Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Kamis, 8 April 2021
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan penghargaan kepada Wali Kota Madiun Maidi atas prestasinya menjadikan kota pendekar bebas dari penyakit frambusia di Gedung Prof. dr. G. A. Siwabessy Kemenkes, pada Rabu (7/4/2021)Dok. Humas Pemkot Madiun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan penghargaan kepada Wali Kota Madiun Maidi atas prestasinya menjadikan kota pendekar bebas dari penyakit frambusia di Gedung Prof. dr. G. A. Siwabessy Kemenkes, pada Rabu (7/4/2021)

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendapatkan penghargaan Eradiksi Frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), pada Rabu (7/4/2021).

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui penyerahan sertifikat penghargaan kepada Wali Kota Madiun, Maidi, di Gedung Prof. dr. G. A. Siwabessy Kemenkes.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun Denik Wuryani mengatakan, penghargaan tersebut didapat lantaran Kota Madiun sudah tidak lagi memiliki kasus penyakit frambusia dalam lima tahun terakhir.

Sebagai informasi, penyakit frambusia merupakan penyakit kulit yang kerap disebut sebagai patek atau koreng.

Baca juga: Longsor di Madiun Akibat 7 Jam Hujan, Kandang Berisi Ribuan Ayam dan 17 Rumah Rusak

Kota Madiun, kata Denik, juga telah mendapatkan penghargaan Eliminasi Kusta. Hal ini berarti, kasus temuan penyakit semakin minimal.

“Kondisi itu terlihat dari kasus yang ditemukan hanya empat kasus sepanjang tahun 2020,” tuturnya, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima pada Rabu.

Menurutnya, penanganan kasus penyakit menular membutuhkan kerja sama dan peran semua pihak, agar masyarakat paham dan peduli untuk hidup bersih dan sehat.

Senada dengan Denik, Wali Kota Madiun Maidi memaparkan, beberapa tahun terakhir Pemkot Madiun telah melakukan berbagai upaya, salah satunya memantau penyakit frambusia secara rutin.

Baca juga: Tujuh Stasiun di Daop 7 Madiun Layani Pemeriksaan GeNose C19, Ini Lokasi dan Tarifnya...

“Kami juga terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kader serta petugas kesehatan. Selain itu, kecukupan sarana dan prasarana serta obat-obatan terkait kusta dan frambusia terus kami penuhi,” kata Walkot Maidi.

Bahkan, Pemkot Madiun juga melakukan deteksi dini penyakit kusta dan frambusia pada anak, bersamaan dengan pelaksanaan skrining kesehatan bagi siswa baru.

“Petugas terus aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak ada stigma negatif kepada penderita kusta dan frambusia. Masyarakat pun terus kami edukasi terkait kusta dan frambusia ini,” jelas Maidi.

Adapun edukasi kepada masyarakat yang dimaksud meliputi penjelasan tentang bagaimana cara mencegah penyakit kusta dan frambusia, serta apa yang harus dilakukan ketika mendapati gejala penyakit tersebut.

Baca juga: Bukan Kutukan, Penyakit Kusta Diberantas dengan Gelang Permata

Maidi mengatakan, masyarakat Kota Madiun telah memerhatikan himbauan dari petugas kesehatan setempat.

“Saat ini, pola hidup masyarakat di Kota Madiun sudah cukup baik. Kondisi itu terlihat dari sikap warga yang menjaga kebersihan badan dan lingkungan, serta saling mengingatkan,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berfoto bersama Wali Kota Madiun Maidi, dan kepala daerah penerima penghargaan lain di gedung Prof. dr. G. A. Siwabessy Kemenkes, pada Rabu (7/4/2021)Dok. Humas Pemkot Madiun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berfoto bersama Wali Kota Madiun Maidi, dan kepala daerah penerima penghargaan lain di gedung Prof. dr. G. A. Siwabessy Kemenkes, pada Rabu (7/4/2021)

Mengingat julukan Kota Madiun sebagai kota wisata, tutur Maidi, sikap itu menjadi penting untuk mempertahankan keberhasilan Kota Madiun dalam membebaskan masyarakat dari penyakit kusta dan frambusia.

"Kalau masyarakat kita tidak ada yang punya penyakit kulit, orang-orang akan semakin betah dan nyaman di kota kita. Jadi tidak hanya kotanya yang menarik tapi orang-orangnya juga harus menarik," ucapnya.

Baca juga: Waspada Masker Medis Palsu, Ini Imbauan dari Kemenkes

Sementara itu, dalam Pertemuan Integrasi Evaluasi, Validasi Data, Perencanaan, dan Pemberian Sertifikat Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia, Menkes Budi mengucapkan selamat dan berterima kasih atas kinerja Pemkot Madiun.

"Selamat kepada daerah yang sudah mendapatkan penghargaan. Dan tentunya terima kasih atas kontribusi pemerintah di daerah dalam membantu pemerintah mengentaskan masyarakat dari penyakit ini," ujarnya.

Menurut dia, penyakit kulit seperti kusta dan frambusia sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun silam.

“Untuk itu, menjadi tantangan bagi semua daerah dalam mengentaskan penyakit tersebut. Apalagi, untuk kasus kusta saat ini masih mencapai 16 ribu kasus di tanah air. Sementara frambusia angkanya relatif sudah sedikit,” jelas Menkes Budi.

Baca juga: Kemenkes: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama Lansia Baru 8,2 Persen

Kementerian Kesehatan, tutur dia, hingga kini terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan negara lain yang sudah berhasil terbebas dari penyakit kusta dan frambusia.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani
Madiun Kota Pendekar
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes
Madiun Kota Pendekar
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik
Madiun Kota Pendekar
Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Nasi Olahan Daging Kurban untuk Jaga Imunitas
Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Nasi Olahan Daging Kurban untuk Jaga Imunitas
Madiun Kota Pendekar
Jadikan Madiun Kota Pintar, Wali Kota Maidi Beri Bantuan 5.425 Laptop ke Siswa SD dan SMP
Jadikan Madiun Kota Pintar, Wali Kota Maidi Beri Bantuan 5.425 Laptop ke Siswa SD dan SMP
Madiun Kota Pendekar
Begini Cara Wali Kota Madiun Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Begini Cara Wali Kota Madiun Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Madiun Kota Pendekar
Pulihkan Ekonomi Kota Madiun, Wali Kota Maidi Hadirkan Wisata Sepeda Keliling
Pulihkan Ekonomi Kota Madiun, Wali Kota Maidi Hadirkan Wisata Sepeda Keliling
Madiun Kota Pendekar
Wali Kota Madiun dan Wakilnya Bagikan Seragam Sekolah Gratis ke Siswa SD dan SMP
Wali Kota Madiun dan Wakilnya Bagikan Seragam Sekolah Gratis ke Siswa SD dan SMP
Madiun Kota Pendekar
Pemkot Madiun Bagikan Ribuan Makanan Peningkat Imun kepada Masyarakat
Pemkot Madiun Bagikan Ribuan Makanan Peningkat Imun kepada Masyarakat
Madiun Kota Pendekar
Terbukti Ampuh Cegah Penularan Covid-19, Kampung Tangguh Kota Madiun Diperluas
Terbukti Ampuh Cegah Penularan Covid-19, Kampung Tangguh Kota Madiun Diperluas
Madiun Kota Pendekar
Tak Ada Transmisi Lokal dan Getolnya Kinerja Pendekar Waras, Kota Madiun Raih Zona Hijau Lagi
Tak Ada Transmisi Lokal dan Getolnya Kinerja Pendekar Waras, Kota Madiun Raih Zona Hijau Lagi
Madiun Kota Pendekar
Tekan Persebaran Covid-19, Wali Kota Madiun Luncurkan Dua Program Inovatif
Tekan Persebaran Covid-19, Wali Kota Madiun Luncurkan Dua Program Inovatif
Madiun Kota Pendekar
Lindungi Warga dari Covid-19, Kota Madiun Siap Kerahkan 2.000 Pendekar
Lindungi Warga dari Covid-19, Kota Madiun Siap Kerahkan 2.000 Pendekar
Madiun Kota Pendekar
Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus
Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus
Madiun Kota Pendekar
Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah
Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah
Madiun Kota Pendekar