Meski Banjir di Kota Semarang Mulai Surut, Pemkot Terus Aktifkan 28 Pompa di Sejumlah Titik

Kompas.com - 15/03/2024, 20:26 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memasifkan penanganan banjir di sejumlah titik di Kota Semarang.

Penanganan itu dilakukan dengan mengaktifkan pompa-pompa yang dimiliki Pemkot Semarang dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. 

Adapun Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana mengaktifkan 28 pompa yang bekerja secara normal untuk menangani banjir. 

Walkot yang disapa Mbak Ita itu mengatakan, pompa tersebut akan terus menyala hingga banjir di kawasan tersebut surut, seperti banjir akibat limpasan Banjir Kanal Timur pada Rabu (13/3/2024) malam. 

“Dengan kapasitas pompa yang besar karena di sungai Banjir Kanal TImur (BKT) ada tiga pompa untuk kota, kemudian ada dua punya BBWS, akhirnya berangsur surut,” ujarnya. 

Baca juga: Banjir di Genuksari Kota Semarang Masih Satu Meter, Warga Tetap Enggan Mengungsi

Dia mengatakan itu usai mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana meninjau titik-titik banjir di wilayah Kota Semarang, Jumat (15/3/2024). 

“Tentu kami terus menerus melakukan pemompaan sehingga bisa segera normal kembali,” katanya dalam siaran pers.

Lalu, banjir di wilayah Jalan Madukoro sebelumnya tidak bisa dibuang ke sungai Banjir Kanal Barat (BKB) karena terjadi limpasan. 

Kemudian, Mbak Ita meminta pihak terkait mendatangkan pompa portabel agar air yang menggenang bisa disedot. 

Adapun banjir di beberapa titik yang melanda Kota Semarang akibat tingginya curah hujan mulai surut. 

Baca juga: Terendam Banjir 3 Hari, Warga Semarang Mulai Batuk dan Gatal-gatal

Beberapa akses jalan kini juga sudah mulai bisa dilintasi kendaraan dengan normal. Dalam pantauan terkini, genangan air di Kawasan Kota Lama, utamanya di Stasiun Tawang, sudah hilang. 

Kemudian, genangan air akibat luapan BKB di Jalan Madukoro juga sudah surut. 

Lalu, banjir di Kawasan Sawah Besar yang juga sempat tergenang akibat luapan sungai BKT juga mulai normal, meski daerah perkampungan masih tergenang banjir. 

Meski demikian, Mbak Ita meminta kepada semua pihak untuk tetap siaga. 

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengakui, pihaknya saat ini tengah berfokus menangani banjir di kawasan Kaligawe. 

Baca juga: Longsor Terjadi di Sendangmulyo Semarang, Satu Mobil Terperosot dan Akses Jalan Terputus

Dia juga telah meminta pihak terkait membuka pintu-pintu air rumah pompa di Sringin dan Tenggang, selain terus menjalankan pompa-pompa. 

“Saat ini hanya di kawasan Kaligawe, Sringin, Tenggang, dan Gayamsari. Semoga cuaca hari ini cerah kemudian rob juga tidak tinggi sehingga delapan pintu air yang ada di Sringin bisa dibuka seluruhnya, dan mempercepat keluarnya air dari Kaligawe,” katanya. 

Mbak Ita mengatakan, wilayah tersebut sampai sekarang belum bisa dilewati karena mendapat tumpukan dari wilayah lain, seperti dari Pedurungan dan Gayamsari. 

“Semoga hari ini bisa tuntas dan bisa dilewati,” harapnya. 

Sementara itu, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, berdasarkan hasil tinjauannya, banjir di sejumlah titik di Kota Semarang sudah mulai surut. 

Baca juga: Banjir, RSI Sultan Agung Semarang Tutup Layanan Poliklinik dan Pasien Pulang Dievakuasi Mobil Brimob

Meski demikian, intensitas curah hujan yang tinggi membuat sungai, seperti BKT dan BKB, meluap ke jalan. 

“Ditambah juga banjir rob sehingga memang butuh waktu,” paparnya. 

Sebagaimana diketahui, terdapat 17 pompa yang dimiliki Pemkot Semarang yang tersebar di beberapa wilayah, di antaranya pompa Madukoro, pompa Tawang Mas, pompa Bulu, pompa Kali Semarang, pompa Kota Lama, pompa Mberok, pompa Banger, dan mobile pump di Tambaklorok. 

Kemudian, ada pula pompa pasar Waru, pompa Kalibaru, pompa Kampung Kali, pompa bawah flyover tol Muktiharjo, pompa Muktiharjo, pompa Kandang Kebo, pompa Kartini, pompa Trimulyo, dan pompa Karang Roto. 

Ada juga pompa yang dimiliki BBWS Pemali Juana, meliputi pompa Yos Sudarso, pompa portable 80 lps (2) dan 250 lps (1), pompa muara Sungai Tenggang, pompa Pasar Waru, pompa KITS, dan pompa portable 300 lps. 

Baca juga: Banjir di Kota Lama Semarang Surut, Pengunjung Mulai Berdatangan

Kemudian, ada pula pompa Genuk-Babon, pompa muara Sungai Sringin, pompa Banjardowo, dan pompa retensi Banjardowo.

Terkini Lainnya
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com