Mbak Ita Pamit Undur Diri, Sampaikan Terima Kasih dan Maaf kepada Warga Kota Semarang

Kompas.com - 19/02/2025, 09:40 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada warga Kota Semarang atas dukungan dan partisipasi mereka dalam pembangunan kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Mbak Ita dalam apel yang berlangsung di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (18/2/2025). Pada kesempatan ini, ia juga secara resmi berpamitan kepada seluruh jajaran di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

“Saya mengucapkan terima kasih, tidak hanya kepada rekan-rekan di Pemkot Semarang, tetapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersama-sama membangun kota ini,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (18/2/2025).

Baca juga: Wali Kota Semarang Mbak Ita Pulang dari RS Usai Dirawat 5 Hari akibat Demam

Mbak Ita juga mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, tetapi dirinya yakin kepemimpinan selanjutnya dapat melanjutkan program yang telah berjalan.

“Saya yakin Ibu Agustina Wilujeng sebagai wali kota terpilih akan meneruskan program pemerintah pusat, provinsi, dan kota serta menghadirkan inovasi serta visi-misi baru bagi Semarang periode 2025-2030,” imbuhnya.

Menyadari setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan berbeda, Mbak Ita menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama masa kepemimpinannya.

“Saya mohon maaf atas segala kekhilafan, baik disengaja maupun tidak. Setiap pemimpin punya gaya masing-masing, mungkin ada hal yang kurang berkenan bagi bapak dan ibu. Namun, saya berharap silaturahmi tetap terjalin karena kita hidup berdampingan,” katanya.

Tetap Berkarya untuk Kota Semarang

Meskipun masa jabatannya berakhir pada Rabu (19/2/2025), Mbak Ita menegaskan tetap akan berkontribusi bagi Kota Semarang.

“Walaupun sudah tidak menjadi wali kota, saya tetap mencintai kota ini. Masih banyak cara untuk berkarya tanpa harus berada di pemerintahan. Saya akan fokus pada ketahanan pangan, pertanian, pencegahan stunting, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya yang dapat saya sumbangkan untuk masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Mbak Ita kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga Kota Semarang yang telah mendukungnya sejak menjabat sebagai wakil wali kota hingga menjadi wali kota.

Matur nuwun, sederek-sederek warga Kota Semarang, serta pemangku kepentingan yang telah memberikan dukungan sehingga kota ini bisa (berkembang) seperti sekarang. Saya mohon maaf atas segala kekurangan dan berharap bisa dimaafkan,” tuturnya.

Baca juga: Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Maksimalkan Operasi Pompa Seringin dan Pompa Tenggang

Acara tersebut menjadi momen berharga yang menegaskan bahwa meski kepemimpinan berganti, persaudaraan dan kecintaan terhadap Kota Semarang akan selalu terjaga.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, juga hadir aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Semarang, camat, lurah, sekretaris camat, serta direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Suasana penuh haru dan keakraban terasa saat para peserta memberikan apresiasi atas dedikasi Mbak Ita selama ini serta mendoakan agar ia terus sehat dan menginspirasi.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com