Jelang Pelantikan Wali Kota Semarang, Pedagang Bunga Banjir Pesanan

Kompas.com - 24/02/2021, 19:33 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang pelatikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu, pesanan karangan bunga di kawasan Pasar Kembang Kalisari, Jalan dr. Soetomo, Kota Semarang melonjak naik.

Hal itu diakui salah satu penjual karangan bunga Sri Ningsih. Dia mengatakan, usahanya mengalami kenaikan omset hingga empat kali lipat. Bahkan, tokonya sampai kelabakan dan menolak pesanan yang masuk.

“Menjelang pelantikan Pak Wali ini omsetnya naik. Kalau sebelum ini kan seminggu hanya 25 sampai 30 karangan bunga, sekarang bisa dapat 100 lebih. Semua ramai. Sampai Saya tolak-tolak," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (24//2/2021).

Ibu yang sudah puluhan tahun membuka usaha di Pasar Kembang Kalisari itu pun bersyukur dengan adanya pelantikan ini.

Baca juga: Ratusan Pedagang Pasar di Kabupaten Semarang Jalani Vaksinasi di GOR Wujil

Secara tidak langsung, acara ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Tak hanya Sri, pengrajin karangan bunga lainnya Yulianingsih mengatakan, peningkatan pesanan karangan bunga yang cukup signifikan dia rasakan.

Pesanan tersebut, terutama untuk ucapan pelantikan pasangan kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi-Ita tersebut.

Yulianingsih mengungkapkan, momen pelantikan Wali Kota Semarang menjadi berkah luar biasa baginya, mengingat selama masa pandemi Covid-19, pesanan karangan bunga menurun.

“Di masa pandemi ini sangat berpengaruh, khususnya waktu awal-awal pandemi misalnya karangan bunga untuk pernikahan atau ulang tahun banyak berkurang,” ceritanya sumringah.

Baca juga: Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong, Wali Kota Semarang Realisasikan Ide Pertanian Perkotaan

Perwakilan paguyuban pengrajin karangan bunga Cucuk mengatakan, kenaikan omset karangan bunga jelang pelantikan tidak hanya dirasakan satu dua pengrajin, tetapi merata hingga hampir satu pasar.

“Pedagang bunga ikut merasakan dampaknya pelantikan wali kota ini. Mereka yang mendapat orderan banyak dan tidak hanya satu dua, tapi satu pasar merasakan semua,” tuturnya.

Cucuk pun menitipkan ungkapan terima kasihnya untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih, serta berharap keduanya dapat membawa Kota Semarang semakin Hebat.

Ketika disinggung mengenai omset yang didapatkan jelang pelantikan, dia mengungkapkan omsetnya memang mengalami kenaikan yang lebih dari hari biasa.

"Jauh dari biasanya. Ini luar biasa alhamdulillah," ungkapnya.

Baca juga: Lewat Manajemen Pengelolaan dan Pengendalian Sampah, Pemkot Semarang Upayakan Atasi Banjir

Sesuai rencana, pelantikan wali kota dan wakil wali kota hasil pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 yang semula dilaksanakan pada 17 Februari dipastikan akan digelar Jumat (26/2/201) secara virtual.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah timbulnya kerumunan massa sekaligus mentaati protokol kesehatan sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com