Westlife Konser di Semarang, 3000 Tiket Sudah Bisa di Pesan Online

Kompas.com - 03/06/2019, 11:00 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Boyband legendaris Westlife yang dijadwalkan akan mengadakan konser di Kota Semarang pada Minggu (1/9/2019) di Sam Poo Kong. 

Rajawali Indonesia sebagai promotor kegiatan tersebut tersebut menerangkan akan menjual sekitar 6.000 untuk konser boyband asal Irlandia tersebut. 

"Untuk kapasitas penontonnya sekitar 6.000 orang, 3.000 tiket dapat dipesan lewat TiketApaSaja.com, sedangkan 3.000 sisanya khusus nasabah dan calon nasabah Bank Jateng," papar Ovie Ermawati, Marcomm & Promotion Manager Rajawali Indonesia, di Semarang.

Dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Minggu (2/6/2019), dijelaskan, pemesanan 3.000 tiket konser Westlife secara online sudah bisa mulai diakses mulai Senin, 3 Juni 2019, pukul 11.59 WIB. 

Di sisi lain, Bank Jateng sebagai sponsor utama kegiatan menjelaskan, jika 3.000 tiket yang dikhususkan untuk nasabah dan calon nasabah Bank Jateng akan mulai dibuka setelah lebaran.

"Kalau Bank Jateng sendiri kami ada promo menabung di Tabungan Bima untuk mendapatkan tiket nonton Westlife di semarang," terang Amitta Windari Ratih Kusumawati, ketua Tim Marcomm Bank Jateng.

"Tekhnisnya adalah hold rekening di Tabungan Bima, tapi untuk nominal dan jangka waktunya baru akan kami rilis setelah lebaran," imbuh Ratih.

Tingkatan pariwisata Semarang

Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari berharap kehadiran grup musik yang digawangi oleh Shane Filan, Nicky Byrne, Mark Feehily dan Kian Egan itu mampu meningkatkan perhatian masyarakat kepada Kota Semarang.

"Sejalan dengan semangat kami dalam pengembangan sektor pariwisata, kehadiran Westlife tentu secara khusus dirasa mampu meningkatkan perhatian para wisatawan terhadap Kota Semarang," jelas Indriyasari.

Ia pun berharap agar konser Westlife nanti tersebut akan berjalan sukses, seperti event internasional lain yang dalam beberapa tahun terakhir berjalan di Kota Semarang. 

Asal tahu saja bukan kali ini saya Kota Semarang kehadarangan publik figur kelas dunia. Pada Maret 2018 masyarakat dikejutkan dengan kehadiran David Beckham di Kota Semarang.

Salah satu legenda sepak bola dunia ini, saat itu berkunjung ke beberapa SMP Negeri di bawah Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan motivasi kepada para siswa.

Kala itu Pemerintah Kota Semarang pun menjelaskan datangnya mantan pemain Manchester United itu diharapkan mampu meningkatkan perhatian masyarakat kepada Kota Semarang.

Apalagi terkhusus sebagai delegasi UNICEF, Beckham memiliki fokus besar terhadap program anti-bullying di sekolah, yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Semarang.

Terkini Lainnya
Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Tinjau Lubang 3 Meter di Jatingaleh, Wakil Walkot Semarang Pastikan Percepat Perbaikan

Semarang
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com