Sambut Presiden BEM Se-Indonesia, Mbak Ita Sebut Pemkot Semarang Siap Fasilitasi Kegiatan Mahasiswa

Kompas.com - 16/07/2024, 13:57 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siap menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan para mahasiswa, terutama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di Kota Semarang.

“Saya yakin, kegiatan ini akan memungkinkan para mahasiswa dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dalam budaya dan keberagaman Kota Semarang,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (16/7/2024).

Apalagi, lanjut dia, para mahasiswa juga telah diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata budaya yang mencerminkan persatuan Kota Semarang.

Pernyataan tersebut disampaikan Mbak Ita saat berinteraksi dengan para Presiden BEM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam acara Ramah Tamah dengan Pemkot Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Senin (15/7/2024).

Baca juga: Jadi Pembicara Utama Rakernas Apkasi, Mendagri Beri Pesan Penting untuk Kepala Daerah

Para Presiden BEM tersebut berkunjung untuk menghadiri Rakernas ke-17 BEM Seluruh Indonesia di Kota Semarang. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Profesor Dr Suharnomo dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Semarang.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai aktivitas seperti musik, makan malam bersama, pengenalan inovasi mahasiswa, dan dialog.

“Beberapa waktu lalu, Presiden BEM Undip telah melakukan audiensi terkait rencana menjadi tuan rumah Rakernas BEM se-Indonesia. Kami sangat mengapresiasi hal ini, karena kegiatan ini akan menggali budaya Kota Semarang, yang kami fasilitasi dengan kunjungan ke berbagai tempat bersejarah dan budaya,” ucap Mbak Ita di tengah-tengah kegiatan.

Mbak Ita berharap, penyelenggaraan Rakernas BEM SI di Kota Semarang dapat lebih menguatkan semangat persatuan antaruniversitas.

Baca juga: Seminar Nasional FH Universitas Pancasila Angkat Isu Kebebasan Agama dan Keragaman Budaya

Ia juga optimistis bahwa Kota Semarang akan dikenal dengan baik oleh para Presiden BEM dari seluruh Indonesia.

“Semoga kegiatan ini bisa berjalan baik. Kami berharap kegiatan ini memberikan kenangan yang serta menjadi motivasi bagi generasi emas Indonesia,” tutur Mbak Ita.

Apresiasi dari pelaksana Rakernas ke-17 BEM SI

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Rakernas ke-17 BEM SI Queen Aisyah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkot Semarang dan Wali Kota Semarang atas fasilitas dan dukungan yang diberikan.

Ia menyebut bahwa terdapat total 51 universitas dan 114 delegasi dari seluruh Indonesia yang ikut serta dalam kegiatan Rakernas BEM SI di Kota Semarang.

Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Kota Semarang selanjutnya akan mencakup sidang-sidang yang membahas tentang kebudayaan di Indonesia.

Baca juga: SD Gaib Terdaftar di Sistem PPDB, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

Queen Aisyah juga menyatakan keyakinannya bahwa Kota Semarang dengan pemerintahan yang sekarang mampu menjadi kota yang mempersatukan beragam budaya, suku, dan agama.

“Alhamdulillah, kami sangat mendapat dukungan dari Ibu Ita sebagai Wali Kota Semarang, dan kami berharap rakernas di Kota Semarang dapat membantu memperkenalkan Kota Semarang sebagai kota yang inklusif,” jelasnya.

Terkini Lainnya
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com