Aktif Gerakkan Masyarakat, Krisseptiana Raih Penghargaan

Kompas.com - 10/07/2018, 11:38 WIB
Kurniasih Budi

Editor

KOMPAS.com - Pengakuan terhadap Kota Semarang sebagai kota dengan lingkungan yang bersih dan sehat tak hanya didapatkan dari penghargaan Adipura saja.

Pemerintah Republik Indonesia kembali memberikan penghargaan kepada Kota Semarang, Jumat (6/7/2018).

Kali ini dalam penghargaan Pakarti Utama I, Kota Semarang dinobatkan sebagai Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih Sehat Tahun 2018.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi.

Baca juga: Tiga Kelurahan Semarang Berlaga dalam Loba Posyandu Tingkat Provinsi

 

Tim Penggerak PKK Kota Semarang dinilai memiliki andil besar dalam menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) juga selain penghargaan Pakarti Utama I, Tia sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Semarang tersebut juga mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana langsung dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

Keluarga Berencana 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi menerima penghargaan dari Menko PMK Puan Maharani saat peringatan Harganas di Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (8/7/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Tia Hendrar Prihadi menerima penghargaan dari Menko PMK Puan Maharani saat peringatan Harganas di Kota Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (8/7/2018)

Kali ini Tim Penggerak PKK Kota Semarang dinilai berperan aktif dalam mensukseskan program Keluarga Berencana di Kota Semarang.

Peran aktif tersebut antara lain terlihat dari upaya keras Tia bergerak bersama TP PKK Kota Semarang turun langsung memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, RW, hingga RT.

Hasilnya tingkat ibu hamil di Kota Semarang pun menurun, seiring meningkatkanya kesadaran masyarakat Kota Semarang dalam membangun keluarga yang sehat.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberi apresiasi yang setingginya kepada Kota Semarang bersama seluruh kota dan kabupaten yang juga mendapatkan penghargaan.

Baca juga: Pesan Menko PMK saat Peringatan Hari Keluarga Nasional 2018

 

"Tapi jangan hanya sampai di sini saja, harus ditingkatkan lagi dengan berbagai inovasi," ujar Puan saat memberikan penghargaan kepada Tia di aula Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara.

Di sisi lain, Tia yang merupakan istri dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi ini mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada TP PKK Kota Semarang.

Menurut Tia, penghargaan ini menjadi penting sebagai motivasi seluruh penggerak PKK di Kota Semarang.

"Dengan apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat ini, saya yakin seluruh penggeraka PKK di Kota Semarang akan semakin aktif dan bangga untuk terus bergerak bersama PKK Kota Semarang," kata dia.

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com