Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kompas.com - 31/07/2021, 18:49 WIB
DWN,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Madiun Maidi meraih penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) 2021 pada program Pengembangan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Republik Indonesia (RI).

Adapun prosesi penyematan tanda penghargaan Bangga Kencana digelar di di Balaikota Madiun, Jumat. Saat itu, Maidi didampingi oleh istrinya, Yuni Setyawati.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan komitmen Maidi sebagai kepala daerah dalam pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (KB).

"Penghargaan ini menjadi komitmen kami untuk terus berpacu melakukan pengendalian penduduk, KB, keluarga tanggap bencana, dan pembangunan keluarga,” ujarnya Maidi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Anies Pamer Foto Penghargaan DKI Jakarta sebagai Provinsi Pelopor Layak Anak

Penyematan penghargaan itu dihadiri Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputro.

Turut hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Madiun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo yang berkenan hadir di Kota Madiun untuk menyematkan tanda penghargaan program Bangga Kencana,” ucap Maidi.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun itu mengatakan, angka pertumbuhan di wilayahnya tergolong kecil.

Sebab, kata Maidi, angka kelahiran di Kota Madiun juga paling rendah secara nasional dibanding daerah lain.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena peran para ibu muda yang semakin meningkat.

Baca juga: Dinamika Penduduk: Angka Kelahiran, Kematian, dan Perpindahan Penduduk

"Ada banyak wanita di Kota Madiun yang bekerja. Selain itu, wanita di Madiun juga berkeinginan mempunyai anak sedikit. Terlebih, sekarang ada program dua anak cukup," ujarnya.

Maidi menambahkan, pihaknya akan berupaya untuk mengoptimalkan program-program terkait kependudukan dan KB.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo memberikan apresiasi terhadap pencapaian prestasi Kota Madiun.

Menurutnya, prestasi yang diraih Kota Madiun dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Cerita di Balik Upaya Wali Kota Madiun Berdayakan PKL untuk Bantu Warga yang Isoman

“Indikator penilaian untuk meraih penghargaan ini cukup banyak. Baik dari program dan kebijakan wali kota terkait urusan KB, maupun dalam kehidupan keluarga wali kota itu sendiri,” ujar Hasto.

Oleh karena itu, ia menilai, pribadi Wali Kota Maidi patut menjadi panutan keluarga berencana.

Pasalnya, di bawah kepemimpinan Maidi, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk hingga terwujudnya keluarga yang berkualitas.

“Pemkot Madiun meraih penghargaan dari BKKBN lantaran angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) rendah. Tak hanya itu, jumlah anak pun di daerah ini juga rendah,” ucap Hasto.

Baca juga: Pemkot Madiun Biayai Pendidikan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Untuk itu, ia meminta Pemkot Madiun agar fokus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari sisi pendidikan.

 

 

Terkini Lainnya
Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Madiun Kota Pendekar
Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Madiun Kota Pendekar
Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Madiun Kota Pendekar
Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Madiun Kota Pendekar
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Madiun Kota Pendekar
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Madiun Kota Pendekar
Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Madiun Kota Pendekar
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Madiun Kota Pendekar
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Madiun Kota Pendekar
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Madiun Kota Pendekar
Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Madiun Kota Pendekar
Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Madiun Kota Pendekar
Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Madiun Kota Pendekar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com