Di Mijen Akan Dibangun Mall, Wali Kota Semarang Upayakan Pemerataan Investasi

Kompas.com - 30/04/2019, 22:22 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Demi mendorong investasi yang masuk ke Semarang tak hanya berpusat di tengah kota saja, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun terus mengupayakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Semarang.

Salah satunya di wilayah Mijen Kota Semarang. Di sini Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut mengupayakan pembangunan sirkuit bertaraf internasional sebagai strategi pengembangan wilayah.

Terbaru sebuah mall dengan nilai investasi mencapai Rp 350 miliar siap dibangun di kawasan Mijen tersebut.

Hendi pun ikut hadir langsung menghadiri Ground Breaking pembangunan pusat perbelanjaan yang diberi nama Up Town Mall itu di wilayah BSB City Mijen Semarang, Selasa (30/4/2019).

Up Town Mall sendiri nantinya akan dibangun seluas 3,7 hektar (ha) di atas lahan seluas 10 ha oleh PT. Karyadeka Alam Sari di area BSB City Mijen.

Pembangunan mall itu disebutkan sebagai salah satu kontribusi investor di Kota Semarang dalam upaya pemerataan pembangunan.

Dengan demikian, selain pemukiman di BSB City, nantinya wilayah Mijen akan memiliki pusat keramaian dan pendidikan sehingga diharapkan dapat menjadi solusi alternatif pengurai kemacetan di pusat Kota Semarang.

"Dengan dibangunnya Up Town Mall ini mudah-mudahan kemacetan di tengah kota dapat tereliminir dan tentunya kedepan bermanfaat bagi masyarakat Kota Semarang,” lanjutnya.

Perlu diketahui, Up Town Mall akan dibangun dengan mengusung konsep mall life style, Konsep mall seperti ini, memang sedang naik daun apalagi adanya perkembangan yang pesat dari generasi milenial baik secara populasi dan cara hidupnya.

Adanya Up Town mall pun dianggap dapat memfasilitasi kebutuhan milenial di wilaya Mijen dan sekitarnya.

“Jika semuanya bisa maju bersama, sejahtera bersama, dan PBB lancar, efeknya pembangunan akan semakin pesat. Intinya ini semua dari, oleh, dan untuk masyarakat Semarang. mudah-mudahan proses pembangunan semakin lancer dan sukses sehingga dapat bermanfaat,” harap Hendi.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Karya Deka Alam Lestari, Timotius Harsono menyebutkan bahwa BSB mempunyai visi besar untuk menjadikan Semarang tidak hanya indah tetapi juga memiliki nilai center of excellent dan world class city.

"Semoga dengan dibangunya Up Town Mall ini dapat berkomtribusi terhadap kemajuan Kota Semarang,” ucap Timotius.

Ia pun memaparkan alasan kenapa pihaknya mau berinvestasi di Kota Semarang. Ini karena Kota Semarang memiliki pluralisme. Jadi meski di kota ini terdapat multi kultur tetapi masyarakatnya dapat hidup rukun, saling gotong royong, dan hidup berdampingan.

“Itu yang menjadi alasan kenapa kami berinvestasi di Kota Semarang. Kerukunan ini susah diperoleh dibanyak belahan dunia tetapi ada di Semarang," pungkasnya.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com