Hendrar Optimistis Semarang Bisa Jadi Poros Maritim Indonesia

Kompas.com - 10/09/2018, 20:25 WIB
Kurniasih Budi

Editor


SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini Kota Semarang bisa menjadi poros maritim Indonesia.

"Sejarah menyebutkan bahwa Kota Semarang adalah merupakan daerah pusat perdagangan di Indonesia yang menjadi bagian penting dari aktivitas perdaganan dunia melalui jalur sutra. Sejarah tersebut harus dapat kita bangun kembali," kata Hendrar pada kuliah umum yang diselenggarakan di Kampung Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran, Senin (10/9/2018).

Kota Semarang menghadapi dua tantangan untuk menjadi poros maritim di Indonesia, yaitu terkait penataan infrastruktur dan penambahan nilai pemanfaatan kekayaan laut.

Menurut Hendrar, bila dua hal tersebut mampu diupayakan bersama-sama, maka Kota Semarang akan dapat semakin cepat mewujudkan diri sebagai daerah poros maritim di Indonesia.

Baca juga: KSAL: Indonesia Negara Maritim, Pekerja di Laut Cuma 2,3 Juta Orang

“Konon Kota Semarang ini adalah daerah wilayah maritim yang hebat, namun kenyataannya hari ini banyak potensi yang belum terbangun baik dari sisi infrastrukturnya maupun dari pemanfaatan kekayaan laut. Maka juga menjadi tanggung jawab adik-adik sekalian yang bersekolah di sini untuk bersama dengan Pemerintah Semarang mengembangkan kemaritiman di Kota Semarang,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Pembangunan infrastruktur

Pemerintah Kota Semarang terus berupaya membangun infrastruktur, utamanya untuk mengatasi permasalahan rob dan banjir dengan penataan sistem drainase, pembangunan kolam retensi, normalisasi sungai-sungai, hingga penataan pemukiman di kawasan pesisir Tambak Lorok, Semarang Utara.

Ia pun menjelaskan, pemanfaatan kekayaan alam laut memang belum digarap secara optimal. Buktinya, nilai ekspor non-migas Kota Semarang pada sektor perikanan dan makanan masih sangat kecil.

“Nilai ekspor non-migas khususnya Kota Semarang terutama perikanan dan makanan masih kurang karena cara menjual ikan masih sederhana. Maka ke depannya, kita butuh pemikiran adik-adik sekalian untuk mampu memberikan nilai tambah,” ujar dia.

Baca juga: Pembangunan Kampung Bahari Tambak Lorok Hampir Rampung

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina ATP Veteran Ayun Afroh mengatakan, ATP akan bersinergi untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai poros maritim di Indonesia.

Wali Kota Hendrar Prihadi saat kuliah umum yang diselenggarakan di Kampung Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran, Senin (10/9/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Hendrar Prihadi saat kuliah umum yang diselenggarakan di Kampung Akademi Teknik Perkapalan (ATP) Veteran, Senin (10/9/2018)


ATP sebagai lembaga pendidikan saat ini memiliki 3 program studi, yaitu teknik permesinan kapal, teknik kelistrikan kapal, dan teknik bangunan kapal.

“Sekolah ATP merupakan pendidikan tinggi bidang teknik vokasi yang diharapkan mencetak lulusan yang terampil di bidang teknik perkapalan. Kami berharap anak didik kami yang menimba ilmu disini dapat berperan dalam pembangunan di wilayah Indonesia yang mayoritas wilayahnya maritim,” kata dia.

Terkini Lainnya
Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Sambut Ramadhan dan MTQ Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Distribusikan 20.000 Al-Quran

Semarang
Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Kerja untuk Rakyat, Ini Capaian 1 Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar di Kota Semarang

Semarang
Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Terima Kunjungan Dubes India, Agustina Buka Peluang Investasi dan Pendidikan di Semarang

Semarang
Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Cuaca Ekstrem Landa Kota, Pemkot Semarang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

Semarang
Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Puji Lomba Jaksa Garda Desa, Wali Kota Semarang: Kelurahan Adalah Ujung Tombak

Semarang
Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Operasi Pasar Skala Kecil, Langkah Proaktif Walkot Agustina Jaga Stabilitas Daya Beli Jelang Ramadhan

Semarang
Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Imlek Vaganza 2026 Libatkan 250 UMKM, Walkot Semarang: Tradisi Hidup, Ekonomi Rakyat Bergerak

Semarang
Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Harmoni di Balik Tabuhan Bedug, Dugderan 2026 Hadir sebagai Simbol Toleransi Semarang

Semarang
Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Bergerak Sejak Dini Hari, Pemkot Semarang Tangani Luapan Kali Babon

Semarang
Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Dampingi Kunjungan Wapres, Wali Kota Agustina Tegaskan Sam Poo Kong Simbol Harmoni Semarang

Semarang
Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Kirab Dugderan Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Semarang

Semarang
Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Buka Pasar Imlek Semawis, Wali Kota Agustina Sebut Kedamaian Warga Jadi Kunci Kesejahteraan Semarang

Semarang
Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Dugderan 2026 Dikemas Lebih Megah, Libatkan Ribuan Warga dan Komunitas Seni

Semarang
KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

KH Sholeh Darat Dianugerahi Tokoh Moderasi, Pemkot Semarang Ubah Nama Jalan

Semarang
15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli, Pemkot Semarang Siapkan Opsi Relokasi

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com