genangan, serta memperkuat sistem drainase di Kota Semarang,” ujar Agustina melalui siaran persnya, Jumat (5/9/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina usai meninjau lokasi pembangunan rumah pompa baru, Sabtu (30/8/2025).

Agustina menjelaskan, saat ini pekerjaan baru mencapai sekitar 10 persen.

Baca juga: KPK Dalami Proses Lelang Konsultan Pengawas Proyek Rumah Dinas DPR Saat Periksa 5 Saksi

Meski begitu, ia optimistis proyek senilai Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD 2025 itu bisa rampung pada 20 Desember 2025.

“Kami kebut pengerjaan agar warga segera merasakan manfaatnya saat musim hujan tiba,” kata Agustina.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau lokasi pembangunan rumah pompa baru di Jalan Petudungan, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (30/8/2025). Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan sistem drainase kota.DOK. Pemkot Semarang Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau lokasi pembangunan rumah pompa baru di Jalan Petudungan, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (30/8/2025). Infrastruktur ini dirancang untuk memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan sistem drainase kota.

Rumah pompa Petudungan merupakan satu dari empat rumah pompa yang dibangun Pemkot Semarang pada 2025.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan di kawasan Petudungan hingga Mataram dan sekitarnya.

Selain rumah pompa, Pemkot Semarang juga membangun box culvert menuju Jalan MT Haryono untuk memperlancar aliran air.

Baca juga: Banjir Besar Lampung Akibatkan 3 Korban Tewas, Diduga karena Tembok Pelindo Tutup Aliran Air

Agustina menambahkan, pihaknya juga sedang membersihkan saluran air di sekitar lokasi serta menyiapkan tempat penampungan.

“Mohon doa restunya agar pengerjaan berjalan lancar, bisa betul-betul mengurangi genangan, dan mendukung pengembangan infrastruktur kota kita,” imbuhnya.

Dalam peninjauan itu, Agustina didampingi Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin beserta jajaran.

Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan warga sekitar, mendengarkan aspirasi, sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai.

“Untuk seluruh warga Kota Semarang, mari kita ciptakan kota ini ramah dan bersih lingkungan. Saling menjaga lingkungan masing-masing, minimal dengan tidak buang sampah sembarangan,” tutur Agustina.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com