Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Kompas.com - 30/04/2021, 09:18 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comWali Kota Madiun Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya memutuskan untuk tetap menjalankan pembangunan yang bermuara pada peningkatan ekonomi meski dihantam pandemi Covid-19.

Salah satu upaya tersebut mereka lakukan dalam pembangunan Pahlawan Street Center dan Kawasan Sumber Umis.

“Biarpun banyak yang ditunda, saya tetap berupaya menjalankan program kerja yang telah direncanakan. Dengan demikian, saat pandemi pergi sejumlah pembangunan itu akan menjadi lompatan ekonomi nanti,” jelasnya, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (30/4/2021).

Terbukti, hasil kerja keras Maidi-Inda Raya (MaDa) selama dua tahun memimpin bumi pendekar pun banyak memenuhi harapan masyarakat.

Setidaknya di tahun kedua sudah terlaksana program kerja nyaris mendekati 50 persen dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun.

Baca juga: Rapat Paripurna RPJMD Batal Digelar, Bupati dan Anggota Dewan Pamekasan Terancam Tak Digaji

Perlu diketahui, dari 33 program kerja, hanya menyisakan tiga program kerja yang belum tergarap.

Adapun tiga program kerja tersebut, di antaranya windows display Jawa Timur (Jatim) Wilayah Barat, Ring Road Timur, dan miniatur Kota Madiun PeceLand.

Sementara itu, 30 program kerja MaDa lainnya sesuai dengan visi dan misi sudah terlaksana dengan baik.

Program tersebut mulai dari pembangunan infrastruktur di Sumber Wangi, Pahlawan Street Center (PSC), Proliman Tugu Pendekar, pemberian laptop gratis , jaminan sosial bagi tenaga kerja sektor informal dan upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Sejak resmi dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota, Senin (29/4/2019), Maidi-Inda Raya sudah banyak berbenah demi mewujudkan masyarakat yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera.

Baca juga: Bagi Sejuta Masker, Wali Kota Madiun Klaim Kotanya Terendah Penularan Covid-19 di Jawa Timur

Bagi Maidi, menjalani roda pembangunan dalam kurun dua tahun terakhir bukanlah perkara yang mudah. Terlebih, satu tahun terakhir sektor perekonomian meredup akibat diguncang pandemi Covid-19.

“Perjalanan tahun kedua ini memang tidaklah mudah karena kami harus berhadapan dengan pandemi Covid-19. Padahal, di tahun kedua semestinya kami bisa menjalankan roda pemerintahan secara utuh,” ucapnya.

Maidi menjelaskan, pada awal kepemimpinannya tidak dapat merasakan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Memasuki tahun kedua, ia baru memulai penyusunan APBD mulai tahun anggaran (TA) 2020.

Kondisi itu menjadikan awal kepemimpinannya pada 2019 tidak bisa maksimal dalam penyusunan APBD 2019. Hal ini karena pada saat penyusunan MaDa belum menjabat.

Adapun kesempatan tersebut, kata Maidi, semestinya diperoleh pada dua tahun masa kepemimpinannya dengan Wakil Wali Kota Inda Raya.

Baca juga: Begini Cara Wali Kota Madiun Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

“Saya bersama ibu Inda mati-matian menyusun program kerja prioritas untuk dilaksanakan pada tahun kedua kami memimpin. Kami terlibat sepenuhnya dalam penyusunan APBD TA 2020. Ada banyak program kerja kami yang akan terlaksana di tahun kedua itu,” imbuhnya.

Namun, baru berjalan sekitar tiga bulan, Indonesia bahkan seluruh dunia diterjang pandemi Covid-19.

Kondisi ini berdampak pada program dan kegiatan karena tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

Keadaan tersebut semakin sulit setelah adanya refocusing anggaran yang berakibat pada penundaan berbagai kegiatan.

Pasalnya, anggaran itu dialihkan untuk penanganan Covid-19 sesuai dengan instruksi pemerintah pusat dan harus dilakukan. Dengan demikian, apa yang sudah direncanakan terdampak imbasnya.

“Untuk itu, kesehatan harus diutamakan daripada pembangunan,” ujar Maidi

Kendati demikian, lanjut dia, pada saat bersamaan harus dipikirkan bagaimana meningkatkan perekonomiannya. Terlebih sektor perekonomian menjadi bulan-bulanan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Wali Kota Madiun Berlakukan Jam Malam dan Tutup 10 Ruas Jalan

Fokus pada peningkatan sektor ekonomi

Terkait kepemimpinan Maidi pada tahun ketiga menjabat, ia bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya akan berfokus peningkatan sektor ekonomi.

“Tahun ketiga, kami fokus pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Untuk meningkatkan ekonomi rakyat, Pemkot Madiun akan lebih banyak fokus menggarap penyempurnaan destinasi wisata.

Oleh karena itu, wisata belanja, kuliner, religi dan sejarah akan disempurnakan.

“Program ini kami fokuskan ke semua kelurahan agar menjadi kelurahan mandiri. Kelurahan yang memiliki potensi nantinya akan menjadi daya tarik masyarakat, baik skala lokal, regional, maupun nasional,” demikian Maidi.

Pada kesempatan tersebut, Maidi bersama Inda Raya dan Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) turut meresmikan 17 proyek di kawasan Sumber Wangi Madiun, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Tekan Persebaran Covid-19, Wali Kota Madiun Luncurkan Dua Program Inovatif

Proyek tersebut, antara lain Pahlawan Street Center (PSC), tugu lalu lintas atau traffic light di perempatan tugu, Tugu Pancasila, lampu penjor dekorasi, hingga pembangunan sembilan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Taman.

Tepati janji visi dan misi

Wali Kota Madiun Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya dan Sekda Kota Madiun Rusdiyanto berfoto bersama 67 prestasi penghargaan yang diraih selama dua tahun memimpin Kota Pendekar.DOK. Humas Pemkot Madiun Wali Kota Madiun Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya dan Sekda Kota Madiun Rusdiyanto berfoto bersama 67 prestasi penghargaan yang diraih selama dua tahun memimpin Kota Pendekar.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan, visi dan misi yang dipaparkan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan janji seorang pemimpin kepada rakyat yang harus di tepati.

Hal tersebut sudah ia buktikan melalui berbagai capaian prestasi. Adapun tujuannya untuk menjadikan Kota Madiun sebagai kota yang pintar, melayani, membangun, peduli dan terbuka sesuai dengan visi dan misi.

Untuk diketahui, Kota Madiun telah berhasil meraih 67 penghargaan dalam dua tahun terakhir. Tak hanya itu, kota pendekar ini juga menyabet tiga penghargaan pada 2021.

Pertama, sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) Sekretariat Daerah (Setda) terkait sistem manajemen mutu dan sistem manajemen anti penyuapan.

Baca juga: BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Penghargaan kedua, Kota Madiun berhasil meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pertama di Jatim dan nomor tiga nasional.

Sementara itu, penghargaan ketiga adalah keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendapatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award nomor tiga nasional bidang penilaian kompetensi.

“Penghargaan-penghargaan ini sesuai dengan visi saya, yakni mewujudkan pemerintahan yang bersih berwibawa. Good and clean government inilah yang nantinya akan membawa masyarakat sejahtera,” ucap Maidi.

Ia menambahkan, dari misinya yang terangkum dalam panca karya, Pemkot Madiun juga sudah meraih berbagai penghargaan.

Penghargaan itu diantaranya, Anugerah Karya Utama Administrasi Kependudukan (Adminduk) 2020 Terbaik I kategori jumlah penduduk 0-750.000 jiwa tingkat Jatim.

Baca juga: Layanan Adminduk di Surabaya Makin Mudah, Warga Juga Bisa Urus di Kelurahan

Kemudian, penghargaan Wali Kota Madiun Maidi atas kontribusi dan peran aktif dalam pelaksanaan sensus penduduk online 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim untuk Madiun Kota Melayani.

Selain itu, ada pula penghargaan Top 10 Bupati dan Wali Kota sebagai pembina keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tahun 2020 tingkat Provinsi Jatim, penghargaan kepada 18 perusahaan yang meraih kategori zero accident untuk Madiun Kota Peduli.

Selanjutnya, penghargaan Pengelola Aspek Dengan Keberlanjutan Inisiatif Terbaik Kategori Instansi Pemerintah Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik 2020 dalam Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik 2020.

Terakhir, penghargaan Penyedia Layanan Informasi Terbaik 2020 dari Komisi Informasi Jawa Timur untuk Madiun Kota Terbuka.

Baca juga: Resmi Diterapkan, Ini 4 Lokasi Kamera Tilang Elektronik di Kota Madiun

Maidi mengaku, program Madiun Kota Pintar dan Madiun Kota Membangun sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk program laptop dan WiFi gratis hingga pembangunan fisik lainnya.

Kondisi tersebut berdampak dengan dengan capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun tertinggi ketiga di Jatim dengan nilai 80,91.

“Semua itu tidak akan mungkin diraih tanpa partisipasi seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar kami bisa mewujudkan Kota Madiun yang aman, nyaman, damai dan sejahtera,” jelas Maidi. (ADV)

Terkini Lainnya
Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Madiun Kota Pendekar
Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Madiun Kota Pendekar
Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Madiun Kota Pendekar
Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Madiun Kota Pendekar
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Madiun Kota Pendekar
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Madiun Kota Pendekar
Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Madiun Kota Pendekar
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Madiun Kota Pendekar
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Madiun Kota Pendekar
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Madiun Kota Pendekar
Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Madiun Kota Pendekar
Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Madiun Kota Pendekar
Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Madiun Kota Pendekar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com