Wali Kota Hendi Sebut Warga Semarang Makin Dewasa Soal Politik

Kompas.com - 28/06/2018, 16:44 WIB
Aningtias Jatmika,
Kurniasih Budi

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi merasa puas dengan kelancaran proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Semarang.

Menurutnya, hal ini terjadi karena tingkat kedewasaan politik warga Semarang semakin tinggi sehingga proses Pilkada terjaga tanpa keributan.

“Alhamdulilah, dari sisi keamanan, (Pilkada) terjaga dengan baik dan kondusif. Tingkat partisipasinya sampai jam 10.00 rata-rata sudah di atas 50 persen,” tutur Hendi usai memberikan hak pilihnya dalam Pilgub Jawa Tengah di TPS 7 Lempongsari pada Rabu (27/6/2018).

Dikatakan Hendi, bila tingkat partisipasi warga Semarang tinggi, proses demokrasi bisa dikatakan berjalan dengan baik. Sebab, tingkat partisipasi warga merupakan salah satu indikator keberhasilan jalannya pesta demokrasi ini.

Usai mencoblos, Hendi kemudian melakukan pantauan lapangan di beberapa titik TPS Kota Semarang, yakni TPS di daerah Singotoro, Klipang, Citarum, serta Upgris.

Berdasarkan pantauannya, Hendi menilai, kelancaran Pilkada ini terlihat dari logistik yang tersedia, kotak suara yang masih tersegel, serta proses pencoblosan yang berjalan aman.

(Baca: Wali Kota Semarang Kecewa Lihat Ruang Menyusui Mirip Gudang)

Ia berpesan agar semua pihak bisa menerima hasil perhitungan suara nanti. “Siapa pun yang terpilih adalah saudara kita yang akan memimpin Jawa Tengah selama lima tahun ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu,Hendi turut didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kummolo, Sekjen Kemendagri, dan Muspida.

Senada dengan Hendi, Menteri Tjahyo juga memuji partisipasi warga Semarang yang cukup tinggi dalam pilkada kali ini.

Ia pun berjanji akan meningkatkan kepemilikan e-KTP bagi warga yang belum memilikinya, terutama pemilih pemula, agar bisa mengikuti pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung tahun depan.

(Baca: Pelayanan Publik di Kota Semarang Dinilai Memuaskankan)

Pemerintah memastikan, pendataan pemilih pada pilpres 2019 akan berbasis e-KTP. Jadi, tidak akan ada lagi surat keterangan yang dikeluarkan sebagai pengganti e-KTP.

Oleh sebab itu, Pemerintah berharap agar masyarakat juga proaktif untuk membantu kelancaran proses perekaman yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018 ini.

“Jadi, kita dorong masyarakat untuk aktif segera lakukan perekaman e-KTP biar program e-KTP selesai,” tandas Tjahyo Kumolo.

Terkini Lainnya
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Siaga Jelang Lebaran, Walkot Semarang Pastikan Sinergi Lintas Sektor Amankan Mudik dan Harga Pangan

Semarang
Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Mudik Lewat Semarang? Cek Kondisi Jalan Real Time di Portal Info Mudik 2026

Semarang
Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Mudik Gratis Semarang Dimulai, Walkot Agustina Lepas Bus Penjemput Pemudik di Jakarta

Semarang
Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Semarang Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan

Semarang
Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Kota Semarang Jadi Penutup The Ultimate 10K Series 2026, Targetkan Diikuti 3.500 Pelari

Semarang
Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Sentuhan Ibu di Balik Jeruji, Wali Kota Semarang Bagikan 300 Al Quran di Lapas Perempuan Bulu

Semarang
Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Tangani Belasan Pohon Tumbang, Pemkot Semarang Kerahkan 7 Tim

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com