Jaga Kenyamanan Pengunjung di Kota Lama, Pemkot Semarang Gelar Car Free Night

Kompas.com - 10/10/2019, 19:04 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang berwisata di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang.

Salah satu caranya dengan memberlakukan car free night, yang akan diuji coba pada 11 dan 12 Oktober 2019.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Ketertiban (Daltib) Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan, car free night dilakukan agar pengunjung Kota Lama tidak terganggu dengan lalu lalang kendaraan.

Upaya itu pun dilakukan guna menjaga keamanan kondisi infrastruktur dan bangunan dari getaran kendaraan yang melintas.

Baca juga: Walkot Hendi Berencana Terapkan Car Free Zone di Kota Lama Semarang

“Selain itu, untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor di kawasan tersebut,'' terang Danang dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/10/2019).

Dia menjelaskan, ruas jalan Cenderawasih dan Jalan Letjen Soeprapto hingga Jembatan Mberok atau Jalan Mpu Tantular akan ditutup bagi kendaraan bermotor mulai pukul 18.00-24.00 WIB. Untuk kendaraan yang hendak menuju Stasiun Tawang masih diperbolehkan melintas.

Untuk itu, Danang mengimbau masyarakat yang hendak berwisata ke Kawasan Kota Lama untuk memarkirkan kendaraannya di sejumlah kantung parkir yang telah disediakan.

“Sejumlah kantung parkir telah disediakan antara lain di Jalan Mpu Tantular, eks kantor PTPN IX Semarang, sebelah utara Dream Museum Zone (DMZ),” papar Danang.

Baca juga: Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang akan Diperluas

Ada pula kantung parkir di depan Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polrestabes Semarang, Jalan Sendowo dan samping gedung Marabunta.

Peta rekayasa lalu lintas car free night di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang, yang berlaku 11-12 Oktober 2019 mulai pukul 18.00-24.00 WIB. Dok. Humas Pemkot Semarang Peta rekayasa lalu lintas car free night di Kawasan Wisata Kota Lama Semarang, yang berlaku 11-12 Oktober 2019 mulai pukul 18.00-24.00 WIB.
Untuk mengantarkan pengunjung dari dan menuju Taman Sri Gunting Pemkot Semarang menyiapkan mobil golf gratis berkapasitas 6-8 orang. Mobil golf itu ditempatkan di eks pool Damri Jalan Mpu Tantular, Jalan Sendowo, dan Kantor Satpas SIM Polrestabes Semarang.

Sementara itu, KBO Satlantas Polrestabes Semarang AKP Supriyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi persiapan pemberlakuan car free night.

Beberapa hal yang dibahas di antaranya, rekayasa lalu lintas yang berlaku di beberapa ruas jalan Kawasan Wisata Kota Lama. Selain itu, jalan yang digunakan car free night akan ditutup dengan traffic barrier, kerucut lalu lintas, serta dipasang rambu-rambu penunjuk arah.

''Pengalihan arus akan dilakukan bagi kendaraan yang hendak menuju Jalan Letjen Suprapto dari Jalan Raden Pattah. Untuk berbelok ke arah kiri menuju Jalan MT Haryono atau Bundaran Bubakan, maupun berbelok ke kanan ke arah Jalan Ronggowarsito,'' ucap Hendi.

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com