Kota Lama Semarang Dipersiapkan Jadi Kota Pusaka Dunia

Kompas.com - 07/12/2017, 17:21 WIB
Josephus Primus

Penulis

SEMARANG, KOMPAS.com - Wajah Kota Lama di Semarang, Jawa Tengah terus bersolek menampakkan sisi eksotisnya.  Pembangunan kota warisan Belanda itu kini tidak hanya berupa fisik gedung, jalan, drainase, namun juga berupaya menghadirkan kembali roh kehidupan di dalamnya.

Kota Lama kini nampak ramai tiap harinya. Jika dahulu kota lama dikesankan sepi, angker dan sebagai sarang penyamun, kini kondisinya telah tampak berbeda.

Lampu-lampu dipasang menerangi di sudut sepi menjadi terang benderang, bangunan lama yang hampir rubuh direstorasi menjadi indah. Pasar "zadul" di kota lama menambah eksotisme kawasan itu.

Jadinya, kawasan ini tak lagi ramai  ketika malam saja, namun ramai sepanjang waktu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, fokus pembangunan kota lama dilakukan dengan cara rembugan. Pemerintah mengajak para pemilik gedung untuk kembali mengaktifkan gedung-gedung tua di kawasan itu.

Sebagian pemilik gedung, kata dia,  bersedia merestorasi dengan berbagai syarat. Namun sebagian lain ingin pembenahan infrastruktur terlebih dulu. Masalah demi masalah mulai dari diatasi, mulai dari banjir rob, penerangan, perjudian sabung ayam hingga tindak pidana.

Semua masalah itu dibereskan satu demi satu, hingga pemilik gedung mulai percaya pada pemerintah. "Setelah itu akhirnya mereka mulai perbaiki. Sebagian lain memang belum, tapi kita akan dorong terus," kata Hendrar.

Ramainya kota lama sendiri salah satunya karena gedung mulai direstorasi. Sebagian gedung yang diperbaiki kini dilengkapi dengan trotoar yang lebar, wi-fi, serta tempat nongkrong bagi kawula muda.

Selain itu, kota lama juga dijadikan salah satu tempat transit wisata dari bus tingkat milik Pemkot Semarang yang dinikmati secara gratis oleh wisatawan. Para pengunjung yang menaiki bus itu diberi kesempatan berswafoto di kota warisan Belanda itu.

Kota Pusaka

Pemerintah Kota Semarang sendiri menargetkan Kota Lama masuk sebagai salah satu kota pusaka warisan dunia. Segala upaya mulai dilakukan agar kawasan itu diakui sebagai world heritage oleh UNESCO pada 2020 mendatang.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu mengatakan, pihak pengelola sudah terbang ke Belanda untuk menyalin dokumen-dokumen terkait Kota Lama.

Pihaknya beruntung karena Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Belanda untuk perbantuan itu. Akhirnya, pihak pemkot diberi akses masuk untuk mengambil dokumen-dokumen terkait.

Selain itu, pihak pengelola berharap ada bantuan pendampingan dari para pihak agar penyiapan dokumen pendukung bisa teratasi. Dokumen itu, kata dia, selain sulit dicari juga nantinya harus disalin dari negeri asalnya Belanda dan dialihbahasakan ke dua bahasa internasional.

"Ada tatanan dari UNESCO, itu juga harus disiapkan dua bahasa yaitu Inggris dan Perancis. Harapannya kami didampingi," ujar Hevearita, yang juga wakil Wali Kota Semarang ini.

Para pihak yang dimaksud yaitu Direktorat Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pihak UNESCO Perwakilan Jakarta dan para kolega pemerintah di Belanda.

Menurut dia, pendampingan dari institusi itu akan mempercepat penyiapan dokumen mengenai sejarah dan asal usul kota lama Semarang.

Dokumen pendukung itu, harus selesai pada 2018 jika ingin pada 2020 ditetapkan sebagai kota warisan pusaka dunia.

"Saat ini sudah mulai disupervisi UNESCO Jakarta, nanti 11 Desember mereka akan datang di Kota Lama membuat FGD, lalu siang harinya dari Belanda juga FGD. Semoga cepat ada hasilnya," papar Ita.

Sebagai langkah penyiapan dokumen, pihak pengelola bakal menyalin dokumen-dokumen terkait dari Museum di Delft dan Museum di Leiden, dan kolektor sejarah dari negeri kincir angin.

Kota pusaka warisan dunia sendiri oleh UNESCO atau UNESCO World Heritage merupakan program PBB untuk melestarikan dan menjaga situs warisan budaya dan alam yang terdapat di berbagai negara di dunia.

Jika Kota Lama diakui, wilayah itu tidak hanya milik Indonesia, juga menjadi milik masyarakat dunia. Warga dunia pun ikut berkewajiban melindungi dan menjaga situs-situs warisan dunia tersebut agar tetap bisa dinikmati dan diketahui sejarahnya pada generasi mendatang. (KONTRIBUTOR SEMARANG/NAZAR NURDIN)

Terkini Lainnya
Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi, Gandeng Otoritas Keamanan Siber Korsel

Semarang
Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Kisah Haru Peserta SNC 2026, Diguyur Hujan Tetap Tampil hingga Tuntas

Semarang
Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Peserta SNC Tetap Tampil Pascahujan, Wali Kota Semarang: Semangat Luar Biasa

Semarang
Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Jangan Terlewat, Mlaku Bareng HJKS 2026 Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize

Semarang
Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Sampaikan Aspirasi dengan Tertib dan Peduli Lingkungan, Para Buruh Diapresiasi Wali Kota Agustina

Semarang
Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Diikuti Peserta dari 28 Negara, SNC 2026 Mendunia dan Masuk Kalender Event Nasional

Semarang
Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Forum ASEAN–ID Nourish di Semarang Bahas Gizi Anak, Agustina: Siswa Tak Boleh Belajar dalam Kondisi Lapar

Semarang
Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Kebakaran Pasar Kanjengan, Pemkot Semarang Siapkan Relokasi Pedagang

Semarang
Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Walkot Agustina: MBG Adalah Investasi Besar Cetak Generasi Emas

Semarang
Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Sat-set, Walkot Agustina Tuntaskan Perbaikan 9 Titik Jalan Rusak dalam Sehari 

Semarang
Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Wali Kota Agustina Resmikan Jalan Pramuka: Bukan Sekadar Diperbaiki, tetapi Jalur Harapan Warga

Semarang
Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Di Forum ASEAN, Wali Kota Agustina Sebut MBG Investasi Masa Depan

Semarang
Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Cegah Kecelakaan di Silayur, Wali Kota Semarang Pasang Portal Katrol

Semarang
Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Di Era Agustina Wilujeng, Kinerja Semarang Melonjak Masuk 10 Besar Nasional

Semarang
Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Jelang Dialog Nasional MBG di Semarang, Pengamat Tekankan Jaminan Keamanan Pangan

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com