Semarang "Pede" Bebas TBC 2028, Andalkan Layanan Satu Atap dan Teknologi AI Canggih

Kompas.com - 04/09/2025, 21:11 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah serius dalam upaya eliminasi tuberkulosis ( TBC). 

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menargetkan TBC dapat dieliminasi pada 2028. Target ini lebih cepat dari target nasional bebas TBC pada 2030.

“TBC masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang menempati urutan kedua tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (4/9/2025). 

Agustina menyampaikan hal itu saat peluncuran Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis.

Agustina menyebutkan, hingga pekan ini terdapat 3.698 kasus TBC di Kota Semarang

Baca juga: Masuk Jepang Wajib Tes TBC buat Vietnam, Indonesia Termasuk?

“Melalui studi pra-pilot ini, kami bertekad memperkuat layanan kesehatan primer agar warga dapat terdeteksi lebih dini, mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan memutus rantai penularan,” katanya.

Untuk diketahui, studi pra-pilot OSS TBC dilaksanakan mulai Agustus hingga Desember 2025 di dua kota, yakni Semarang dan Bogor. 

Di Semarang, layanan tersebut hadir di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati, dengan target 10.000 peserta Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).

Melalui program itu, warga akan mendapatkan layanan inovatif. Pertama, tes cepat molekuler menggunakan usap dahak atau usap lidah. Tes ini dapat menunjukkan hasil pemeriksaan hanya dalam hitungan menit. 

Kedua, rontgen pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mampu membaca foto toraks secara otomatis untuk mendeteksi kelainan paru. 

Baca juga: Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkot Semarang Gelar Pasar Tiban Setiap Sabtu Malam

Semua layanan tersedia di satu Puskesmas tanpa rujukan sehingga pasien langsung mendapatkan pelayanan komprehensif dan gratis.

Agustina menyebut layanan ini sebagai bentuk pelayanan kesehatan modern, cepat, mudah, dan gratis.

“Cukup sekali datang ke puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan lengkap tanpa harus berpindah tempat,” ungkapnya. 

Agustina berharap, studi pra-pilot di tiga puskesmas tersebut dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain. 

Menghadirkan layanan dasar

Pemkot Semarang menaruh perhatian serius pada penguatan fasilitas kesehatan primer. 

Baca juga: 400 Korban Salah Tangkap Demo Semarang Dikenai Wajib Lapor, LBH Semarang: Tak Ada Dasar Hukumnya

Selain menghadirkan layanan OSS TBC, Pemkot Semarang juga sedang memfinalisasi pembangunan layanan rawat inap di Puskesmas Bangetayu. 

Pembangunan layanan itu bertujuan memastikan warga mendapatkan akses layanan kesehatan dasar yang semakin lengkap dan dekat dengan tempat tinggal.

Agustina berharap, studi pra-pilot bisa menjadi contoh baik bagi daerah lain di Indonesia. 

“Kami ingin Semarang menjadi model kota yang tangguh dalam penanggulangan TBC,” katanya. 

Agustina optimistis, eliminasi TBC di Kota Semarang pada 2028 bisa terwujud, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta mitra internasional.

Lebih lanjut, studi itu tidak hanya menguji efektivitas alat diagnostik dan alur layanan, tetapi juga menilai kesiapan tenaga kesehatan, logistik, integrasi data, hingga efisiensi biaya. 

Baca juga: Tak Hanya Bangun LRT, Pemkot Semarang Bakal Reaktivasi Trem

Hasil penelitian akan menjadi masukan penting bagi kebijakan nasional eliminasi TBC.

“Melalui langkah ini, kami ingin menunjukkan bahwa riset kesehatan dapat langsung diterjemahkan ke dalam praktik dan kebijakan publik yang berdampak nyata. Semarang siap menjadi bagian dari sejarah besar Indonesia menuju bebas TBC,” ujar Agustina.

Salah satu kader dari Kelurahan Bangetayu Wetan tampak antusias menyambut program Pemkot Semarang tersebut. 

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program dari Pemkot Semarang. Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar perempuan yang enggan disebut namanya itu.

Warga Semarang lainnya, Joko (50), mengaku senang karena pemerintah tidak hanya hadir memberi kebijakan, tetapi juga benar-benar turun ke masyarakat. 

Baca juga: Pemkot Semarang Usulkan 2.416 Pegawai Non-ASN Jadi PPPK Paruh Waktu Tanpa Tes Ulang

“Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan warga,” kata Joko.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com