Wali Kota Madiun Hidupkan Lahan Tidur untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat

Inadha Rahma Nidya
Kompas.com - Sabtu, 4 Juli 2020
Wali Kota Madiun Maidi bersama kelompok tani, saat membuka lahan tidur menjadi lahan produktif, di area  pertanian Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kecamatan Nambangan Lor, Kota Madiun, Jumat (3/7/2020).DOK. Humas Pemkot Madiun Wali Kota Madiun Maidi bersama kelompok tani, saat membuka lahan tidur menjadi lahan produktif, di area pertanian Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kecamatan Nambangan Lor, Kota Madiun, Jumat (3/7/2020).

KOMPAS.com – Selama ini, kebutuhan sayuran, buah, dan palawija warga Kota Madiun, Jawa Timur, dipenuhi kabupaten tetangga, seperti Magetan, Madiun, dan Ngawi.

Padahal, petani yang bermukim di Kota Madiun bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut jika lahan yang ada dimaksimalkan.

Untuk itu, Wali Kota Madiun Maidi, menghidupkan 30 hektar lahan tidur milik Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menjadi lahan produktif perkebunan palawija, sayur, dan buah-buahan.

“Lahan tersebut bisa ditanami cabai, bawang merah, tomat, timun, terong, kacang panjang, lengkap semuanya,” kata Maidi, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Era New Normal, Pemkot Madiun Prioritaskan Tujuh Sektor untuk Dongkrak Perekonomian

Agar tidak membebani para petani, Pemkot Madiun membebaskan biaya sewa lahan, pupuk, dan air dari sumur milik PDAM.

“Saya kasih gratis, tidak usah sewa,” kata Maidi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun Muntoro Danardono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 39 kelompok tani untuk menindaklanjuti inovasi Maidi.

Muntoro mengatakan, petani-petani tersebut akan diberi sosialisasi terlebih dahulu. Pasalnya, selama ini petani Madiun lebih banyak menanam padi dan tebu.

Baca juga: Wali Kota Madiun Siap Terapkan New Normal di Sentra Ekonomi Baru

Terkait kebutuhan air, Muntoro berharap, ke depannya menggunakan air irigasi.

“Kami harap ke depannya menggunakan air irigasi. Saat ini kami masih mengecek saluran airnya masih berfungsi atau tidak,” kata Muntoro.

Kini, 10 hektar lahan tidur yang ditanami enam bulan lalu sudah panen. Sedangkan 20 hektar sisanya baru akan masuk tahap penanaman.

“Jadi nanti giliran sana panen, sini baru tanam. Sini panen, sana baru tanam,” kata Maidi.

Baca juga: Cegah PHK, Pemkot Madiun Borong Ratusan Produk UMKM

Maidi berharap, upaya tersebut dapat mendongkrak roda perekonomian, serta menciptakan ketahanan pangan masyarakat Madiun di era new normal dan musim kemarau.

Terlebih, saat ini permintaan sayur, buah, dan palawija di Madiun melonjak tinggi karena masyarakat ingin memenuhi kebutuhan imunitas tubuh.

Angka permintaan pun diprediksi ada terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kota Madiun pada 2018 mencapai 176.697 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sebesar 0,39 persen.

Kemudian, pemberian izin untuk menggelar hajatan di era new normal juga menjadi faktor yang memengaruhi peningkatan permintaan. Apalagi pada peringatan 1 Muharam atau malam 1 Suro, banyak warga yang menggelar pernikahan.

Baca juga: Kampung Tangguh Semeru jadi Senjata Ampuh Kota Madiun Lawan Covid-19

“Saya khawatir tiga bulan ke depan inflasi, cari barang tidak ada. Maka semua lahan tidur harus dihidupkan,” kata Maidi.

PenulisInadha Rahma Nidya
EditorAlia Deviani
Terkini Lainnya
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021
Madiun Kota Pendekar
RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun
RSL Asrama Haji dan Rusunawa II Beroperasi, Walkot Maidi Harap BOR di Madiun Turun
Madiun Kota Pendekar
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman
Madiun Kota Pendekar
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat
Madiun Kota Pendekar
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19
Madiun Kota Pendekar
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi
Madiun Kota Pendekar
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun
Madiun Kota Pendekar
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun
Madiun Kota Pendekar
Wali Kota Maidi Inginkan Pencak Silat di Madiun Makin Mendunia
Wali Kota Maidi Inginkan Pencak Silat di Madiun Makin Mendunia
Madiun Kota Pendekar
Ratakan Pembangunan Kota Madiun, Walkot Maidi Sediakan Lapak UMKM di Setiap Kelurahan
Ratakan Pembangunan Kota Madiun, Walkot Maidi Sediakan Lapak UMKM di Setiap Kelurahan
Madiun Kota Pendekar
Berpotensi Menguntungkan, Walkot Madiun Ajak Warga Kembangkan Budi Daya Lebah Madu
Berpotensi Menguntungkan, Walkot Madiun Ajak Warga Kembangkan Budi Daya Lebah Madu
Madiun Kota Pendekar
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya
Madiun Kota Pendekar
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani
Madiun Kota Pendekar
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes
Madiun Kota Pendekar
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik
Madiun Kota Pendekar