Kembangkan Ekonomi Kreatif Kota Semarang, Wali Kota Hendi Lirik Industri Film

Kompas.com - 30/03/2021, 20:38 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, jajarannya saat ini mulai melirik industri perfilman sebagai upaya mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Pasalnya, industri perfilman sendiri merupakan salah subsektor ekonomi kreatif yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

“Baik dari sutradaranya, para pemainnya, hingga produser yang dalam hal ini diakomodasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang,” terang wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut.

Dia mengatakan itu saat menghadiri pemutaran perdana film Pusara(n) sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret di bioskop XXI Mal Paragon Kota Semarang, Selasa (30/3/2021).

Rencananya, akan ada lima judul film karya sineas muda asal Kota Semarang yang diangkat untuk bisa diputar ke bioskop, salah satunya adalah film Pusara(n) yang diputar hari ini.

Baca juga: Menginspirasi, Pengarah Foto di Kota Lama Semarang yang Viral Diundang Wali Kota Hendi

Hendi menambahkan, dukungan untuk mengembangkan industri perfilman melalui karya sineas lokal juga dapat mengangkat sektor pariwisata di Kota Semarang.

Sebab, mantan anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) itu meyakini, film dapat menjadi media yang menarik untuk masyarakat dapat lebih mengenal Ibu Kota Jateng.

“Kami tentu senang jika karya-karya yang dihasilkan dapat pula menjadi media untuk mengenalkan kebudayaan dan potensi yang ada di Kota Semarang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Dengan begitu, lanjutnya, melalui jalan cerita yang menarik dan penghayatan para pemain yang luar biasa, ada konten lokal yang diangkat.

Baca juga: Digelar Sederhana, Perayaan HUT Kota Semarang Dijadikan Momentum Lawan Covid-19

Untuk itu, Hendi pun mengapresiasi sineas lokal Kota Semarang yang menyambut baik upaya yang diinisiasi tersebut.

Dia berharap, penayangan film lokal itu dapat membangun industri perfilman di Kota Semarang dan Indonesia, terutama setelah sempat surut akibat pandemi Covid-19.

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari juga menyebut film yang diproduksi di Semarang dapat menjadi sarana promosi.

Sebab, di dalam film-film tersebut akan ada skema yang diambil dengan bingkai landmark kota Semarang yang unik.

Dia menambahkan, dukungan pemerintah terhadap industri kreatif di Kota Semarang diupayakan bisa maksimal.

Baca juga: Dinkes Semarang Harap Program Sikap Wegah Nyampah Bisa Berantas Covid-19

Hal itu seperti adanya fasilitas Creative Hub Kota Lama dengan dua gedung, yaitu di Galeri Industri Kreatif dan dan Gedung Oudetrap.

“Keduanya bisa digunakan teman-teman pelaku ekonomi kreatif secara gratis untuk dapat memproduksi sebuah karya,” ujar Indriyasari.

Terkini Lainnya
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com